#Chapter 8 : Masa lalu Raka,..

1.8K 92 4
                                        

1 bulan sudah semenjak pertengkaran mereka berempat. Namun sepertinya pertengkaran mereka itu tidak berakhir baik.

Sekarang Irene menjadi lebih dekat dengan Raka dan hampir setiap waktu Irene selalu dengan Raka. Begitu pula dengan Stevan yang kini selalu siaga di sebelah Shilla.

Shilla kini tengah duduk di ruang musik dengan gitar dipangkuannya. Ia memetik senar gitar itu. Mengalunkan nada-nada dalam setiap bait katanya.

Cinta kan membawamu,
Kembali disini.
Menuai rindu, membasuh perih.
Bawa serta dirimu,
Dirimu yang dulu.
Mencintaiku apa adanya...

Tiba saatnya nanti,
Jerit suara hati.
Yang letih meski mencoba,
Melabuhkan rasa yang ada.

Mohon tinggal sejenak,
Lupakanlah waktu.
Temani air mataku,
Teteskan lara,
Merajut asa,
Menjalin mimpi.
Endap kan sepi-sepi.

Cinta kan membawamu,
Kembali disini.
Menuai rindu, membasuh perih.
Bawa serta dirimu,
Dirimu yang dulu.
Mencintaiku apa adanya...

Shilla selesai menyanyikan lagu tersebut ketika Stevan masuk.

Plok Plok Plok!!

"Keren. Suara lo bagus loh Shil, kenapa gak tampil aja di pensi akhir tahun nanti? Pasti banyak yang suka sama penampilan lo." Ujar Stevan.

"Lo yakin? Gak masalah sih kalau emang mau. Tapi gue gak yakin suara gue ini bagus." Ucap Shilla.

"Lo kan jago main gitar. Kenapa gak bikin sendiri?" Tanya Stevan.

Ia berjalan menuju gitar yang lainnya.

"Kalau gue sih entar tampil akustik." Ucap Stevan lagi.

Shilla hanya ber-oh-ria. Sepintas terpikir dalam pikirannya tentang Kai.

"Stev,.."

"Kenapa?" Tanya Stevan.

"Menurut lo, kenapa Raka terus-terusan ngelak kalau dia itu Kai? Padahal gue 100% yakin itu dia." Ucap Shilla.

"Mungkin ada baiknya gue kasih tau tentang semua ini sama lo. Udah saatnya lo tau." Ucap Stevan.

"Kenapa?" Tanya Shilla heran.

Stevan melihat jam tangannya. Jam pelajaran telah berakhir. Namun jam ekstrakurikuler masih berlangsung.

"Ikut gue yuk." Ucap Stevan.

Stevan menarik tangan Shilla. Ia berjalan keluar dari sekolah. Dan menuju jembatan penyeberangan.

"Kenapa lo ajak gue Kesini?" Tanya Shilla.

"Jalanan besar dibawah jembatan penyeberangan ini, adalah akhir dari hidup Kai dan awal dari hidup Raka." Ucap Stevan.

"Maksudnya?" Tanya Shilla bingung.

"6 tahun yang lalu, Kai pergi ke Jakarta sama ibunya. Mereka bakal terbang ke Amerika."

Shilla dan Stevan bersender pada pagar jembatan. Shilla memandang Stevan heran.

"Amerika?"

"Ya, mereka berniat ketemu ayah Kai di Amerika. Ayah Kai ada di Amerika." Ucap Stevan.

Shilla memandang gelang tangannya. Gelang besi bertuliskan Kai.

"Gue tau. Itu gelang perpisahan lo dan Kai kan? Perpisahan Chilla dan Kai." Ucap Stevan.

Shilla menaikkan sebelah alisnya heran.

Hello, Goodbye.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang