"Apa sebelumnya kita ini pernah punya hubungan?"
Ryeowook ragu untuk menjawab pertanyaan ini. Apakah ia harus menutupi ini lebih lama lagi atau menceritakan yang sebenarnya? Tapi, tentu saja Kyuhyun tidak akan percaya dengan mudahnya.
Mereka hanya bertemu di dalam mimpi dan Kyuhyun tidak mengingatnya, itulah faktanya. Terlalu pahit dan Ryeowook menelannya sendiri. Rasa cinta itu masih ada dan terus menggebu ketika ada dan tidaknya Kyuhyun di sisinya. Ia juga tidak ingin efek terapi yang ia jalani setengah mati hilang begitu saja, bisa saja nanti Kyuhyun akan jijik padanya karena telah menjadikannya objek fantasi liar.
"Ah sebentar ada panggilan masuk dari Suho."
Kyuhyun menjawab panggilan itu dan wajahnya berubah menjadi sangat serius. Pasti ada sesuatu yang telah terjadi di kantor. Ini sudah jam tujuh lewat, tidak ada pertemuan penting dan jam masuk kerja adalah jam sembilan.
"Aku harus segera ke kantor karena Ayahku mencariku disana."
"Baiklah, aku juga akan bersiap-siap." kata Ryeowook.
"Kau tenang saja, masih tersisa banyak waktu untukmu berangkat. Aku akan ke kantor sendiri."
"Kau yakin akan menghabiskan waktu hampir satu jam dengan menyetir sendiri? Lagipula aku takut Tuan Cho akan marah karena kau berangkat tanpa supir."
Berakhirlah Kyuhyun di kursi samping kemudi dan Ryeowook sibuk mengatur posisi yang pas untuk mengemudikan sedan mewah itu. Senyum cerah terpancar di wajahnya yang mungil, memancing reaksi gemas tertahan oleh Kyuhyun.
SIAL
Ryeowook bisa di bilang adalah pengemudi yang cukup handal dalam mengebut, hal ini dapat di lihat dari durasi perjalanan yang hanya memakan waktu kurang dari tiga puluh menit di tengah jalanan yang agak padat.
"Bagus sekali Nona Kim." puji Kyuhyun sambil berusaha mengatur napasnya karena tegang sepanjang jalan. "Kau berbakat menjadis seorang pembalap."
Suho sudah berdiri di depan pintu lobi dan terlihat menahan tawanya.
INI PASTI KARENA KOSTUM KYUHYUN
"Dimana Ayah?" tanyanya pada Suho yang mengekori langkah cepatnya.
"Tuan Cho ada di ruanganmu."
Langkah Kyuhyun berhenti mendadak dan hampir membuat Suho dan Ryeowook bertubrukan. Tubuhnya tingginya berbalik dengan cepat. "Kalau begitu kita ke ruanganmu. Aku pinjam stelan kerja cadanganmu."
Kyuhyun berakhir dengan stelan yang membuatnya tidak bisa banyak bergerak. Ia berusaha senyaman mungkin, karena tidak bisa berganti baju di ruangannya sendiri. Dilihatnya sang Ayah sedang duduk di sofa dengan hidangan teh panas serta beberapa potong kue.
"Pagi Ayah." sapa Kyuhyun sambil duduk berseberangan dengan ayahnya.
.
.
Ryeowook masih berada di ruang kerja Suho, ia membantu pria itu membereskan berkas yang berceceran karena Kyuhyun harus membacanya sekilas sebelum bertemu dengan ayahnya.
"Apa direktur takut terlihat aneh makanya ia meminjam stelan pakaian kerjamu?" tanya Ryeowook.
Suho terkekeh, "Tuan Cho tau kalau Direktur semalam tidak pulang kerumah dan beliau harus terlihat siap kerja. Karena jika ayahnya tau dia semalam mabuk dan tidur di rumah seorang wanita, entah apa yang akan terjadi."
Ryeowook langsung merasa dingin seketika, "Pasti akan marah ya?"
"Tidak seburuk itu, mungkin saja Direktur Cho akan langsung di nikahkan dengan wanita itu. Hari ini juga." jawab Suho masih mempertahankan senyum jahilnya yang tidak di sadari Ryeowook.
KAMU SEDANG MEMBACA
When We Were Us
FanfictionRyeowook penasaran dengan sosok Kyuhyun yang selalu muncul dalam setiap mimpinya. "Apa kita akan terus bersama?" Hai readers.... Kali ini aku membawakan FF Kyuwook lagi dengan tema FANTASI hehehe FF ini main pairnya Kyuwook yah dan so pasti ini GS...
