Part 2

127 54 7
                                    

Hllw Efrybadeeeeee......
Gue Balikk lagi Dengan membawa sebongkah berliann:*
Candaa donggg Yakalii benerann Sini ku tabok dulu pala kau:)
Canda part 2 dongg:*

Intinyaa Vote.. vote.. dann votee.. semakin bnyak vote semakin Sering Gue bakalan ngeup;)

.
.
.
"Selamat membaca"
.
.
.

"Lihatlah Kehancuran Dirimu Wahahahaha"ucap seorang pria berjubah hitam dengan tawa yang cukup keras tengah di kelilingi mahluk bertubuh hewan dan berkepala manusia

"Ckk... Setelah ini Kau hanya akan menjadi santapan bagi Mereka yang telah kau sembah!"
Sahut Seorang pria dengan suara berat Yang tubuhnya nyaris Tak Berdaya dengan posisi digantung, tangan dan kakinya Di paku di kedua sisi Arah yang berlawanan

"Diam! kau hanya perlu menikmati kehancuran dirimu! lihatlah di sekelilingmu! Orang orang yang kau cintai Mereka begitu menyukai caraku memperlakukan mu!"

"Demi apapun aku bersumpah cepat atau lambat kau Akan merasakan DURI dari perbuatan keji Mu!"

"MUSNAKAN SELURUH KETURUNAN MEREKA MAKANLAH SANTAPAN YANG TELAH AKU SAJIKAN UNTUK KALIAN HAHAHAAHAHAHHHHAHAHAHHAHAHAHAHHAHAHAHHAHAHAHHAHAHAH"

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

"tttttiiiiddaaaakkkk"

"huhhh.. Mimpi itu lagi"

"sebentar lagi ayah, aku akan segera membalaskan dendam Untukmu tunggu sebentar lagi" Lanjut Delia.

Dengan nafas terengah-engah, setelah beberapa saat Delia berusaha meraba ponselnya yang berada di atas nakas. Sesudah berhasil meraih benda segi empat itu dia menyalakan ponselnya lalu melihat jam yang menujukkan pukul 02:17AM. Masih terlalu pagi untuk memulai Aktifitasnya Delia kembali meletakan ponsel dan melanjutkan tidurnya.

pukul 07:15
____________

"Si Lia belom dateng?" Tanya Alera.

"Belom tuh palingan selesai apel baru muncul batang idungnya" Jawab Vina.

"iya juga sih" Alera ikut menyahut.

"yakali si Lia datengnya pagi amat" Ucap Vina.

"ckk.. pada ngegibahin gue?" Celetuk seseorang yang tak lain Delia.

"wihh tumben Datengnya pagi amat" Ujar Alera.

"Lagi mau ajah" Ucap Delia sambil meletakan totebag miliknya di atas meja.

"Jangan ditegur bentar lagi ujan ama petir petirnya nih" Ucap Vina.

"Ahh bacot klean ke kantin yok" Sinis Delia.

"kantin teross" Serempak Alera dan Revina.

"mau apa kgk?" Tanya Delia.

"otw, otw beb" Jawab Vina.

mereka bertigapun bergegas dan berjalan meninggalkan ruangan kelas menuju ke Kantin Bude andalan sekolah:)

"ehh ngomong-ngomong Udah nggak lama lagi ujian sekolah bakalan di mulai" ucap Revina a.k.a Vina

"hooh bentar lagi kita dah gede" sahut Alera

"ckk! jadi lu ngerasa lu sekarang masih bocah?"Tanya Delia

"Yaa dong! W kan masih imut masih bocah masih kecil masih polos"Sahut Alera

"yaa si gblk nyaut" Terobos Revina

Takk...
perdebatan mereka terhenti ketika Jitakan Delia mendarat di kepala Alera

"gimana? enak kgk?"celoteh Revina

"ihssss! bacot kleaan" Ucap Alera kesal

"btw ngomong-ngomong ujian sekolah dah deket banget yah" Ucap Revina lagi

"gblk! Emang dari tadi yang kita bahas apa gblk!? ngitungin pasir!? hah!? " Ucap kesal Alera lagi

"emang bisa ngitungin pasir?" Jawab Revina Yang bisa membuat siapa saja naik darah jika terus-terusan berhadapan denganya

"bukan temen gue" Kini Delia pun ikut angkat bicara

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"apa kau tau? luka lamaku lah yang mendewasakan ku secara paksa?"

Next part gaesss:*
jangan lupa vote karna vote itu gratis Sekian dari saya yang lagi malas ngebacot:*

SLOW UPDET!

DELAWA [SLOW UP]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang