Bangunan Kembar

76 9 1
                                        

"Hagia Sophia dan Blue Mosque merupakan bangunan kembar yang penuh dengan sejarah. 3 kekuasaan pernah mengiringi dua bangunan ikonik ini."
(Cinta Bersemi Di Bursa)

~Anit Djaelani~

❄❄❄

Aida bergeming. Mia bingung melihat tingkah sahabatnya mendadak aneh.

Mata Aida tak lepas dari hewan yang sedari tadi mondar-mandir.

Mia baru sadar kenapa Aida berubah seperi itu.

"Gak perlu takut Ai, anjing itu jinak," ucap Mia menenangkan.

Sophia yang daritadi sudah menunggu di depan gerbang melambai-lambai ke arah Mia dan Aida.

"Mia kakiku terasa lemas," desah Aida.

Mia dari kejauhan memberi kode pada Sophia untuk bersabar.

"Baik Ai, kita duduk dulu di kursi itu," ajak Mia sambil mengamit pinggang Aida.

Mia membantu mendudukkan Aida di kursi taman.

"Tarik napas dalam-dalam Ai, coba keluarkan pelan-pelan," ucap Mia. Sambil merogoh tas ranselnya.

"Duh aku lupa bawa air, tunggu ya, Ai, aku beli air mineral dulu."

Mia berlari kecil menuju kafe persis letaknya sederet dengan pintu gerbang samping menuju Masjid Biru.

"Kenapa Aida?" tanya Sophia menghampiri Mia yang sedang membeli botol air mineral.

"Teşekkür ederim," ucap Mia
pelayan cafe itu sedikit mengangguk setelah menerima uang lira.

"Fobianya kambuh." Mia memutar tubuhnya dan kembali menuju taman dimana tempat Aida duduk.

"Fobia pada apa?" Sophia berusaha mengejar langkah cepat Mia.

"Fobia anjing." sahut Mia singkat.

Air botol mineral sudah berpindah tangan. Setengah botol air itu telah tandas di minum Aida.

Mia dan Sophia mengelus-elus punggung Aida.

"Gimana Ai udah enakan?"

"Alhamdulillah, udah mendingan. Asli tadi badanku lemas sekali."

"Kalo melihat kondisimu seperti ini apa kita tunda saja agenda hari ini!?" jelas Sophia.

"Gimana Ai mau lanjut atau kita balik lagi ke hotel?" Mia dan Sophia menunggu jawaban Aida.

Aida menggeleng.
"Tidak perlu, lanjutkan saja. Maafkan aku yah, mendadak merepotkan kalian memang dari kecil aku trauma dengan hewan yang satu itu." terang Aida sambil mengatur pernapasannya.

"Kalau sudah lihat binatang itu seluruh sendiku tiba-tiba kaku, selama ini aku sudah berusaha melawan mengabaikan rasa takutku tapi tetep aja tidak bisa," keluh Aida.

"Jam berapa sekarang? "

"Sekarang jam 10," jawab Sophia.

"Sebaiknya kita segera ke masjid aku ingin menyempatkan solat dhuha di Masjid Biru," jelas Aida.

Sophia dan Mia saling berpandangan.
"Yakin kamu mau tetap lanjut?"

Aida mengangguk mantap.
"Iyaa, jauh-jauh udah ke Turki masa malah diam di hotel terus. Aida bangkit lalu bergamitan dengan Mia dan Sophia. Mereka berjalan meninggalkan jejak peninggalan bangsa Romawi itu (Hippodrome).

Ketiga gadis itu membuka alas sepatunya dan langsung memasukkan pada kantong plastik.

"Bismilah, Allahummaf tahlii abwabaa rahmatik," Aida merapalkan doa saat langkahnya memasuki Masjid Biru.

CInta Bersemi Di BursaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang