Jaemin pergi ke tempat itu, untuk terakhir kalinya.
Ia tidak akan kemari lagi.
Menikmati udara malam, benar-benar sangat dingin. "Bintang, terima kasih sudah mengabulkan permintaanku."
Walaupun begitu, permintaannya benar-benar tidak sesuai apa yang ia inginkan.
"Lee Jeno, temanku . . . cintaku . . .
Bertemu denganmu . . itulah keinginanku, dan semua ini sangatlah menyenangkan, aku bahagia sekali . . .
Sekarang, waktunya untuk berpisah. Aku memaafkanmu dan keluargamu, jadi kau tidak perlu lagi mencariku. Selamat tinggal . . . "
Ia pun berbalik dan pergi dari tempat itu. Namun suara langkah kaki terdengar, semakin mendekat.
"NA JAEMIIINNNN!!!!"
Ia menutup matanya erat, enggan untuk melihatnya.
Suara ini . . .
Menjadi memori terakhir untuknya, bagai melodi seumur hidup.
"Nana . . ."
Netranya terbuka, ia tidak salah dengar 'kan?
A-apa . . . ?
Nana?
Ia sudah berada dalam dekapan seorang Lee Jeno. "Ku mohon, jangan pergi . . . Jangan tinggalkan aku, Nana."
Air matanya mengalir, ia memeluk tubuh itu erat.
Walau membenci, namamu selalu di hati.
"Jeno . . Jeno . . ."
Ia terus memanggil nama itu.
"Nana . . ."
Sosok itu menatapnya.
"Aku tidak mungkin melupakan sosok yang berharga, yang selalu menemaniku, dan kau menjadi pendengar yang baik untukku . . yang selalu menceritakan semuanya padamu."
Ia melepaskan pelukan itu.
"Mengapa kau berbohong? Kau tahu kan aku sangat merindukanmu dan menunggumu, membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk melakukannya."
Sosok itu tersenyum.
"Karena rasa bersalahku akan keluargaku yang telah menyakiti keluargamu, aku tidak bisa mengatakannya. Jadi, aku mencoba menutupinya."
Jaemin pun membuang muka ke arah lain. "Setidaknya, jika kau memang melakukannya hanya karena itu, seharusnya kau katakan saja terus terang. Aku tidak akan marah, karena kau sudah jujur kepadaku."
"Tidak. Bukan hanya karena itu . . "
Jeno menarik dagunya dan mempertemukan bibir mereka. Sentuhan ini, selalu menjadi candu untuknya . . .
"Karena kau, aku terus mencarimu."
"Mencariku?"
"Apa kau ingat cafe itu? Aku selalu mencarimu dan singgah sejenak disana hanya untuk beristirahat. Selalu tempat itu . . . mungkin pemilik cafe itu tahu siapa aku.
Selama aku hidup, di pikiranku hanya Nana, Nana dan Nana. Aku tidak bisa melupakanmu. Akhirnya, aku melihat seseorang sedang memotret dengan kamera miliknya. Aku merasa jika aku mendatangimu, maka aku pasti menemukan jawabannya.
Dan ternyata ini kau, Nanaku."
Menggenggam tangan Jaemin, dan mempertemukan dahi mereka yang menyatu.
"Kenapa aku tidak menemukanmu dalam waktu dekat ya?"
"Mungkin . . . . skenario kita seperti ini. Tapi aku bersyukur bisa melihatmu lagi, walau awalnya ku pikir kau tidak mengingatku . . "
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙈𝙚𝙢𝙤𝙧𝙞𝙚𝙨 | 𝙽𝙾𝙼𝙸𝙽
Фанфикшн[Fanfiction : Nomin] "Memori, apakah bisa mempertemukan kami? Potongan memori ini, masih ada. Tak akan pernah hilang. Karena kamu, sangat berharga untukku." Cast : • Na Jaemin • Lee Jeno Other : • Wong Yukhei • Lee Minhyung
