[Fanfiction : Nomin]
"Memori, apakah bisa mempertemukan kami?
Potongan memori ini, masih ada. Tak akan pernah hilang.
Karena kamu, sangat berharga untukku."
Cast :
• Na Jaemin
• Lee Jeno
Other :
• Wong Yukhei
• Lee Minhyung
Selangkah lagi ia akan sampai, namun tertahan karena sesuatu.
Ini tidak mungkin.
Jeno, berada disana tengah memandang langit malam. Tak lama melihat ke arahnya, "Mengapa kau berhenti?"
Sangat terkejut, bagaimana bisa Jeno tahu tempat ini?
"Kemari."
Ia masih belum bergerak, akhirnya Jeno berjalan ke arahnya, menggapai jemari miliknya.
Genggaman ini, debaran ini, sangat membingungkan untuk dirinya.
"Tempat ini, sepertinya tidak asing untukku. Kau pasti tahu."
"Aku-
"Jangan berbohong, kau pun kemari."
Mereka saling berhadapan, dengan genggaman yang masih terpaut.
"Katakan yang sebenarnya, apa kita pernah bertemu sebelumnya?"
Ia menunduk, ketakutannya menjadi kenyataan. "Jika aku katakan iya, apa yang akan kau lakukan? Kau pasti tidak percaya."
"Aku percaya padamu."
Tidak Jeno.
"Aku ingin kau membantuku, mengingatnya."
Mencoba melepaskan genggaman itu, namun sekuat tenaga ia tidak bisa melepaskannya.
Jeno terlalu kuat.
"Sudahlah, jangan memaksakan hal yang tidak bisa kau coba."
"Maka dari itu, aku mau kau membantu."
"Aku-
"Mengapa kau terus menghindar? Kau tahu, itu menyakitiku."
"Jeno-
"Aku ingin melakukannya, karena ada kau."
Genggaman ini, menjadi tautan bagi mereka.
"Kau bilang memori akan selalu tersimpan kan? Karena itu, aku mencoba mengingat siapa kau. Jangan ada yang ditutupi lagi, dan jangan menghidar dariku."
Setetes air mata turun, hingga tetesan lain juga melakukannya.
Ia tidak bisa menutupinya.
Karena pintu yang sudah terkunci, terbuka lebar hanya karena sosok Lee Jeno.
"K-kau menangis? Jangan . . . kau semakin menyakitiku jika seperti ini."
Usapan lembut, menyapa kulit wajahnya. Seraya hembusan napas ia rasakan, menutup mata untuk menikmati.
"Jaemin, tunjukkan sebuah jalan dimana memori kita pernah menyatu."
Kecupan lembut di wajahnya, hingga sebuah lengan memeluk pinggangnya. Rasanya aneh . . . dan menggelitik.
"Na Jaemin, aku mencintaimu."
To be Continue
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.