9. Kekhawatiran Aras pada Arsa

29 4 8
                                        

Pak Yadi, Bu Risa, Aras, dan Arsa kini telah berada di meja makan.

"Eits, jangan makan dulu ya." Bu Risa memperingati.

"Kenapa emang Ma?" tanya Aras.

"Baca doa dululah, ya kan Ma?" tebak Pak Yadi.

"Bener sih Pa. Tapi bukan itu maksud Mama," jawab Bu Risa.

"Terus kenapa dong Tante?" tanya Arsa.

Bu Risa tersenyum misterius. "Ntar lagi juga kalian tau."

Pak Yadi, Aras, dan Arsa saling pandang.

Tiba-tiba, terdengar suara pintu rumah Aras diketuk.

"Sebentar!" ujar Bu Risa dari ruang makan. Bu Risa segera bergegas membuka pintu.

Bu Risa pun membuka pintu. Nampak dua orang dewasa berdiri di depan pintu.

"Ayo Bu, Pak, silakan masuk," ucap Bu Risa ramah.

"Iya Bu," balas dua orang tersebut dengan ramah pula.

Mereka bertiga lalu berjalan ke ruang makan. Sesampainya di ruang makan, Pak Yadi, Aras, dan Arsa terkejut melihat dua orang dewasa tersebut. Bu Risa lalu mempersilakan Bu Ratih dan Pak Tono untuk duduk.

"Loh, Ibu sama Ayah yang ke sini?" heran Arsa.

"Ma, tadi kata Mama yang dateng bukan Tante Ratih sama Om Tono. Tapi ini yang dateng Tante Ratih sama Om Tono," protes Aras.

"Iya nih Ma. Tadi Mama gak bilang kalo yang mama undang makan malem itu Bu Ratih sama Pak Tono." Pak Yadi setuju dengan Aras.

Bu Risa tertawa kecil. "Loh, Mama kan emang gak jawab apa-apa pas tadi Papa sama Aras nanya siapa yang Mama undang makan malem. Coba deh inget-inget lagi."

Pak Yadi, Aras, Arsa lalu mengingat-ingat kembali. Setelah mereks mengingat-ingat, apa yang dikatakan Bu Risa memang benar bahwa ia tidak mengatakan siapa yang ia undang untuk makan malam bersama.

"Iya deh, Mama bener," ujar Aras. Pak Yadi dan Arsa pun menyetujui.

"Tuh kan." Bu Risa tersenyum menang.

"Tapi kalian seneng kan Bu Ratih sama Pak Tono yang diundang?" tanya Bu Risa.

"Seneng bangetlah. Tante Ratih sama Om Tono kan udah Aras anggep sebagai orangtua kedua Aras setelah Papa sama Mama, ya kan Om, Tante?" Aras tersenyum senang.

"Iya Ras," Pak Tono mengiyakan sambil tersenyum.

"Kamu juga udah kita anggep sebagai anak sendiri kok," ujar Bu Ratih.

"Bu, Ibu udah punya anak loh Bu," ucap Arsa pura-pura cemburu.

"Iya iya, kamu kan emang anaknya Ibu. Nah Aras juga Ibu anggep sebagai anak Ibu juga," jelas Bu Ratih.

"Iya, canda kok Bu. Arsa juga udah nganggep Om Yadi sama Tante Risa sebagai orangtua Arsa setelah Ayah sama Ibu." Arsa tersenyum.

"Nah betul tuh. Tante sama Om Yadi juga udah nganggep kamu sebagai anak kita setelah Aras, ya kan Pa?" ujar Bu Risa tersenyum.

Pak Yadi pun menimpali. "Nah iya betul. Pokoknya kita berenam ini adalah keluarga, setuju?"

"Setuju!" jawab Bu Risa, Aras, Arsa, Pak Tono, dan Bu Risa serempak. Mereka pun saling melempar senyum.

"Ayo kita makan, Aras udah laper nih," celetuk Aras kemudian. Aras pun bersiap untuk mengambil nasi.

"Eh, baca doa dulu," cegah Bu Risa.

Our Hearts (TAMAT) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang