Bagian Delapan Belas

898 135 32
                                        

Hari ini Hyunsuk sudah boleh pulang. Nad bilang juga apa, Kakaknya itu sebenarnya ngga papa. Agak menyesal dia hampir nangisin Hyunsuk. Anaknya aja masih tengil begitu.

"Lo dirumah aja jangan main. Nonton korea di kamar gue." titah yang mulia Hyunsuk yang lagi-lagi tak terbantahkan. Nad pasrah saja.

Cewek itu segera menyiapkan tempat untuk nonton drama korea yang sudah dari minggu lalu ia download namun belum ditonton. Mengambil juga yogurt rasa stroberi kesukaannya dan duduk di sofa kamar kakaknya. "Nad lo udah ngasih tau ayah ya?" Tanya Hyunsuk yang lebih seperti tebakan sambil sibuk bermain game online di ponselnya.

Nad berdehem sambil menggeleng. Hyunsuk tidak menoleh dan berasumsi bahwa adiknya benar-benar sudah melaporkan kejadian kemarin pada ayahnya. "Kan udah gue bil-" Cerocos Hyunsuk masih belum berpaling dari game nya.

"GUE KAGA BILANG NJIR GUE GELENG KEPALA BANG ALLAHUAKBAR!" Nad berteriak memotong cerocosan Hyunsuk. Memang bikin emosi saja pria rambut biru satu itu.

Hyunsuk terkekeh dengan masih fokus bermain game.

"Suk lo ga malu apa rambut warna biru gitu? gue liat liat bukannya kaya member boyband lo lebih mirip smurf hahahahaha." Belum selesai Nad menyelesaikan tawa nya, boneka minion kesayangan Hyunsuk sudah mendarat mulus di wajah Nad diiringi teriakan kencang dari sang pemilik wajah. "KURANG AJAR BANGET BOCAH." Nad lanjut ketawa dan melempar balik boneka minion itu.

Kasian banget nasib boneka minion. Emang adek kakak sama saja.

"Nad lo demen ya sama si Ben?" Tanya Hyunsuk lagi tiba-tiba mengalihkan kembali atensi Nad dari pekerjaannya menyiapkan tempat untuk nonton drakor. Ckck, lama-lama dia gajadi nonton juga nih.

Mendengar pertanyaan itu, Nad beneran tidak minat lagi nonton drama. Ia akhirnya menutup laptopnya dan memilih menjahili Hyunsuk saja. Cewek itu duduk di kasur ujung kanan memandangi Hyunsuk yang lagi rebahan dan fokus pada layar ponselnya.

Mata cowok itu menyipit sebentar lalu mendelik. Lucu banget sebenernya. Gemesin padahal udah berumur.

Nad memincing memandangi kakaknya. "Kenapa? Ketauan banget ya?" Tanya Nad balik yang dibalas Hyunsuk dengan ketawa super renyah. Agak bingung juga dimana letak lucunya.

Smurf menoleh mengangguk-anggukkan kepala sambil terkekeh. "Bukan dia berarti." Jawab Hyunsuk seperti sudah hafal adeknya. Iya, walaupun ia tidak terlalu dekat dengan Nad tapi ia tau kalau beneran suka seseorang adeknya itu tipe yang tertutup. Mana mungkin blak-blakan menjawab seperti itu. Bukan Nad banget.

"Tapi gue ngeliat lo sama dia mulu sih. Ya ga salah dong kirain kalian lagi pdkt." Hyunsuk mengakhiri permainannya, ia memutar lagu dan menaruh asal ponselnya.

"Ben juga udah punya pacar bang. Yakali...."

Hyunsuk mengangguk kecil menyetujui. "Iya sih gue pernah liat ada ceweknya nyamper pas lagi tanding." Nad mendelik. Jadi Ben beneran punya cewek?? Gosip hot nih Runa harus tau.

"Berarti lo pernah liat cewe nya dong?" Antusias Nad naik.

Hyunsuk mengangkat bahu. "Gue gatau itu ceweknya atau bukan. Gue juga udah lupa wajahnya." Nad mendesah kecewa dengan jawaban yang dilontarkan kakaknya.

Ckckck padahal kalau Hyunsuk inget kan lumayan nambah bumbu pergosipan.

"Tapi ada satu Nad yang gue inget dari cewe yang dibawa Ben."

"Hah apa apa apa?"

"Dia lebih cantik dari lo." Hyunsuk ketawa lepas banget sementara Nad bersiap mengambil guling untuk dihantamkan ke wajah kakaknya.

"Kamprettttt."

-Nad-

Basecamp skrng. cpt.

Junkyu berdencak kesal saat muncul notifikasi pesan dari Mashiho muncul padahal ia hampir menang melawan musuhnya. Haruto yang lagi di sampingnya menyantap makan sore nya ikutan menoleh. Kakaknya kenapa lagi coba...

"Kenapa si jun?" Tanyanya ikutan kesal.

"Jan jun jan jun gaada sopan santunnya jadi adek." Haruto ketawa saat Junkyu ngomel. Lucu banget masa kaya bebek. Bibirnya maju dua belas senti.

Astagfirullah.

"Mau kemana lo?" Tanya Haruto lagi saat kakaknya itu berdiri. Junkyu tersenyum tipis. "Kepo aja apa kepo banget?" Haruto ngakak melihat Junkyu. Bagaimana tidak, perasaan tadi dia kesal setengah mampus sambil manyun tidak jelas lalu sekarang jadi ceria lagi. Junkyu kenapa mood swingnya gini banget sih?

"Kepo banget double triple banget nget. Nih segini nih." Jawab Haruto hiperbolis sambil merentangkan tangannya. Junkyu ketawa sambil memegangi perutnya. Receh banget.

Junkyu yang sudah puas tertawa pun menjawab. "Ke tempat Yoshi. Ikut?" Tawarnya yang dijawab gelengan cepat oleh Haruto.

Cowok itu menuang lagi susu putih ke mangkuk yang serealnya tinggal seperempat. "Gue mau ketemu Junghwan dia minta diajarin main skate." Junkyu hanya ber-oh ria. "Tapi nitip roti selai bluberi 3."

Junkyu mengangguk lalu berjalan pergi meninggalkan Haruto menuju kamarnya untuk berganti baju. "Nad masih suka roti isi coklat ga ya..." Tanya Junkyu pada diri sendiri.

Dia berdiri di depan lemari nya. Memilah kaos mana yang akan ia pakai. Tangannya di dagu, gaya berpikir khas miliknya. "Kalo gue beliin apa dimakan ya??" Ia pun mengambil kaos hitam polos dan segera mengganti dengan kaos rumahan yang masih dipakainya.

"Tapi roti Mamanya Yoshi kan enak." Ucapnya masih monolog. Cowok itu duduk di ranjangnya setelah berganti kaos. Meregangkan tangannya keatas. "Haduh males banget gue pengen tidur." keluhnya lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Kenapa ya kadang kalau mau main sama temen, Dia suka kepikiran buat ngebatalin aja terus balik tidur seharian?

Junkyu ga sendirian kan yang ngerasa gitu?

Ia membuka ponselnya saat seseorang menelpon. "Halo hoon... gue ngantuk banget deh kay-" belum juga selesai ucapan Junkyu, Orang di seberang sana sudah mengomel membuatnya sakit kepala.

"Iya iya." Ucap Junkyu akhirnya bangun dan meraih jaket serta kunci motornya. Ia baru ingat kalau belum isi bensin. "Apa?" Tanyanya pada Haruto yang tiba-tiba saja berdiri di depannya.

"5 boleh nggak?"

Junkyu menonyor jidat Haruto. Yang ditonyor hanya tertawa kecil. "Dasar ngga tau diri."

-Nad-

maaf kalau berantakan dan banyak typo. buru-buru hehe.

Nad! (ON HOLD)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang