Forty Six || PP : Fight

24.2K 2.4K 774
                                        

Ayo Vote Sebelum dan Comment Sesudah Membaca~

*****

Suara dentuman musik yang keras terdengar. Beberapa wanita berpakaian minim terus sengaja sedikit menyenggol tubuh kekarnya ketika Nick melintasi mereka. Lelaki dan wanita yang mengenali wajahnya tampak sedikit terkejut. Sudah lama ia tidak menginjakkan kakinya di tempat ini dan setelah sekian tahun, akhirnya raja brengsek mereka menampakkan batang hidungnya lagi.

Terdengar beberapa orang yang memanggil namanya. Namun Nick acuhkan dan segera ke tangga menuju area VVIP dimana para sahabat-sahabatnya sudah bersantai disana bersama beberapa orang wanita seksi di samping kiri dan kanan mereka.

Nick menghampiri mereka dan duduk di tempat kosong disana. Sean yang pertama menepuk bahunya menyambutnya. Khusus lelaki satu itu, ia hanya duduk sendiri karena Sean sudah beristri.

"Tumben kau mengajak kami berkumpul disini. Sudah lima tahun kau cuti menebar benih di Output." Seru Morgan.

"Kau akhirnya kembali ke habitatmu, Nick." Timpal Niel disana.

Nick hanya menarik sudut bibirnya tipis. Tidak ingin menanggapi ucapan kedua sahabatnya disana.

Diantara keempat sahabat dan keenam wanita disana, Nick menancapkan tatapannya pada Kenneth. Lelaki itu juga menyadari tatapan tajam Nick padanya.

"What's wrong?" Tanya Kenneth sambil menyambut uluran gelas dari wanita di samping kanannya dan meneguk minuman di dalamnya hingga tandas.

"Mungkin Nick menginginkan wanita di sampingmu Ken." Seru Morgan diselingi tawa.

Kenneth mendorong wanita di samping kanannya dan menunjuk Nick dengan matanya pertanda menyuruh wanita itu agar melayani Nick saja. Wanita itu hanya menurut. Lagipula mau Kenneth ataupun Nick, keduanya adalah billionaire kaya. Melayani siapapun diantara mereka tidak ada bedanya.

Ketika wanita itu hendak menyentuh dada bidang Nick untuk menggodanya, tanpa disangka Nick justru menggenggam dan memutar tangannya dengan kuat. Wanita itu menjerit kesakitan, pergelangan tangannya akan patah jika Nick menekannya lebih kuat lagi.

"Aku rasa para wanita ini harus di singkirkan dulu. Ada hal penting yang ingin aku tanyakan padamu Ken." Seru Nick dengan nada datar dan dinginnya.

Semua orang disana tentu sangat terkejut dengan respon Nick. Apalagi kini beberapa mata mengarah pada mereka dan melihat kekerasa Nick pada wanita disampingnya.

Mau tidak mau, mereka memerintahkan semua wanita meja mereka untuk pergi. Termasuk wanita yang menjadi korban kekerasan Nick.

"Ada apa denganmu?" Tanya Sean.

"Aku ingin bertanya padamu Ken. Aku harap kau menjawabnya dengan jujur." Ucap Nick.

Sean, Niel dan Morgan memperhatikan kedua sahabat mereka dengan serius. Tampaknya ada hal tidak baik disini.

"Silakan." Balas Kenneth dengan tenang.

"Apa kau mengenal Carissa Alyson?" Tanya Nick dengan sedikit tercekat. Rasanya sudah lama sekali ia tidak berani menyebutkan nama itu dari bibirnya.

"Tentu. Dia wanita yang kau minta kami untuk mencarinya juga." Jawab Kenneth sedikit waspada.

"Maksudku, kau mengenalnya secara pribadi. Apa kau pernah berkomunikasi dengannya, Ken?" Tanya Nick lagi. Ia mengepalkan tangannya erat, menanti jawaban dari Kenneth.

"Apa maksudmu, Nick. Aku tidak mengerti pertanyaanmu." Balas Kenneth berusaha terdengar tenang.

"Aku juga tidak mengerti akan pertanyaanku sendiri! Tetapi jawab saja pertanyaanku! Apa kau pernah berkomunikasi dengannya atau tidak!" Seru Nick setengah membentak. Manik coklat lelaki itu bergetar, menahan amarah yang ia sendiri tidak tau karena apa.

Perfect Partner || The Truffatore #2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang