Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

8

2.7K 345 10
                                        

"ARJUN! MAU JADI APA KAMU!" Pak joko, guru bk mereka tiba tiba marah ke junkyu.

"Kenapa ya pak?" Tanya junkyu bingung.

"Nggak usah sok nggak tau! Saya tunggu di ruang bk sekarang!" Pak joko langsung pergi meninggalkan mereka.

"Kenapa sih bang?"

"Nggak tau gue juga, ayo deh ji lo temenin gue" Junkyu menarik jisung tangan jisung dan pergi menuju ruang bk.

Sesampainya di ruang bk, wajah pak joko tampak sangat marah "Ada apa saya dipanggil pak?"

"Duduk!" Suruh pak joko
"Kamu ngerokok di sekolah?" Lanjutnya.

Junkyu menggeleng "Saya nggak ngerokok disekolah pak"

"Nggak usah bohong kamu! Saya dapat laporan dari anak lain, mereka liat kamu ngerokok di taman belakang!"

Junkyu mulai jengah "Apasih pak tiba tiba marah terus nuduh saya yang enggak enggak"

Pak joko melempar sebungkus rokok ke meja "Jelasin kenapa rokok itu ada di tas kamu"

Jisung menatap junkyu yang juga sama kagetnya.

"Saya nggak tau pak, dari tadi saya nggak di kelas. Itu bukan punya saya" Jelas junkyu.

"Kamu sama geng kamu itu emang bisanya bikin onar doang. Cuma bisa malu maluin nama sekolah!"

"Tapi itukan bukan punya abang saya pak!" Jisung membela junkyu.

"Nggak usah belain abang kamu! Kamu tau kan apa konsekuensinya kalo ngerokok disekolah?" Pak joko terus memojokkan junkyu.

"Itu bener bener bukan punya saya pak! Saya nggak mau dihukum! Bapak bisa tanya ke temen temen saya, saya nggak pernah ngerokok pak"

Pak joko tidak percaya "Temen kamu sama kamu itu sama aja, mereka juga pasti bilang enggak. Nggak usah mengelak lagi arjun, sudah ada barang bukti dan saksinya"

"Kalau boleh tau siapa saksinya pak? Kenapa tidak dibawa kesini?" Tanya jisung.

"Dia tidak mau dibawa kesini karena takut kalo diapa apain sama abangmu sama gengnya. Abangmu ini kan preman sekolah" Pak joko meremehkan.

Junkyu merasa tersindir dengan ucapan pak joko "Saya emang bandel pak, tapi saya nggak pernah keroyokan! Lagian bisa aja dia fitnah saya!"

"Kamu ini sudah terbukti salah malah menyalahkan orang! Saya sudah tidak mau dengar penjelasan kamu lagi, ambil surat skors ini dan keluar" Ucap pak joko final.

Jisung menggebrak meja "Tapi abang saya nggak salah pak! Bapak nggak bisa main skors seenaknya!"

"Jian! Jaga sopan satun kamu, jangan mentang mentang kamu salah satu murid kesayangan saya kamu jadi seenaknya!" Pak joko membentak jisung

"Saya nggak butuh di sayang sama guru yang nggak adil kaya bapak" Jawab jisung.

"Tenyata kalian itu sama saja, cepat keluar!" Pak joko mengusir mereka.

Junkyu mengajak jisung keluar. Perasaanya sangat kacau, bagaimana caranya menjelaskan pada kedua orang tuanya? Sungguh dia sangat bingung.

"Bang lo beneran nggak ngerokok kan?" Tanya jisung.

"Enggak ji, lo nggak percaya sama gue?" Jawab junkyu

"Gue percaya, tapi gimana ceritanya itu rokok bisa ada di tas lo?"

"Gue juga nggak tau. Gue mau nyamperin temen gue dulu ya" Junkyu hendak pergi.

Jisung menahan tangan junkyu "Gue ikut!"

Junkyu mengangguk dan mereka pergi ke kelas junkyu. Sampai dikelas, junkyu disuguhi pertanyaan dari teman temannya tentang rokok itu, tapi junkyu hanya diam. Dia menemui teman se gengnya dan mengajak mereka keluar.

"Ada yang tau kenapa pak joko bisa nemuin rokok di tas gue?" Tanya junkyu.

"Kita nggak tau jun, tadi tiba tiba pak joko nyuruh lucas buat ambil tas lo. Terus dia nemuin rokok, kita juga kaget ada rokok di tas lo" Jawab renjun.

"Ini pasti ada yang jebak gue nih. Tadi ada orang asing yang masuk kelas?"

"Kita nggak merhatiin jun, tadi kita lagi mabar. Jadi nggak liat ada orang asing apa enggak" Ucap jeno yang membuat junkyu menghela nafas.

"Tapi lo udah jelasin ke pak joko kan jun kalo itu bukan rokok elo?" Lucas bertanya pada junkyu.

Karena junkyu hanya diam, jisung yang jawab "Udah bang, tapi pak joko nggak percaya. Dia bilang udah ada saksi sama buktinya jadi bang junkyu tetep dihukum"

"Siapa saksinya ji?"

"Pak joko nggak mau jawab dengan alasan takut anak itu dikeroyok sama kalian" Jelas jisung.

Teman teman junkyu langsung pada emosi. Mereka tidak pernah mukulin orang. Tapi kalo kasusnya kaya gini ya bisa aja omongan tu orang jadi kenyataan.

"Tenang jun, kita bakal bantuin lo buat cari pelakunya. Lo nggak salah, lo nggak perlu sedih" Jaemin memegang pundak junkyu.

Junkyu tersenyum, teman temannya benar dia tidak perlu bersedih. Dia tidak bersalah, dan dia akan membersihkan namanya dengan cara mencari siapa pelakunya.

🚀🚀🚀🚀

Hari ini adalah hari dimana chenle akan lomba bernyanyi. Jaehyun dan lisa akan pergi menontonnya. Junkyu memaksa untuk ikut. Awalnya lisa tidak setuju karena junkyu harus sekolah, tapi karena junkyu memaksa dan jaehyun menyetujui akhirnya dia setuju.

Junkyu belum bilang kalau dia di skors, dan dia juga tidak berniat untuk bilang. Dia akan merahasiakan ini dari orang tuanya.

Lomba bejalan dengan baik, alhamdulillah chenle mendapat juara. Walaupun bukan juara satu, tapi tetap saja membuat semua orang bangga dan dia langsung trending di semua media sosial.

"Wihh selamat sayang, bunda bangga" Lisa memeluk chenle.

"Keren banget lo chen! Ayo dah makan makan" Ucap junkyu.

"Makan makannya nanti aja, nungguin jisung pulang sekolah" Jaehyun menolak ajakan junkyu.

"Oh iya lo kok nggak sekolah bang?" Tanya chenle.

"Gue kan mau nonton lomba adek kesayangan gue" Jawab junkyu sambil mencubit pipi chenle.

Chenle melepaskan tangan junkyu "Sakit ah. Bilang aja lo males sekolah!"

"Lo tuh gimana sih, udah gue bela belain nggak sekolah malah gitu ngomongnya!" Junkyu cemberut.

"Iya iya, makasih abangg" Chenle memeluk junkyu.

"Ihh lepas lepas jijik!" Junkyu melepas paksa pelukan chenle.

Chenle mengadu pada jaehyun "Ayahh, abang tuh nyebelin"

"Dasar tukan ngadu!"

"Biarin. Awas aja lo nggak gue jajanin lagi!"

"Gue minta aja sama ayah"

Lisa pusing mendengar anaknya berantem "Udah udah jangan berantem. Berisik tau nggak sih!"

"Abang duluan bun" Adu chenle.

Junkyu tidak mau kalah "Apaan lo duluan yang nyebelin!"

"Lo-"

Jaehyun menutup mulut kedua anaknya "Ini mulut kaya bebek nyerocos mulu"

"AYAH!" Ucap mereka barengan.

Lisa tertawa melihat kelakuan mereka, ayah dan akan sama saja. Lalu mereka pergi buat jemput jisung.

Sampai disekolah chenle turun dari mobil untuk menjemput jisung. Dia langsung disambut ucapan selamat dari teman dan gurunya.

Tapi, ada seseorang yang melihatnya dengan perasaan tidak suka. Bagaima bisa semua orang bangga padanya setelah kemarin abangnya membuat masalah? Harusnya orang orang mencemooh dia, bukannya malah memujinya. Rencananya gagal! Orang itu mengepalkan tangannya dan pergi.

OUR FAMILYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang