YEAYY BISA UPDATE!!
Yeayy Epilognya kePublish!!!
Finally! Happy Reading Guys :))Comment yang banyak ya, heeee^^
#
AUTHOR POV
Steve berlari sekencang yang ia bisa, tapi mungkin takdir memang tak mempertemukan mereka.
"Shei!" Nafas Steve tersengal-sengal, " Mana Chaca? Dia belum pergi kan?" Sheila tak bergeming, raut wajahnya lah yang berbicara.
"Shei jawab?!" Steve menggungcang bahu Sheila kalap. Apa ini artinya tak ada lagi kesempatan baginya?
"Shei sumpah, gue ga akan ngerti dengan cuma ngeliatin muka atau mata lo doang." Sheila tetap menatap Steve dengan tatapan itu. Ia tak bisa mengucapkan sepatah katapun saat usahanya untuk menyatukan kedua sahabatnya itu tak berhasil.
"Akhhh!" Erang Steve frustasi. Ya, sebenarnya ia tau jawabannya sedari tadi melihat mimic wajah Sheila. Tapi ia hanya ingin memastikan.
Seperti tak ingin menyerah, Steve menghampiri seorang petugas bandara yang berdiri tak jauh dari mereka, "Pak, pesawat tujuan Australi belum brangkat kan pak?"
"Maksud Mas, yang berangkat ke Sydney?"
"Iya pak, bel---"
"Oh, baru aja lepas landas mas sekitar lima belas menit yang lalu"
Bahu Steve merosot perlahan. Joseph menepuk bahu Steve dari belakang sambil berkomunikasi dengan Sheila lewat tatapan mata.
"Steve..."
"Gue telat La, Josh..." Steve memandang kosong pintu keberangkatan yang berada beberapa meter dari tempatnya berdiri. Pintu yang telah membawa cintanya pergi.
"Dia nitipin ini Steve,"
#
STEVE POV
Hampa. Rasanya hampa tanpa ada dia disisi gue. Dan ini bener-bener terjadi. Dia ga pergi untuk sekedar menjauh atau menjaga jaraknya dengan gue. Tapi dia pergi. Benar-benar pergi.
Gue menatapi kotak merah marun yang tergeletak diatas meja kecil disamping tempat tidur gue. Gue meraih kotak itu, dan membukanya secara perlahan. Gue menatapi seluruh isi kotak itu.
Gelang Rajut. Itu adalah gelang yang gue belikan waktu gue, Chaca, dan Sheila pergi ke pasar malam. Ada juga gelang dengan tulisan 'Prince - 2s' yang sempat kami perebutkan waktu itu. Gue yang ngotot ingin membelikannya untuk Sheila, dan dia yang sudah menyukai gelang itu dari awal melihatnya.
Kalung. Kalung itu adalah hadiah dari gue waktu ulang tahunnya yang ke enam belas. Liontinnya berbentuk sepasang lumba-lumba. Walau saat itu gue memilihnya hanya karna badan lumba-lumbanya terbuat dari gading yang membuatnya terlihat manis, mungkin sekarang gue akan berharap kalau liontin ini menandakan gue yang akan tetap bersama dengan dia dimana pun dan kapan pun dia berada.
Kemudian ada sebuah topi. Itu adalah topi couple yang gue beli waktu ada di sebuah festival, dan kebetulan gue cuma pergi sama dia, dan karna kita sama-sama suka topi itu, kami membelinya.
Lalu sebuah gantungan kunci berbentuk teddy bear. Chaca emang suka banget sama teddy bear, dan gue sengaja membelikannya saat
Selanjutnya

KAMU SEDANG MEMBACA
Complicated Friend Zone
Fiksi RemajaIni terlalu sakit. Gue terlalu lemah. Dan gue mulai lelah. Bayangin lo jatuh cinta sama sahabat cowo lo sendiri Dan gue tau itu lagi booming banget di kalangan anak muda jaman sekarang. Tapi yang bikin lebih sakit itu tuh doi jatuh cintanya bukan s...