Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

9

2.6K 317 1
                                        

Pagi ini junkyu tetap memakai seragam dan berangkat sekolah seperti biasanya. Dia akan tetap berakting seperti itu sampai waktu skorsnya habis, bahkan chenle saja belum tau kalau abangnya di skors.

Jisung sedih melihat junkyu seperti itu, orang yang sudah memfitnahnya benar benar jahat.

"Dek, kalian turun sini ya? Abang mau balik, tugas abang kayaknya ketinggalan" Junkyu menghentikan mobilnya beberapa meter dari sekolah.

"Ihh males lah bang, ini bentar lagi nyampe" Chenle menolak.

Jisung yang paham dengan situasi ini mengajak chenle keluar "Udah ayo turun, biarin abang ambil tugasnya. Keburu kesiangan nanti"

"Iya iya"

Setelah turun dari mobil mereka jalan ke gerbang sekolah dan pergi ke kelas masing masing.

Sampai dikelas chenle disambut asahi dan felix dengan senyuman. Tumben tumben asahi senyum.

"Selamat lex, gue denger lo kemaren juara" Ucap felix menjabat tangan chenle.

"Gue bangga sebagai temen lo" Gantian asahi menjabat tangan chenle.

"Makasih ya, tapi sayang gue nggak dapet juara satu" Balas chenle.

"Satu, dua itu kan cuma angka. Yang penting lo udah berusaha buat mengharumkan nama sekolah. Asekk bijak bet gue" Asahi tertawa dengan ucapannya sendiri.

"Lex gue laper nih. Kantin kuy" Ajak felix.

"Masih pagi gini ngajakin ngantin. Kalo telat masuk gimana?"

"Ini kan lagi class meeting, dari kemaren kita nggak ada pelajaran" Jawab asahi

Chenle berfikir, ini nggak ada pelajaran tapi kenapa junkyu pulang buat ambil buku tugas? Apa abangnya bolos sekolah? Tapi kan harusnya jisung tau dan ngelarang dia.

"Woi, ayo kantin. Malah ngelamun" Felix membuyarkan lamunan chenle.

"Bayar sendiri sendiri kan?" Tanya chenle, dia tau kalau temannya pasti minta ditraktir. Dia hanya memancing saja.

"Ya elo lah yang bayar. Pajak menang" Jawab felix sambil ber tos ria dengan asahi.

Kantin sepi, soalnya masih pagi. Cuma ada beberapa orang aja yang mungkin lagi sarapan.

Chenle, felix, dan asahi makan sambil bercanda seperti biasanya. Terus chenle liat temen temen junkyu lewat. Tapi tidak ada junkyu disana.

"Bang renjun! Bang junkyu mana?" Tanya chenle.

Renjun dan teman temannya kaget dengan pertanyaan chenle, mereka bingung harus jawab apa. Junkyu memang sudah berpesan agar tidak memberi tahu chenle dan orang tuanya.

"Arjun di kelas lex, dia lagi males keluar" Jawab jaemin.

"Kenapa bang?"

"G-gue nggak tau lex. U-udah ya lex kita pergi dulu" Jihoon langsung menarik teman temannya pergi.

"Ada yang nggak beres nih" Chenle mengetuk ngetuk meja "Gue mau ke kelas bang junkyu dulu deh"

"Eh jangan lex" Felix reflek menarik tangan chenle. "M-maksud gue nanti aja, abisin dulu makanannya"

Chenle kembali duduk dan tidak lama handphonenya bunyi.

'Gimana perasaannya liat abang kesayangan di skors gara gara masalah yang nggak dia buat?'

Chenle mengernyitkan alisnya melihat pesan dari nomer privat itu lagi. Chenle membalas pesan itu.

'Maksud lo apa?'

OUR FAMILYCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang