7

710 98 1
                                        

"Ayah, Ibu, aku datang."

Ia berada di sebuah tempat, dimana orang tuanya tinggal dengan tenang.

Pemakaman.

"Aku tahu ini kesalahan kita terhadap keluarga Jeno, hingga mereka pergi."

Dulu, orang tua Jeno dan dirinya memiliki konflik bagaimana keluarga Jeno yang terus saja menjatuhkan harga diri keluarganya.

Dan Ayahnya mencoba melakukan sesuatu untuk membalas bagaimana rasanya di jatuhkan.

Hingga mereka menyalahkan keluarganya dan pergi meninggalkan tempat itu.

Sepenuhnya bukan kesalahan keluarganya.

Jeno kecil pun masuk ke dalam mobil sambil terus berteriak memanggil Jaemin kecil yang dimana terus mengejar mobil itu dengan tangisan, mobil itu melaju dengan cepat hingga Jaemin kecil bersimpuh dengan terus memanggil nama Jeno.

Menyakitkan.

"Aku telah menemukan Jeno, dan sepertinya dia tidak mengingatku."

Jeno yang sekarang berbeda, ia masih ingat bagaimana Jeno kecil selalu memperlihatkan senyuman dengan eyesmile. Tidak pernah menjauh sedetik pun darinya, dan memanggil dirinya 'Nana'.

"Dia sangat tampan, andaikan saja kalian melihat bagaimana dirinya."

Ia tidak bisa menghadapi Jeno sekarang.

Takut jika ia terjatuh pada sosok yang begitu mempesona, teman kecilnya.

"Apa yang harus ku lakukan? Aku tidak mau mengecewakannya. Kesempatan ini tidak boleh ku sia-sia kan."

Mengapa kau melarikan diri Jaemin?

Jeno sekarang berada di sekitarmu, dan sekarang kau menjauh darinya?

"Dia mencintaiku, dan aku ingin dia mengingatku sebagai orang yang berharga untuknya. Tapi, jika dia masih belum mengingatku, apa aku mundur saja . . ."

Menyerah.

Ia menyerah.

"Maafkan aku Jeno, ini tidak akan berhasil."

Memilih untuk memendam, agar semuanya tetap baik-baik saja.

Na Jaemin.

Aku mengerti jika rasa takut dan ragu terus menghantuimu.

Mengapa kau tidak mencoba untuk melihat usaha Jeno?

Berikan dia kesempatan.

Maka, kalian pasti akan mendapatkan jawaban.

To be Continue

To be Continue

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

- Din

𝙈𝙚𝙢𝙤𝙧𝙞𝙚𝙨 | 𝙽𝙾𝙼𝙸𝙽Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang