Bagian Empat Belas

831 157 32
                                        

Dari awal masuk parkiran cafe, Nad udah agak curiga karena dia ngeliat motor dan helm yang mirip banget kaya punya Junkyu. Masih segar di ingatannya karena baru kemaren ia naik motor itu. Terlebih helmnya Junkyu tuh ada stiker gambar dipsi si ijo di bagian belakang.

Gatau sih ya apa motif Junkyu naruh stiker itu di helm nya, Nad ngga mau kepo tapi pas pertama liat dia ketawa.

Pun dari luar cafe karena pintu nya dari kaca yang tembus pandang, ia bisa lihat penampakan adik Junkyu. Iya si Haruto tiang. Nad nyebut gitu karena Haruto tinggi banget padahal masih esempe.

"Bang..." Nad mencoba melepaskan tangan Hyunsuk yang sedari tadi nemplok mulu di lengannya. Gerah anjir. Lagian ini orang kenapa sih?

Bukannya ngelepasin, Hyunsuk malah sengaja gandeng adeknya trus jalan lebih cepet sampai langkah Nad terseok-seok. Yaallah tabahkan Nad.

Baru saat ia masuk, Nad benar-benar bisa melihat Haruto yang lagi sibuk ngunyah sambil ngobrol sama temen-temennya. Masih pake seragam sekolah lagi. Padahal sekarang udah hampir jam 7 malam. Pandangannya kemudian mengedar memperhatikan cafe yang yaampun kaya pesta ulang tahun anak SD.

Sebenernya ngga selebay itu sih, Nad aja yang hiperbolis. Dalam hati ia masih bertanya-tanya, siapa sih yang ultah???

"Tuh yang ultah." Seolah menjawab pertanyaan dalam hatinya, Hyunsuk berucap. Nad menoleh mengikuti arah tunjuk Hyunsuk. Beberapa detik ia terdiam. Loading.

Ampun banget Nad. Ampun. Yaallah Choi Hyunsuk...

Nad rasanya kaya kena tembak tepat di jantungnya.

Bisa-bisanya disini ada temen sekelasnya si Ben dan genk nya, Jihoon dan Junkyu. Nad masih membeku sebelum Junkyu ikutan mendongak dan tanpa sengaja bertatapan mata.

Kelabakan. Tentu saja.

Nad mengalihkan pandangannya. Tepat saat itu Hyunsuk menggenggam tangannya dan berjalan tergesa ke arah gerombolan Junkyu. Nad panik, dia meremas kuat paperbag berisi sepatu.

Campur aduk rasanya, tapi yang paling mendominasi malu.

Dongkol banget Nad, udah Nad duga sih aneh banget masa seorang Hyunsuk nyuruh Nad milihin sepatu buat dirinya. Taunya buat kado temennya.

"Woi Ben HBD ya bro." Nad memutar bola matanya melihat kelakuan sok asik kakaknya yang menepuk punggung Ben keras sampe cowo itu meringis. Parah banget emang si sengklek satu ini.

Oalah Ben toh yang ultah, ucap Nad dalam hati.

Parah banget masa teman sekelasnya ultah nggak tau. Parah banget parah.

Hyunsuk tersenyum lebar sampai matanya kelihatan cuma segaris. Sedangkan Nad di sampingnya udah kaya mati kutu, mana dia dari tadi nyadar kalau Junkyu suka curi-curi pandang ke dia. Bukan ge er, tapi serius dia ngerasa gitu.

Mau balik natap tapi takut nggak kuat.

Paperbag di tangannya kini sudah berganti tangan ke Ben. "Ambil makan dulu bang." Ucap Ben datar seperti biasa. Namun nada yang digunakannya lebih bersabat daripada saat Ben di kelas. Pria itu masih duduk sementara Hyunsuk sama Nad berdiri. "Mau makan dulu nggak dek?" Tanya Hyunsuk yang berhasil mengalihkan atensi Nad dari kegugupannya.

"Hah?" Nad yang namanya disebut pun mendongak menatap Hyunsuk. Agak kaget. Demi apapun hari ini Nad banyak olahraga jantung gara-gara kakaknya.

Yaallah semoga Nad panjang umur biar bisa balas semua kelakuan kakaknya.

Junkyu tertawa kecil melihat kelakuan Nad. Pasti cowok itu teringat kejadian di jalan kemarin. Waktu Junkyu nanyain kenapa Nad ngga add back line nya. Junkyu tidak salah menuduh kalau Nad begitu, artinya cewek itu lagi gugup.

Lucu banget deh, Gemesss.

"Masih kenyang." Jawab Nad kemudian lirih. Hyunsuk membelai rambut Nad. Sumpah Nad sebenernya mau muntah aja rasanya diginiin kakak sendiri. "Pulang aja." tambahnya berusaha melepaskan tangan Hyunsuk dari rambutnya.

Kayaknya Hyunsuk over acting ga sih??

"Ngantuk ya?? Yaudah deh ayo. Gue sama Nad balik duluan ya bro. Sekali lagi HBD." Akhir Hyunsuk yang lalu pamit kepada Ben, Jihoon dan Junkyu. Kemudian pergi keluar cafe.

Sebelum keluar cafe, tidak sengaja ia berpapasan dengan Haruto tiang. Anak itu sempat-sempatnya menyapa. "Wihhh ada Om Hyunsuk." Bener-bener Haruto ngga sayang nyawa. Memang sejak kejadian di rumah Nad waktu itu, Haruto memutuskan untuk memanggil Hyunsuk dengan panggilan Om. Sebenernya disuruh Doyoung.

Nad ketawa kecil aja. Lalu Haruto kabur sebelum ia di sikat Hyunsuk. Nad gemes banget jadinya sama Haruto. Tapi lebih gemes sama Kakaknya Haruto sih.

Hahaha. Nad udah gila.

-Nad-

Junkyu diam saja setelah Nad dan Hyunsuk pergi. Lebih tepatnya, mereka semua masih diam setelah Hyunsuk pamit. Yoshi dan Mashiho sudah bergabung.

Cowok itu menghela nafas lalu mengambil ponselnya, berniat lanjut ngegame. Capek juga liatin muka datar Ben.

"Mending lo jangan deketin adeknya si Hyunsuk deh Ben.." ucap Jihoon yang udah keliatan nggak tahan pengen ngomel. Junkyu dibuat kaget dengan situasi ini.

Kok??

Jadi, Nad sedang dekat dengan Ben?

Ya cukup tau saja sih. Tapi gimana ya...

Kaya ditikung gitu ngga sih?

Ben perlahan mengangkat wajahnya dari layar ponsel. Menatap penuh Jihoon tanpa ekspresi. Gitu-gitu aja. Junkyu kadang penasaran sama isi otak Ben. Beneran ada isinya ngga sih? Kok ekspresinya selalu sama.

"Gue kan udah punya cewe." jawab Ben cepat dan tegas. Junkyu diam saja. Dia pura-pura sibuk ngegame. Gaya doang pake earphone padahal mah lagunya ia matikan. Mau nguping.

Jihoon memutar bola matanya. Sebenarnya Jihoon tuh gamau ikut campur kisah kasih teman-temannya. Tapi kalau dia ngga ikut campur, kelakuan temen-temennya tuh udah kaya.... aduh ampun banget.

Gitu... Ngerti ga?

Tapi sebisa mungkin Jihoon ngga terlibat terlalu jauh. Cukup memberi komentar beberapa kalimat lalu sudah. Kecuali kalau temannya memang minta saran, Yaudah semua yang ada di otaknya keluar. Dia juga tipe yang objektif. Kalau temannya salah, ya memang harus disalahin.

Apalagi kesalahan yang udah ngga bisa ditolerir. Habis sama Jihoon udah. Jadi bahan julid 3 kali piket kelas.

Junkyu pernah beruntung punya teman semacam Park Jihoon dalam hidupnya.

"Lagian dia juga bukan selera gue." ucap Ben yang langsung bikin Junkyu menyerngit. Dia langsung nyeplos aja, "Loh kenapa? Anaknya imut gitu mana lucu lagi gemes. Ahhh iya tipe lo kan yang ganas ganas ya Ben" Junkyu kemudian ketawa garing.

Ben, Yoshi, Mashiho dan Jihoon menatapnya penuh selidik. Ngga lucu padahal. Kenapa Junkyu ketawa seperti itu.

Jihoon diam diam mengamati. Dia merasakan sesuatu. Tapi, ngga lah. Mungkin Junkyu sudah berubah.

Nad! (ON HOLD)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang