15 - Tips

4.6K 544 60
                                        

10 tips ini akan membuat ibu mertua makin jatuh hati padamu

1. Berpakaian sepantasnya.
2. Bawa makanan kesukaan mertua saat berkunjung.
3. Bersikap sopan dan hormat.
4. Bangun pembicaraan yang santainamun tetap sopan.
5. Bersikap natural namun tetap elegan.
6. Jujur dan apa adanya.
7. Jangan bermesraan dengan pasangan di depan mertua.
8. Ringan tangan, jangan ragu memberikan bantuan.
9. Jangan berbicara mengenai hal - hal sensitif.
10. Beri perhatian.

***

(Namakamu) berpikir, perlukah dia melakukan kesepuluh tips yang baru dia baca dari sebuah laman? Kalau dia melakukannya, dia harus menyiapkan mental karena meluluhkan hati Mama mertuanya tidak akan semudah membalikan telapak tangan.

"Mas." Panggil (Namakamu) pada Iqbaal yang sudah bersiap untuk tidur.

"Hm?" Iqbaal hanya bergumam. Matanya sudah terpejam namun belum sepenuhnya tidur.

"Mama kamu suka makanan apa?"

Iqbaal membuka matanya secara tiba - tiba begitu dia mendengar pertanyaan (Namakamu). "Kenapa?"

"Cuma nanya aja."

"Mama gak akan luluh kalau cuma kamu masakin." Iqbaal yakin hati Mamanya tidak akan semudah itu diluluhkan kalau hanya dengan makanan kesukaannya.

"Kan belum dicoba. Aku yakin kok. Kalau aku berusaha, pasti ada hasilnya. Kaya usaha aku ke kamu."

"Usaha apa emang?"

"Usaha buat meluruskan semuanya. Masalah kita tuh sebenernya cuma salah paham sama kurang komunikasi."

"Ditambah ego."

"Heem. Jadi mama suka makanan apa?"

"Mama suka nasi padang."

"Tapi aku gak bisa masak nasi padang."

"Tinggal beli, kenapa harus repot bikin sendiri."

"Masa beli?"

"Mama juga biasanya beli di rumah makan Padang."

"Belinya dimana?"

"Mending kamu istirahat di rumah aja. Tiga hari lagi kan kamu operasinya?"

"Iya iya. Tapi kasih tahu dulu rumah makannya yang mana. Siapa tahu aku juga pengen makan nasi padang."

"Resto Garuda. Cari aja di google map. Atau pesen lewat grabfood. Kamu gak tidur?"

"Tidur. Habis ini aku tidur." Jawab (Namakamu). Padahal dia masih memikirkan cara bagaimana caranya besok dia menemui Mama mertuanya.

Iqbaal melarang keras (Namakamu) mengantarkan Oryz ke sekolah sejak hari (Namakamu) berkonsultasi dengan dokter

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Iqbaal melarang keras (Namakamu) mengantarkan Oryz ke sekolah sejak hari (Namakamu) berkonsultasi dengan dokter. Iqbaal hanya ingin (Namakamu) benar - benar istirahat. Awalnya (Namakamu) tidak setuju. Karena dia memang merasa baik - baik saja. Tidak mengeluh sakit. Oryz juga merengek tapi akhirnya luluh setelah Iqbaal memberi pengertian.

Dan sekarang rumah mulai sepi. Oryz ke sekolah diantar Iqbaal sekaligus ke kantor. Tinggal mbak yang sedang membersihkan halaman belakang.

Sesuai rencana (Namakamu) akan datang menemui mama mertuanya hari ini dengan membawakan nasi padang. Dia mampir terlebih dahulu di resto yang Iqbaal katakan semalam.

Sesampainya di depan rumah mama mertuanya, (Namakamu) tidak langsung turun. Dia menenangkan dulu rasa gugupnya. Dia harus terlihat santai. (Namakamu) yakin dia bisa menghadapi Mama mertuanya. Dia sudah menemui ratusan ribu orang dengan watak yang berbeda - beda sebelumnya. Dia hanya perlu lebih bersabar lagi.

(Namakamu) menarik napas dalam sekali lagi kemudian menghembuskanya. Dia lalu turun dari mobilnya dan berjalan memasuki rumah mama mertuanya dengan menenteng plastik berisi masakan padang yang tadi sudah dia beli.

Utamakan sopan santun.

(Namakamu) mengetuk pintu terlebih dahulu. Tidak berselang lama pintu dibuka dari dalam. Seorang pembantu menyapanya sopan.

"Mama ada?" Tanya (Namakamu) pada seorang pembantu di hadapannya.

"Ada. Ibuk ada di belakang. Sedang menyiram bunga." pembantu itu membukakan pintu lebih lebar.

(Namakamu) mengulurkan kantong kresek yang sedari tadi dia bawa. "Tolong taruh di ruang makan ya." Dia melangkah memasuki rumah itu. Berjalan ke halaman  belakang untuk menemui Mamanya.

"Mama, aku bantu siram tanaman ya." Kata (Namakamu) setelah berdiri di belakang tubuh Mama mertuanya.

Mama mertuanya berbalik memberinya tatapan tajam. "Gak perlu." Jawabnya kasar lalu kembali menyirami bunga - bunganya.

"Ma, aku bawain makanan kesukaan mama. Mama suka masakan padang kan?" (Namakamu) tidak menyerah.

Mama mertuanya berhenti menyiram tanaman. "Mau apa kamu sebenarnya?" Tanyanya tanpa berbalik untuk sekedar menatap (Namakamu).

"Aku mau lebih dekat sama Mama." Dengan memberanikan diri memeluk tubuh Mama mertuanya dari belakang yang tentu saja mendapat penolakan.

"Kamu pikir saya akan dengan mudah menerima kamu sebagai menantu saya dengan cara seperti ini? Enggak. Bukannya Iqbaal sudah bilang ke kamu, kalau kamu memang mau saya anggap menantu, kamu harus hamil dalam waktu empat bulan?"

(Namakamu) tercenung mendengarnya. Iqbaal tidak pernah mengatakan hal itu kepadanya. Dia kehilangan kata - kata ketika mendengar syarat yang bertolak belakang dengan apa yang dia inginkan.

"Kenapa? Gak sanggup? Bukannya itu syarat yang sangat mudah?"

"Ma. Aku mau tahu alasan Mama memberi syarat semacam itu?"

"Hanya untuk membuktikan kamu memang layak sebagai istri anak saya."

"Apa kelayakan seorang istri diukur bisa mengandung atau enggak dalam waktu empat bulan?"

"Memangnya kamu maunya gimana?"

"Aku udah berencana buat fokus merawat dan membesarkan Oryz. Aku cuma ingin mencurahkan rasa sayangku sepenuhnya ke Oryz. Apa aku salah?"

Giliran Mama mertuanya yang terdiam. Tidak bisa menjawab lagi.

"Aku tahu aku bukan Ibu kandung Oryz. Tapi aku benar - benar sudah menganggap Oryz seperti anak aku sendiri. Apa menurut Mama salah?"

Masih tidak ada sahitan dari Mama mertuanya.

"Mungkin Mama gak akan mudah buat luluh. Tapi aku yakin seiring berjalannya waktu Mama pasti akan luluh. Dan aku gak akan berhenti buat berusaha lebih dekat dengan Mama." Lanjut (Namakamu).

Mama mertuanya masih bergeming.

"Mama jangan lupa makan. Aku balik dulu. Ory sebentar lagi pulang." (Namakamu) bermapit. Dia ingin sekalian menjemput Oryz.

Jika hari ini belum berhasil, (Namakamu) masih harus mencoba lagi mengambil hati Mama mertuanya. Hanya bituh kesabaran. Dia yakin, Mama mertuanya pasti akan luluh.

Tbc...

Home - IDRTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang