Hallo Gengg.....
Maaf untuk jadwal Up-nya masih ngga keatur, karna aku ngetik sesuai mood:)Jangan lupa vote and komen:*
.
.
.
Selamat membaca
.
.
.Ruangan bernuansa putih, dengan interior yang bisa di bilang sederhana, namun terlihat mewah nan Megah.
"bagaimana? Kamu suka?"Tanya Fionna.
Delia beralih menatap Fionna, sesaat sebelum ia mengangguk sembari menampakan, deretan gigi yang rapi.
"Kalau ngga suka bilang yah sayang"Ucap Fionna, Mengelus pucuk rambut Delia.
"I-iya Tant- eh mama"Ucap Delia, Terbata-bata.
"Ngak usah ngerasa canggung, kamu udah jadi bagian dari keluarga ini juga"Ucap Fionna.
"Masuk gihh, ini kamar buat kamu" Lanjutnya, berjalan menuntun Delia, memasuki ruang kamar tersebut.Delia berjalan, mengekori Fionna yang tengah kesana kemari memeriksa segala fasilitas yang tersedia di dalam sana, tak lupa juga Fionna menyalakan Ac, Pengharum ruangan dan lampu, lalu men-cek semua barang yang tersedia dengan teliti.
"Mama ngak usah repot-repot, Delia bisa ngerjain sendiri kok"Cegah Delia karna merasa tak enak, melihat Fionna tengah menyusuh alat mandi untuk nya.
"Kamu istirahat ajah supaya cepetan sehat, lagian ini juga udah selesai"Ucap Fionna.
"Nggapapa kok Maa, Liaa bisa sendiri" Ucap Delia.
"Udah nga usah, nanti kalo kamu butuh apa-apa ajah panggil Bii Ira" Ucap Fionna.
"Bii Ira!? Siapa Ma?!" Tanya Delia.
"Pembantu Pribadi buat kamu sayang, Mama Pamit yah mau mandi, Nanti makan malam Devan jemput kamu buat ke meja makan, takutnya kalau kamu jalan sendiri nanti nyasar" Ucap Fionna, Menampakkan ukiran senyum hangat di wajahnya.
"Iyaa Maa, tapi Lia ngga butuh pembantu" Ucap Delia.
"Mama ngga terima penolakan Sayang"Ucap Fionna
"Mama Ke kamar dulu" Lanjutnya.* * *
"Kenapa harus nikahh cobaa!? Kenapa nggak jadi anak pungut ajah? Yah minimal anak angkat? Tapi jadi pembantu juga boleh"
Arrgggghhhhh....
"Devan!? Huuh.. semacam taek yang ngga sengaja ke injek trus nempel permanen di telapak kaki gue"
"btw ngomong-ngomong, Mamanya baik, ayahnya tegas, kok si Devan kek manusia!?"
"Mungkin dengan cara hamil dan ngasih cucu buat mereka, gue bisa nebus kebaikan keluarga Devan ke gue, dan setelah itu gue bisa bebas"
"Tapi caranya hamil gimana? Trus prosesnya berapa lama? 10 menit? 30 menit? 1 jam? 2 jam? Ah kelamaan mah kalau 2 jam, palingan 30 menittan doang kali ya---"
Dreettt.....
Lamunan Delia membuyar, ia yang sendari tadi tengah berguling-guling, di atas Kasur sembari berbicara sendiri, beralih menatap layar ponsel miliknya, yang telah menterakkan pesan dari Naomi.
-BABU-
•"Woi!?""iyyaa tau rindu"•
•"Yakalii, gue cuman pengen mastiin doang lo masih idup atau gimana"
"kecap bango, di kasih mulut kgk guna banget yaa"•
•"Btw lu seriusan tinggal disitu?"
"Kgk kok, Abis hamil gue come back"•
•"Streess kali lu"
•"Stessin pengen punya anak"
•"Gilaa, btw kabarin kalau nyokap si Devan buka lowongan nampung anak pungut"
•"Tukeran sini?"
Tokk...
Tokk...
Tokk...
"Siapa?""Pakett"
"Emang ada kurir yang nganter sampe depen pintu kamar!?"
"Devannn"
"Oh"
"Masuk ajah, kgk di kunci "
Kreekkk....
Delia mengalihkan pandangannya, yang sedari tadi fokus ke layar benda persegi miliknya, terlihat sosok pria dan seorang anak kecil berusia sekitar 6 tahun, yang tengah berdiri di ambang pintu kamar miliknya."Devan" Panggil Delia.
"Haii Auntiii nya Baim" Ucap anak kecil tersebut, tersenyum girang, sembari berlari kecil mendekat ke arah Delia.
"Kamu siapa?" Tanya Delia, mengangkat sebelah alis nya.
"Lah kok Aunti Nyanyi?" Tanya Baim.
"Hah!? Nyanyi?"Tanya Delia lagi.
"kamu siapa? Kamu siapa? Kamu siapaa~~"
"nah kaya gitu" Lanjutt Baim."Dev-va-n?! Ini anak kita?" Tanya Delia, dengan menampakkan raut wajah yang tak bisa di artikan oleh siapapun, termasuk Devan Sendiri.
.
.
.
Sekiannn_
.
.
.
Maaf pendekkk:(
See you next part:* thanks for suportnya:)
Jangan lupa vote and komen:)Byby:*
Pyk:*

KAMU SEDANG MEMBACA
DELAWA [SLOW UP]
Mystery / ThrillerFOLLOW SEBELUM BACA! #1 DENGKI [24/10/20] #1 PEMUJA SETAN [24/10/20] #3 DENGAN [24/10/20] #4 BERDARAH [24/10/20] #5 PERKENALAN [24/10/20] #8 PEMBANTAIAN [24/10/20] Siapa sangka seorang gadis yatim piatu berparas cantik nan anggun yang begitu menggod...