ㅤㅤ FIVE

504 69 5
                                        

"Cuy reuni nanti lu ikut ga?" Tanya Eunbi seraya melempar tasnya ke meja belajar. "Ikut dong! Kangen Naya gue, mau ketemu Adinda juga."

"Samaa, ih lu liat gasih Adinda yang main di taman sama Kak Sangyeon trus jatuh gara gara kesandung batu."

"Tauuuu, mana anaknya malah ketawa, kan lucu banget!" Lalu Eunbi mengeluarkan ponselnya dan membuka akun sosial media Naya dan melihat video Adinda berulang kali.

"Seo, itu ada orang di bawah," ibunya Eunbi itu muncul di kamar Eunbi. "Siapa tante?"

"Lihat aja dulu itu. Eh kalian nanti mau reuni ya?"

"Iya, ini aku mau mandi dulu," jawab Eunbi yang tak terlihat akan siap-siap mandi.

"Ini dong mamah titip ke Chanhee, Bi. Baju yang dipesen sama mamahnya Chanhee udah jadi, nanti kasihin ya ke Chanhee," derita berteman dari kecil, Eunbi dan Chanhee selalu saja menjadi jembatan pertukaran barang ibu mereka sampai sekarang.

"Iya nanti Eunbi kasih."

"Sip. Cepetan mandi, tuh Seo orangnya nunggu di bawah."

"Siap tante!"

Eunseo bangun dari acara rebahannya itu dan berjalan turun ke bawah untuk menemui tamu yang datang itu.

Sialnya, tamu tersebut adalah seseorang yang tak ingin Eunseo temui.

Siapa lagi jika bukan Juyeon.

Harusnya Eunseo mengerti kenapa ada seseorang yang datang kerumah Eunbi mencarinya. Harusnya mencari keluarga Eunbi dong jika orang itu akan datang kesini, ya sudah pasti Juyeon lah yang akan datang.

Juyeon yang sudah mengetahui kemana Eunseo akan menginap memilih pergi kesini dan menemui Eunseo.

Setelah dua hari tak bertemu dengan gadisnya itu, ia akhirnya bertemu lagi dengan pikiran yang sudah tidak kacau. Ia ingin berbaikkan dengan Eunseo karena ia merindukannya.

"Ngobrol di luar yuk," ajak Juyeon.

Dan disinilah mereka sekarang, di taman petak depan dengan rumah Eunbi. Duduk diam di ayunan dengan Juyeon yang menatap Eunseo sedari tadi.

"Pulang ya, Seo."

"Jauh rumahnya Daniel sama Ibu," jawab Eunseo. Eunseo memanggil ayah tirinnya itu dengan nama langsung karena masih tak bisa menerima kehadirannya sebagai sesosok ayah.

"Bukan rumah sana, rumah kita."

Tak dijawab oleh Eunseo, Juyeon mendekatkan ayunannya dan mengambil tangan Eunseo. "Pulang ya? Aku kangen. Kamu ga kangen sama aku?"

Tak dijawab lagi, Juyeon jadi semakin gemas, kemudian ia berdiri dari ayunan dan berjongkok di hadapan Eunseo. "Pulang ya? Main cooking mama lagi sama aku, atau ga main xbox, animal crossing, perang nerf gun, bikin Kevin iri sama kebucinan kita terserah deh,"

Eunseo tersenyum kecil karenanya. Apalagi bagian akhir yang  menyebut Kevin. Kevin yang malang, selama ini selalu menjadi korban kebucinan karena terlalu sering bermain dengan Juyeon.

'Lu kalau mau vc cuma buat menyombongkan kebucinan gue block, Juy.' Begitu kata Kevin.

"Ih senyum senyum."

"Apasih, gaada yang senyum."

"Cie ngejawab omongan aku."

Kemudian Eunseo diam lagi. Juyeon frustasi.

"Pulang ya? ya? ya? ya?" Juyeon mulai mendekatkan wajahnya sambil membuat wajah-wajah lucu.

"Ih Juyeon berisik!"

 ࣧ 𝐒𝐀𝐋𝐓𝐘 [✓]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang