Confused

546 67 4
                                        

"Kau masih mengingat Luke kan?" Aku terbelak sangat kaget, mendengar pertanyaan Harry yg menurutku tak usah ditanyakan lagi, kalau saja aku bisa menjawab ya aku akan menjawabnya tapi mulutku seperti terkunci saat ini.

"Kau kenapa barb? Apa kau baik saja?" Ucap harry lagi

"Ya tentu"

"Jadi? Apa kau meng..."

"Aku benci mengingatnya Harr jd stop ok" ucapku terburu2 memotong pembicaraannya agar Harry tak menyebut namanya lagi

"Oh ok, tapi banyak sekali yg harus kuceritakan padamu mengenainya, tapi kalau kau belum siap mungkin lain kali" ucap Harry lagi. Sebenarnya aku siap mendengar cerita yg akan Harry utarakan tapi hatiku mungkin belum siap malah tak akan siap.

Aku hanya mengangguk lesu. Setelah itu Harry tak lagi membahas tentangnya, Harry dan aku menceritakan kejadian konyol di sekolah dulu di Australia, mulai dari pembullyan Harry, menertawaiku menangis, dan masih banyak lagi. Harry masih tau percis akan hal kecil tentangku misalnya dengan membelikanku rasa ice cream favoriteku yaitu coklat, membelikanku boneka favoriteku panda kecil, dan masih banyak lagi. Matahari sudah tenggelam tandanya hari sudah larut. Harry mengajakku untuk pulang karna ia tau Justin akan marah kalau adiknya ini berkeliaran pergi memakai seragam sekolahnya sampai larut malam.

"Thanks Harry, aku sangat sangat sangat senang akan hari ini" ucapku pada Harry

"Terimakasih juga, akupun sama sepertimu. Aku pulang ya. Berikan salamku pada orangtuamu dan justin.Byeee" ucap Harry sambil melambaikan tangannya padaku, akupun membalasnya lalu masuk ke dalam rumah.

Sepi sekali rumah ini. Aku beranjak ke kamarku...

"Baru pulang? Darimana saja?huh? Ponselmu tak aktif? kenapa?" Ucap justin yg tiba-tiba keluar dari kamarnya dengan beribu pertanyaannya

"Hpku abis baterai justtt, aku baru beres kerja kelompok menggambar maaf tak menghubungimu" ucapku berbohong, kalo aku mengatakan jujur mungkin sekarang justin sedang menceramahiku sampai mulutnya berbusa mungkin

"You lie!!" Ucap justin datang ke arahku lalu melihat mataku mencari kebenarannya di dalamnya mungkin

"No justin, mom and dad kemana ? Kenapa rumah sepi?" Ucapku mengalihkan tatapan justin

"Mereka pergi ke Australia lagi kali ini mom ikut untuk menemani dad disana, mereka akan lama mungkin bisa 1 bulan lamanya" Selalu seperti itu , resiko memiliki orangtua pengusaha ya ini.. Ditinggal pergi keluar negeri

"Kau lapar? Akan ku masakan spageti" ini namanya kaka yg sangat pengertian

"Emmm kau sangat baik justin tentu aku lapar kau tau kan seorang murid telah mengerjakan beratus ratus soal dalam sehari" terlihatlah sekarang drama queenku

"Aku tak peduli, aku hanya ingin kau hidup sweety" ucap justin mencolek daguku lalu pergi

Hari yg sangat sangat melelahkan tapi menyenangkan dengan si keriting tadi, aku mengingat wajah Harry yg mencoba membuat lelucon paling gila di taman itu membuatku tersenyum lagi. Ku lihat jam sekarang menuju jam 8. Mungkin diam di balkon adalah waktu yg tepat sambil menunggu justin memasak karna kalo justin memasak ia akan memakan waktu yg sangat lama.

"Kau lupa janji bertemu denganku disini jam 7? Aku sudah menunggumu 1 jam barbara" ucap zayn yg tak kulihat sedari tadi dia duduk di balkon, shit aku benar benar lupa

"Ma..af Zzayn" Ucapku terbata bata

"Kau mengenal Harry?" Ucapnya sambil mematikan rokok yg ada di tangannya

"Ya dia temanku dulu di Australia. Kau mengenalnya? Kau bilang kalau aku tak boleh berdekatan dengan Harry. Memang kenapa ?" Tanyaku nyaris sempurna tak ada gugup tak ada takut untuk bertanya pada Zayn

"Tak apa2 aku sedang tak ingin membahasnya" ucap Zayn tiba2 beranjak dari kursi balkon untuk masuk ke dalam dengan gelagat sangat dinginnya

"Aneh... Dasar Lelaki aneh"

"Siapa yang aneh? Kau tak membicarakanku kan? Ini makananmu ayo makan" ucap Justin tiba-tiba, kenapa semua orang berkata tiba2 untung saja jangungku normal hfttt

"Kau mengagetkanku bodoh" ucapku lalu mengambil satu piring yg ada ditangan justin dengan kasar

"Pelan-pelan bodoh, eh ya aku akan keluar sebentar jangan kemana2 ya ini sudah jam 9 malam" ucap justin dengan kebiasaannya mengacak2 rambutku. Dan aku hanya membalas dengan anggukan.

Suara mobil dari bawah terdengar sangat nyaring itu tandanya justin sudah pergi dari rumah. Aku pun masuk ke dalam kamar karna tak mungkin aku menghabiskan makananku di balkon , Ku nyalakan lagu dari iphoneku agar tidak terlalu sunyi.

Setelah makan habis iphoneku bergetar menandakan bahwa ada sms masuk

From : xxxxxxx

'Bisa kau ke balkon sebentar? Aku ingin berbicara denganmu -Z'

Siapa ini ? Z? Zayn ? Kalau iya Zayn ? Ia dapat darimana no telfon ku . Ku intip terlebih dahulu agar tau apa zayn ada diluar atau tidak kalo dia tak ada berarti itu bukan....

"Cepatlah ini sudah malam aku tak akan banyak berbicara" ucap Zayn seperti biasa mengagetkanku

"Ada apa?"

"Aku ingin meminta bantuan padamu... Mungkin ini agak aneh tapi ya memang aneh. Hmmm maksudku... Aku ingin meminta bantuanmu untuk menjadi kekasihku, jangan salah ini hanya pura-pura. Bagaimana?"
......


Makasih banyak ya yang udah sempetin baca 😊😊 maaf masih banyak banget kata-kata yg ga baku malah jadi beku heheehehe makasih sekali lagi☺️

FEELINGSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang