16

3.1K 169 0
                                    

*WARNING*

Hello guys , cuma mau ngingetin , baca chap ini pelan-pelan ya , karna banyak dialognya , oke? Dan jangan lupa buat nanya kalo bingung oke? *Ngedipinmatasokimut* *Hueekk* *Okeabaikan*

Selamat Membaca~~~

*******

AUTHOR POV

Kenapa lo harus balik Jo? Buat apa? , batin Chaca sambil masih menatap Jo tajam sebagai pertahanannya. Ia masih saja tidak dapat mengendalikan emosinya sejak empat tahun yang lalu. Ia tidak pernah tau mana pilihan sikap yang tepat untuk menghadapi permasalahan ini.

Tak berbeda jauh dengan Chaca , Jo juga bingung memilih sikapnya terhadap cewek yang ada dihadapannya saat ini. Ia memandangi muka Chaca , matanya , hidungnya , bibirnya , bahkan setiap garis pada tepi matanya. Ia tak pernah melihat gadis yang begitu ia sayangi ini menatapnya setajam itu. Ia tak pernah mengira akan mendapatkan tatapan itu dari gadis yang sejak dulu mengisi hatinya. Tapi sekarang , semuanya membuktikan bahwa Jo salah , karna sekarang Chaca telah berhasil menatapnya dengan tatapan itu.

Banyak hal yang mulai berkelebat di fikiran mereka masing-masing , tak satu pun yang bersuara sejak kalimat penuh penekanan dari Chaca tadi. Dan sekarang mereka saling mengunci mata mereka , berusaha mencari seluruh jawaban dari pertanyaan yang bermunculan di otak mereka masing.

*******

-FLASHBACK ON-

"Gue tau lo ga beneran tulus sayang sama dia! Tapi bisakan seenggaknya lo punya rasa kemanusiawian buat Sheila , Jo!"

"Bukan gue Chan , gue ga pernah kepikiran buat---"

"Terus siapa lagi kalo bukan lo?! Gue benci sama lo! Gue benci!" Chaca terisak sambil memukul Jo yang memeluknya berharap bisa memberinya ketenangan.

Butuh waktu cukup lama sampai Chaca berhenti terisak. Kini ia hanya memandang kosong ke depan tanpa menganggap Jo yang masih berada di sampingnya. Dan butuh waktu juga bagi Jo sampai ia mendapat keberanian untuk kembali membuka mulutnya dan menjelaskan apa yang terjadi.

"Chan"

Chaca masih memandang lurus kedepan.

"Chan , plis dengerin gue. Lo harus tau kalo gue tadi berusaha ngelindungin sheila. Gue sama sekal-"

"Lebih baik lo pergi Jo" ucap chaca dingin tanpa menolehkan wajahnya ke Jo.

"Tapi gue tau ini kerjaannya siapa Chan , gue bisa nyari bukti tentang pelaku aslinya. Karn--"

"Pergi Jo" potong chaca. Nadanya masih dingin , dan tatapannya masih lurus kedepan.

"Tapi ini beneran buk-"

"PERGII!" bentak chaca sambil memandangnya marah bercampur sedih.

Jo menatapnya lama , memberi pesan tersirat 'lo beneran nyuruh gue pergi?'. Tapi chaca sama sekali tidak menggubris tatapan itu , ia malah membuang , menatap lurus kedepan lagi. Matanya mulai memanas kini. Ia manarik nafas dan membuangnya lelah. "Pergi Jo. Tolong." Katanya sekali lagi tanpa memandang Jo dengan nada yang lebih tenang.

Jo berdiri , memandang chaca sejenak untuk menyakinkan dirinya bahwa itulah yang chaca inginkan , lalu pergi perlahan meninggalkan chaca duduk sendirian dengan kristal-kristal air mata yang mulai meluncur bebas dipipinya.

-FLASHBACK OFF-

*****

"Kenapa?" Jo memutuskan untuk bersuara setelah cukup lama berusaha mengenali apa yang rasakan Chaca sekarang. Chaca menaikan alisnya atas pertanyaan yang baru ia dengar.

Complicated Friend ZoneTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang