10 - Strawberry

4K 465 30
                                        

"Maaf, ya moma belum bisa ngajak kamu main ke tempat yang kamu pengenin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Maaf, ya moma belum bisa ngajak kamu main ke tempat yang kamu pengenin." Kata (Namakamu) penuh penyesalan di tengah perjalanan mereka menuju sebuah cafe. Dia belum bisa mengabulkan permintaan Oryz.

"Oryz gak marah ke Moma. Oryz marahnya ke Daddy. Kan sekarang hari minggu. Masa Daddy masih kerja." Oryz masih cemberut. Dia kecewa karena Daddynya tidak ikut bergabung bersama mereka walaupun tidak pergi ke tempat wisata setidaknya Daddynya bisa ikut bergabung dengan mereka.

"Daddy bukan kerja. Daddy ada urusan. Minggu depan kalau Daddy ada waktu, Moma janji ajak kamu ke Bandung." (Namakamu) berusaha menghiburnya.

"Sama aja." Jawab Oryz masih kesal.

"Oryz. Tebak, nanti kita ketemu siapa?"

"Siapa?"

"Tebak dulu."

"Gak tahu."

"Nanti ada Nana loh."

Oryz hanya diam. Padahal (Namakamu) kira Oryz akan sangat antusias ketika mendengar nama Nana. "Kamu gak seneng ya?"

"Nana tuh usil. Oryz gak suka main sama Nana."

"Oh ya? Emang Oryz pernah diapain Nana? Bilang sama Moma, biar Moma marahin Nana."

Oryz menggeleng. Membuat (Namakamu) semakin bingung. "Oryz gak mau cerita sama Moma?"

"Oryz gak mau Moma marahin Nana. Nana emang usil, tapi dia gak jahat kok." Sahut Oryz membela Nana hanya agar bocah tengil itu tidak dimarahi momanya.

"Oh. Emang teman Oryz di sekolah selain Nana siapa?"

"Banyak. Ada Sisil, Alif, Trisia, banyak."

"Kalau ada yang nakal ke Oryz, Oryz cerita ke Moma ya."

"Moma."

"Iya sayang?"

"Nana pernah nanya aku."

"Nanya apa?"

"Dia nanya aku mau gak jadi pacarnya. Emang pacar itu apa?"

(Namakamu) terkejut mendengarnya. Sampai - sampai dia tersedak ludahnya sendiri hingga terbatuk - batuk. "Anak kecil gak boleh pacaran. Pokoknya kalau Nana minta Oryz jadi pacarnya jangan mau."

"Emangnya kenapa?" Tanya Oryz dengan wajah polosnya. Dia bahkan tidak mengerti arti pacaran.

"Gak boleh. Bolehnya temenan aja."

"Udah sampai?" Tanya Oryz ketika mobil (Namakamu) sudah terparkir.

"Sudah. Ayo turun." Ajak (Namakamu) membantu Oryz turun kemudian menggandengnya masuk ke dalam cafe.

Aira dan Nana belum datang. (Namakamu) tahu karena bangku yang mereka pesan masih kosong.

"Moma. Oryz boleh beli es krim gak?" Oryz mendongak menatap (Namakamu) puppy eyesnya.

Home - IDRTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang