#Chapter 7 : Isi Hati Irene,...

2.1K 89 0
                                        

Entah karena apa, Irene tengah di landa Bad mood pagi ini. Well, maybe karena red day kali ya? But, Irene merasa ganjal dengan perasaannya.

"Hai Irene."

Sedari tadi memang banyak siswa yang terus menyapa Irene. Well, siapa sih yang tidak tahu Irene dan tidak mau dekat dengan Irene?

Siapa sangka? Irene adalah model sebuah majalah cukup terkenal juga sebenarnya. Banyak orang yang mengenalnya. Ia cantik dan lembut.

Setiap hari pasti selalu ada pria-pria yang ingin menjadi pacarnya. Well, Irene cukup tegas pada pendirian cintanya.

'Mencintailah, jangan biarkan yang mencintaimu di gantung cintanya. Cinta butuh kepastian dan pendirian.'

Ya, itu lah yang ibunya katakan. Dan dia sudah menempatkan hatinya pada seseorang. Seseorang yang selama ini selalu berada di sisinya. Seseorang yang selalu menjadi penghiburnya di kala duka, dan seseorang yang,..

Kini tengah membuat hatinya tergores cukup dalam.

***
"Irene, lo kenapa nangis? Udah dua hari tau gak lo nangis terus." Tanya Stevan.

"Raka, Van. Raka. Gue tau dia Kai yang selama ini gue cari, tapi dia gak mau ngaku!" Ujar Shilla sambil tetap menangis.

"Shil, lo harus tenang. Semua yang ada di dunia ini tuh butuh proses." Ucap Stevan.

Stevan menarik Shilla lebih dekat padanya. Lalu menyenderkan Shilla pada dadanya. Sekedar untuk menenangkannya. Lalu Stevan beralih mengelus-elus pelan pundak Shilla.

"Tenang aja. lambat laun Raka pasti ngerti." Ucap Stevan.

Stevan menatap keseluruhan kelas. Masih lumayan sepi ternyata. Namun ia mendapati seorang gadis berdiri di depan pintu dengan air mata di pipinya.

"Irene?" Ujar Stevan.

Irene tidak menjawab. Ia hanya menatap datar Shilla dan Stevan. Shilla menegakkan tubuhnya dan ikut melihat kearah Irene.

"Ren, ini gak seperti yang lo liat Ren. Gue Bi-"

"Lo jahat Stev. LO JAHAT!"

Irene berlari keluar kelas. Tidak melihat keadaan sekitarnya.

"IRENE!"

Stevan hendak akan mengejar Irene saat ia ingat bahwa Shilla masih ada di situ. Dua sahabat perempuannya menangis dan sia tidak bisa melakukan apapun.

***
Bruk!

"Maaf."

Irene kembali berlari. Namun tangannya di tahan oleh pria yang tadi tidak sengaja ia tabrak.

"Irene? Lo kenapa?" Tanya Kris.

"Gak. Gue gak apa-apa." Ucap Irene.

"Selalu ada suatu hal di balik kata 'Gak Apa-apa' yang terlontar dari bibir wanita. Gue yakin lo lagi ada masalah." Ujar Kris.

"Dimana Raka?" Tanya Irene.

"Oh si Temsek itu. Ada di kelasnya lagi dengerin musik." Ucap Kris.

"Thanks." Ujar Irene lalu langsung berlari cepat menuju kelas Raka.

"Raka!"

Irene langsung memeluk Raka begitu saja.

"I-Irene. Lo kenapa hey?" Tanya Raka berusaha lembut.

"Gue gak tau." Ucap Irene.

Raka melepas pelukan Irene dan menyuruhnya duduk di bangku sebelahnya. Bangku milik Sehun.

Hello, Goodbye.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang