Hai haii, fyi, buat chapter ini dan selanjutnya akan lebih banyak 'AUTHOR POV' ya, biar lebih gampabg soalnya, hehe...
***********
AUTHOR POV"Ekhem... Mau kemana?"
Sheila menghentikan langkahnya, dan menoleh ragu-ragu ke arah asal suara. Dan betapa lega dirinya setelah mendapati pemilik suara itu adalah orang yang dikenalnya. Joseph.
"Eh-- ini mau pulang."
"Ko bawa tas banyak banget? Chaca sama Steve juga ga bareng lo?"
"Mm... Ini--- mm-- mereka..."
"Gue anter aja, gimana?"
Deg. deg. deg.
Entah bagaimana, hanya dengan perbincangan singkat yang bisa dihitungan dengan detik saja mampu membuat kerja jantung Sheila lebih cepat dari biasanya. Seusai penampilan bandnya tadi, ia tanpa henti mengobrol dengan Joseph di kelas, karna amnesia yang lagi-lagi menimpa dirinya. Dan sialnya, Steve dan Chaca yang ia tahu sebagai sahabatnya malah menghilang begitu saja.
"Hello?? Masih hidupkan?" ucap Joseph melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Sheila.
"Eh-- iya. Mm... ga usah deh gapapa, gue bisa pulang sendiri kok." jawab Sheila gugup. Entah kenapa dengan jantungnya yang benar-benar membuatnya serasa ingin mati ketika berhadapan dengan cowo satu ini.
"Gapapa kali, lagian ini juga udah lumayan sore, mendung pula. Kalo lo keujanan gimana?"
Dag. Dig. Dug. Deg. Deg. Deg.
Jantung Sheila berdetak semakin kencang tidak karuan ketika mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Joseph, yang bahkan baginya, baru ia kenal tadi pagi, tapi menaruh seperti... perhatian mungkin?
"Heii! Lo jadi suka bengong ya..." Joseph terkekeh melihat respon Sheila yang dari tadi hanya membisu dan melamun ketika diajak berbicara. Mungkin itu adalah efek dari kecelakaan itu? pikir Joseph.
Tinn Tinn
"Sheila pulang sama gue." seketika motor ninja yang tak kalah mahal dengan motor Joseph itu muncul di depan mereka, seketika itu juga suara itu terdengar seperti memberikan pernyataan.
"Ayo Sheii..." sang pengemudi motor itu menarik pergelangan tangan Sheila lembut. Tapi Sheila masih terpaku di tempatnya. Jelas saja, ia masih bingung dengan situasi ini. Karna baginya, bukan masalah akan diantar oleh siapa, tapi karna dia sama sekali tidak mengenal keduanya dengan baik. Joseph, baru dikenal pagi ini, dan pengemudi itu yang ia ingat pernah diceritakan oleh Chaca. Dia, Jo. Seingatnya begitu.
"Dia ga tau lo siapa, jadi dia pulang sama gue." Joseph menahan pergelangan tangan Sheila yang satunya.
"Tapi dia lebih aman sama gue." seakan mengerti arti tatapan Jo yang diberikan padanya, Joseph dengan tegas melepaskan tangan Jo yang mencengkram pergelangan tangan Sheila. "Dia aman sama gue. Dan inget. Gue bukan Dia." Jo mengerti apa maksud ucapan Joseph. Tapi tetap saja, untuk kali ini, ia tidak akan mengulangi kecerobohannya dengan meninggalkan Sheila. Ia akan menjaga Sheila untuk Chantikanya.
"Aduhhh." Sheila menghentakan kakinya dan menjatuhkan tas Chaca dan juga Steve yang sedari tadi ia bawa. "Denger ya, disini itu..." Sheila melirik kedua lelaki yang sedang bersamanya dipinggir jalan yang mulai ramai ini.
"Disini itu, gue ga kenal sama kalian berdua. Jadi, gue pulang sendiri. Ga usah ada yang nganter. Oke? Bye." Sheila kembali mengambil kedua tas sahabatnya dan mulai berjalan meninggalkan kedua pemuda yang masih bersitatap.

KAMU SEDANG MEMBACA
Complicated Friend Zone
Teen FictionIni terlalu sakit. Gue terlalu lemah. Dan gue mulai lelah. Bayangin lo jatuh cinta sama sahabat cowo lo sendiri Dan gue tau itu lagi booming banget di kalangan anak muda jaman sekarang. Tapi yang bikin lebih sakit itu tuh doi jatuh cintanya bukan s...