Dervla menghela nafasnya dengan kasar, setelah ia selesai, meneteskan satu kantong darah terakhir, pada tengkoraknya Franc.
"Dervla?!"
Ia pun langsung terkejut, saat mendengar seseorang yang memanggil namanya. Segera ia menoleh ke arah sumber suara, dan dapat ia lihat, Xandre yang sedang berdiri, tak jauh di belakangnya.
Melihat hal tersebut, membuat Dervla langsung membulatkan kedua matanya, dan membalikkan tubuhnya, "X-Xandre?" ucapnya.
Xandre pun segera berjalan menghampiri Dervla, dan berdiri di depannya, "Apa yang sedang kau lakukan, di sini?" tanyanya, sambil memicingkan matanya.
"A-Aku, hanya sedang m-melihat Franc saja" jawab Dervla, dengan sedikit terbata-bata, dan terlihat gugup.
"Hanya sedang melihat Franc? Tapi, kenapa kau jadi mendadak gugup, seperti itu?" ujar Xandre, sambil mengerutkan dahinya, dan melipat kedua tangannya, di dada.
Mendengar apa yang baru saja Xandre katakan, membuat Dervla langsung menundukkan kepalanya, dan menggaruk tengkuknya, yang tidak gatal, "I-Itu, karena aku begitu terkejut, saat mendengar suaramu, Xandre" dustanya.
Ya, Xandre memang tidak mengetahui, kalau Dervla sedang berusaha, untuk menghidupkan Franc kembali. Karena ia sengaja, tidak memberitahu Xandre, tentang hal tersebut. Sebab, jika ia memberitahu Xandre terlebih dahulu, maka sudah pasti, Xandre tidak akan menyetujuinya, ataupun mengizinkannya.
"Benarkah? Lalu, kenapa di sini ada beberapa kantong darah, yang sudah kosong" ucap Xandre, yang masih menatap Dervla, "Atau jangan-jangan. . ." sambungnya, yang sengaja tidak melanjutkan ucapannya, dan memicingkan matanya kembali.
Segera Dervla mengangkat kepalanya, dan menggeleng dengan cepat, "Tidak Xandre! Aku tidak melakukan hal itu" katanya, yang terlihat seperti sedang ketakutan.
"Benarkah? Tapi kenapa, ada beberapa kantong darah, di sini?" ucap Xandre, yang terlihat seperti sedang mengintrogasi Dervla.
"Umm, itu karena. . . Tadi, aku begitu haus, jadi aku membawa kantong-kantong darah itu ke sini, dan meminumnya sampai habis" dusta Dervla, yang kembali menundukkan kepalanya.
Namun Xandre hanya diam saja, sambil terus menatap Dervla, dengan kedua tangannya yang ia lipat di dada.
"Dervla!"
Mereka berdua pun langsung terkejut, saat mendengar suara tersebut. Segera Dervla membalikkan tubuhnya, dan melihat ke arah peti mati. Namun kedua matanya langsung membelalak, saat ia melihat, Franc yang sudah kembali, seperti sedia kala, dan sudah tak menjadi tengkorak lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Vampire vs Wolves [COMPLETE]
Vampiros~ Sequel of Tueur de Vampire ~ (Disarankan untuk membaca cerita pertamanya dulu, yang berjudul "Tueur de Vampire") Setelah pindah ke Italia, Dervla dan Franc pun melanjutkan kehidupan mereka, sebagai seorang vampir, di tengah-tengah kehidupan para m...
![Vampire vs Wolves [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/214977523-64-k439819.jpg)