Arjuna P.O.V
Usia 26 tahun adalah usia yang sudah cukup matang. Pada masa ini, orang-orang sudah mulai serius mencari pasangan hidup. Tidak sedikit juga yang mantap menjajalkan diri memulai rumah tangganya sendiri.
Salah satunya adalah Raga – Sahabat Arjuna – yang akhirnya mendapatkan tambatan hati setelah sekian lama mencari.
Raga menjawil kencang lengan Arjuna di suatu hari Jumat, ketika cuaca sedang panas-panasnya dan dokumen yang harus dikerjakan sedang banyak-banyaknya. Ia menunjukkan sengiran tersombongnya yang dengan otomatis menarik sebuah helaan napas malas dari Arjuna.
"Apa lagi kali ini?" Tanyanya tanpa basa-basi. Ia sudah pusing membaca dokumen-dokumen yang sudah menggunung di sampingnya.
Senyum Raga semakin melebar, membuat Juna khawatir. "Malming besok kosong enggak?"
Juna mengangkat alisnya, heran.
"Kosong sih." Kalau Vale pergi dengan Elang. Sejak bekerja, malam minggu memang menjadi waktu yang sakral bagi Juna. Ia akan meminimalisir janji dengan siapa pun pada waktu itu, mengkhususkannya hanya bagi orang-orang penting baginya, seperti menemani ayah-ibunya menonton televisi atau kadang menemani Vale kemana pun 'adik'-nya itu memintanya menemani.
Raga menjentikkan jarinya senang. "Sip!" serunya. "Aku mau ngenalin calon istriku ke kalian-kalian orang. Malming ini ya jam tujuh di resto biasa."
Raga benar-benar sumingrah sampai Arjuna ikut tertular mengekeh. Kembali lagi, perjalanan cinta Raga memang tidak tergolong mulus. Ia bagian dari komunitas cowok sad boy, ditambah lagi pembawaannya yang memang sensitif.
Arjuna yakin, siapa pun wanita ini yang berhasil mendapatkan hati sahabatnya pasti akan menjadi wanita yang paling beruntung di kehidupan barunya nanti.
Ia kembali melanjutkan pekerjaannya.
***
Ternyata, yang beruntung bukan hanya calon istri Raga.
Demikianlah pikiran pertama yang tebersit di benak Arjuna begitu ia memasuki restoran tempat mereka berkumpul.
Seorang wanita cantik berperawakan ramping duduk di samping Raga. Rambutnya panjang dan sedikit mengikal pada ujungnya. Pakaiannya sopan dan rapi. Dari ujung kepala hingga kakinya menyuarakan bahwa ia adalah wanita yang pandai merawat diri.
Seulas senyum yang menghiasi wajahnya, kala Juna menyalaminya, juga hangat dan ramah.
Arjuna mengambil posisi disebelah Garuda, sahabatnya itu juga tampak terpukau dengan calon istri Raga.
"Semuanya, kenalkan, ini calon istriku, Nora." Kalimat yang ditunggu-tunggu akhirnya diucapkan oleh Raga.
"Halo semuanya, aku Nora, lengkapnya Lenora Ayuningtyas. 27 tahun. Pegawai bagian ticketing di travel agent swasta. Salam kenal semuanya." Bahkan, suaranya pun tegas dan menunjukkan wibawanya sebagai wanita karir.
Nora mungkin bisa cocok dengan Vale.
Melihat Raga yang duduk di depannya dengan Nora membuat Juna jadi ingin membawa gandengan juga.
Tapi, siapa?
Ayah-ibunya dan orang tua Vale memang sudah berkali-kali bercanda untuk menjodohkan mereka, tetapi Vale... sepertinya tidak pernah tertarik padanya. Juna sendiri juga, entahlah; terlanjur sayang pada 'adik' sebelah rumahnya itu? Namun, sayang sebagai wanita atau adik, Juna tidak terlalu tahu bagaimana membedakannya.
Ia sudah terlalu lama menjadi 'kakak' Vale.
"— Juna? Hey, giliranmu!" Senggol Garuda yang membuat Nora di depan mereka terkekeh.

KAMU SEDANG MEMBACA
Home (JunHao GS)
Romance"Enggak papa Valerine pergi-pergi, yang penting Vale tetap ingat. Vale punya rumah, yaitu Juna - rumah Vale. Juna akan selalu menunggu Vale disini." "Karena siapa pun yang sudah berusaha pasti akan merindukan sebuah rumah untuk pulang berteduh" Seb...