Saat jam istirahat, Aras, Arsa, Evan, dan Ando makan bersama di kantin sambil berbincang-bincang.
"Eh, ntar sore main yuk, mumpung gak ada pr buat besok," ajak Evan.
"Main kemana?" tanya Arsa.
"Ke tempat kalian biasa main aja, diamna?" Evan bertanya balik sambil menatap Arsa dan Aras bergantian.
"Kita mah biasa main ke lapangan deket rumah kita, danau, sama kebun teh," jawab Aras.
"Nah, ya udah, nanti kita berempat main ke sana aja. Kita kumpul di lapangan ya." Evan membuat kesepakatan.
"Jam berapa Van?" tanya Ando.
"Jam tiga aja kali ya, gimana?" Evan bertanya pendapat yang lain.
"Oke deh, gue bisa." Aras menyanggupi.
"Gue juga," ujar Arsa.
"Gue juga kalo gitu," ucap Ando.
Mereka bertiga telah sepakat untuk berkumpul di lapangan nanti sore jam tiga.
Mereka lanjut menghabiskan makanan mereka. Setelah itu, karena waktu istirahat masih tersisa beberapa menit, mereka lanjut mengobrol.
"Ras, lo gak kepikiran buat punya pacar apa?" tanya Evan.
"Emang kenapa?" Aras bertanya balik.
"Kayaknya banyak yang naksir lo diem-diem deh. Ya kan Do?" Evan tersenyum iseng.
"Iya betul tuh. Yang naksir lo banyak yang cakep-cakep loh," Ando menimpali.
"Terus? Apa urusannya sama gue?" tanya Aras.
"Lo gak mau dikenalin sama mereka gitu? Kali aja ada yang nyangkut jadi pacar," iseng Evan. Evan dan Ando sebenarnya sedang merencanakan sesuatu untuk Aras dan Arsa. Mereka sejak dulu ingin membuktikan bahwa Aras dan Arsa saling menyukai. Misi mereka sekarang adalah ingin melihat apakah Arsa cemburu atau tidak.
"Boleh sih. Coba kenalin ke gue yang paling cakep, kali aja beneran bisa jadi pacar gue," canda Aras.
"Seriusan lo mau kita kenalin ke dia?" tanya Ando.
"Serius," jawab Aras.
Evan pun memerhatikan Arsa yang sedari tadi diam saja, raut wajahnya terlihat tidak senang. Evan pun tersenyum iseng.
"Oke Ras. Do, coba panggilin Karyn, anak kelas sebelah," pinta Evan.
"Siap," balas Ando. Ando pun segera mencari Karyn. Karyn adalah teman sekelas Evan saat kelas sepuluh, namun Ando juga mengenalnya dari Evan.
Tak lama kemudian, Ando kembali ke tempat duduk mereka di kantin sambil mengajak Karyn. Ando pun mempersilakan Karyn duduk bergabung dengan mereka.
"Hai," Karyn tersenyum manis pada Evan, Aras, dan Arsa.
"Hai juga cantik," Aras tersenyum menggoda. Karyn pun tersipu malu.
"Coba deh Ras, lo ngobrol aja sama Karyn," ujar Evan.
"Oke deh," Aras mengiyakan.
"Nah iya, kita bertiga pindah ke meja sebelah ya." Ando pun berdiri lalu menggandeng tangan Evan dan Arsa.
"Eh gue juga?" Arsa nampak tidak senang.
"Iyalah," jawab Evan.
Arsa, Evan, dan Ando pun pindah ke meja sebelah Aras dan Karyn. Dari situ mereks bertiga menguping pembicaraan Aras dan Karyn.
"Kamu kelas X IPA 2 ya?" Aras berbasa-basi.
"Iya, kalau kamu?" Karyn bertanya balik sambil tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Hearts (TAMAT)
Fiksi RemajaAras dan Arsa bersahabat sejak kecil. Kian lama, Arsa menyayangi Aras lebih dari sekedar sahabat. Namun sayangnya, ketika mereka remaja, Aras menyukai teman sekolah mereka yang bernama Karyn. Arsa sangat takut kehilangan Aras. Tapi perlahan-lahan Ar...
