Past

601 67 4
                                    

"Hmm... Kau pasti tak ingat padaku kan?" Ucap si keriting lagi. Aku tak menjawabnya karna mr.Levin menatap tajam ke arah kami, mungkin ia akan memarahiku atau mungkin ia...

"Mr.Styles sabar sedikitlah, jam istirahat sebentar lagi nah baru itu jam yg sangat tepat untuk berkenalan dengan mrs.Palvin" ucapnya dengan senyum sinis.hahahaha rasakan kau keriting

Si keriting membalas dengan anggukan dan langsung memperhatikan mr.Levin . Murid-murid lalu menatap Harry dan menatapku dengan tatapan ya kalian tau... Tatapan tak suka padaku hfttt. Zayn menatap tajam padaku?pada Harry?atau siapa?

Pelajaran art berlangsung dengan sangat mulus, mr.Levin mengajari beberapa dasar menggambar yg sudah kukuasai karna ya memang aku bisa menggambar.

"Oke pelajaran sudah berakhir dan point terbesar didapatkan okeh mrs.Palvin, selamat! Dan kau mr.Malik baru kali ini kau dikalahkan haha kau punya pesaing di kelas art ini" ucap mr.Levin membuat Zayn menatap tajam padaku lagi. Hih dia itu kenapa sih?

Setelah mr.Levin keluar dari kelas, murid-muridpun berburu2 keluar dari kelas dan pasti menuju ke arah kantin

"Zayn tunggu" teriakku pada si pakistan itu. Aku hanya akan bertanya sedikit padanya tentang soal kemarin malam tapi tiba-tiba tanganku di cengkram sangat kuat oleh Harry.

"Awwww sakit bodoh!" Ringisku pada si keriting menyebalkan ini

"Kau kenal dengan Zayn? Aku perlu berbicara padamu barbara, sekarang juga" ucapnya dingin tak ada seringainya tak ada tatapan genitnya. Ia sangat serius sekali

"Lepaslah Harlord, jangan kasar pada gadis, apa kau ingin disebut banci?huh?" Teriak Zayn dari ambang pintu lalu menghampiriku dan menarikku ke luar kelas. Harry membeku dan hanya menatap sangat mematikan pada Zayn. Kalau saja mata Harry adalah pisau mungkin Zayn sudah mati.

"Jangan berdekatan dengan harry ok?! Dia terlalu berbahaya" Tegas Zayn padaku dengan melepaskan tangannya dari genggaman tadi.

"Kenapa? Memang dia siapa? Kau kenal padanya?" Ucapku tak mengerti

"Kita bertemu nanti di balkon jam 7 malam ok? Aku banyak urusan skrg. Sana pergilah makan si bodoh Niall telah menunggumu di kantin" ucap Zayn sambil pergi dari hadapanku. Zayn benar Niall pasti sudah menungguku di kantin.

Sampailah aku di kantin dan akan menuju bangku yg biasa Niall tempati tapi... What?!! Kenapa si keriting bisa ada disitu dengan Niall? Mereka berbincang sangat serius sekali. Uhhh mengerikan, gara-gara Zayn berkata Harry berbahaya aku jadi sangat enggan untuk berdekatan dengannya

"Barbara haii ayo sinii" panggil Ariana dengan senyuman manis. Aku ingat mungkin ia akan menanyai tentang Niall

"Kau tak makan?" Ucap Ariana lagi

"Tidak aku tak lapar" ucapku berbohong karna kalau saja aku mengambil makan pasti Niall dan Harry melihatku uh tidakkk tidakkk lebih baik aku menahan laparku saja

"Kau menyukai Niall??" Tanyanya berhasil membuatku menganga lebar

"Ya ampun Ari itu tidak mungkin haha kita teman" jawabku dengan tertawa karna pertanyaan itu sangatlah konyol

"Syukurlah" ucap Ariana dengan suara kecil, mungkin ia mengira aku tak mendengarnya tapi aku mendengarnya dan aku hanya tersenyum mendengar pernyataan bahwa Ariana memang masih menyukai Niall

"Oh ya Ari, mana teman-temanmu? Kendall? Selena?" Tanyaku penasaran karna aneh saja kelompok kan biasanya bersama tapi ini tidak

"Mereka menjauhiku karna aku ingin berteman denganmu" jawabnya polos

"Hah?!!! Apa itu benar?" Tanyaku tak percaya

"Ya! Karna aku capek berteman dengan mereka, mereka bermulut seperti pisau huh sangat tajam, aku tak suka, mungkin aku bisa berteman denganmu barbara?" Ucapnya tulus kurasa, maupun ia tetap dengan aktivitas makannya dan tak menatapku

FEELINGSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang