Hari ini giliran kelas Nad olah raga, Runa dari tadi mengeluh capek karena materi mereka hari ini adalah lari. Gadis yang hari ini terlihat pucat itu cukup membuat Nad khawatir. "kuncir dulu rambut lo run, keringetan nih." ucap Nad menyeimbangi tempo lari teman baiknya itu.
Runa menghentikan larinya dan mengeluarkan kuncir rambutnya dari saku. Gerakannya berhenti karena tangannya terus bergetar. Gemas, Nad merebut kuncir rambut milik Runa dan segera menguncir rambut gadis itu dengan cepat. "gue anter ke uks ya?" entah ini pertanyaan keberapa yang sudah Nad tanyakan dan jawaban Runa tetap sama. Menolaknya. Dasar keras kepala. Katanya dia nggak mau skip materi ini karena selain lari ia tidak bisa olahraga lain, sayang sekali kalau di materi ini dia nggak dapet nilai.
Sebenarnya Nad juga sih, tapi dia nggak tega lihat wajah Runa sudah semerah kepiting rebus.
Lima menit berlalu dan Runa semakin memperlambat tempo berlarinya, kayaknya dia udah ga kuat. "Nad gue ke uks dulu ya, lo lanjut deh gue nitip izin." ucap Runa yang tiba-tiba berhenti, Nad pun ikutan berhenti. Ia kaget saat wajah Runa benar-benar pucat dengan banyak peluh dikeningnya. Belum sempat ia menjawab, Runa sudah ambruk tepat didepannya.
Nad yang panik segera meminta bantuan. Ia berteriak-teriak macam kesetanan, tapi Nad beneran takut sampai pengen nangis.
"Biar gue aja yang ngangkat, tapi kalo gakuat berdua ya hoon." Suara itu menginterupsi Nad yang masih berusaha menepuk-nepuk pipi Runa. Didekatnya ada Yoshinori dan...
... Nggak tau, Nad tidak sempat mengabsen siapa saja yang datang menolongnya. Ia hanya tau setelah Yoshi berujar, Cowok itu mengangkat Runa dan menggendongnya ala bridal style.
Nggak ini sama sekali nggak romantis karena semuanya panik.
Nad berlari mengikuti langkah lebar Yoshi. Gadis ini kalang kabut. Air mata sudah di pelupuk mata nya, sekali berkedip saja air mata itu akan jatuh menetes. Sungguh dalam tujuh belas tahun ia hidup di dunia tidak pernah mengalami kejadian seperti ini, maksutnya ia tidak pernah pingsan dan melihat orang pingsan.
Makanya saat Runa tadi tidak sadarkan diri dia panik banget, ya karena nggak tau harus apa selain teriak minta tolong. Untung saja ada Yoshi dan tem- tunggu,
Kalau ada Yoshi harusnya ada.....
.... Nad melirik sebelah kanannya, ada Jihoon.
Huft, hampir saja. Nad mengelus dadanya secara otomatis. Hah? Bentar memang siapa yang diharapkan Nad ada bersama Yoshi?
Nad tolong fokus, teman kamu sedang pingsan.
—Nad!—
Runa sudah sadar. Sekarang sedang makan bubur ayam dengan ekstra bawang goreng dan kerupuk sesuai pesanannya. Ia makan sendiri karena geli banget membayangkan adegan dirinya disuapi Nad. Ajaib memang cewek itu. Yoshi dan Jihoon sudah pergi sejak 30 menit lalu, tepatnya saat jam istirahat berbunyi. Sebenarnya Nad tidak meminta mereka berdua menemaninya menjaga Runa yang masih belum sadar, namun kedua cowok ini memaksa.
"Nad lo abis mandiin gue pake minyak kayu putih ya?" tuduh Runa yang sepertinya tidak tahan dengan baunya sendiri. "Gila bau banget." Komentarnya salty. Sudah untung Nad mau ngurusin dia. "Bacot udah cepet makan trus minum obat." Suara Nad seperti diktaktor yang udah setengah gondok dapat protesan.
Runa nurut takut Nad ngamuk. Ruangan ini hening sampai Runa berdehem dan Nad sadar temannya ini sudah menandaskan bubur ayamnya. Cepat sekali, pikir Nad yang kemudian berjalan menghampirinya setelah mengambil obat yang ditaruh petugas UKS di meja.
"Nad gue udah enakan deh kayaknya, tadi cuman faktor belum sarapan aja hehe." Bisa-bisanya Runa nyengir saat ini, rasanya ingin Nad timpuk sepatu olah raga saja. Runa nggak tau seberapa paniknya Nad tadi sampai dia hampir menangis.
Nad menaruh obat yang tadi disiapkan penjaga UKS dan sebotol air yang tadi dibelikan Jihoon. "Minum obat dulu Run abis itu terserah lo deh mau apa, salto kek, rilis album kek terserah." ucap Nad judes. Ini anak kenapa sih?
Dari tadi salty banget kaya air laut.
"Lo khawatir ya Nad sama gue?" Tanya Runa sambil senyam senyum nggak jelas.
Nad memutar bola matanya, "Nggak." jawaban dari Nad malah makin membuat Runa tertawa ngakak. Belum selesai Runa tertawa, Suara pintu terbuka membuat keduanya kaget bukan main.
"Eh eh sori gue pikir ada Mashiho disini. sori banget." setelah lima detik mereka bertiga saling tatap dengan wajah bingung, Junkyu akhirnya bersuara. "Mashiho tadi disini nggak?"
Nad mengangguk pelan, "Mashiho yang imut putih itu kan? tadi habis ngasih obat langsung keluar bareng Jihoon sama Yoshi." jawab Nad yang ehem, gugup. Gila apa-apaan sih. Nad jadi malu sendiri. Untung saat Nad menoleh, Runa tampak tidak sadar jika suaranya sedikit bergetar.
"Kemana yak?" Tanya Junkyu sambil memasang wajah bertanya-tanya dan sedikit memanyunkan bibirnya bikin Nad melongo. Kaget melihat ekspresi Junkyu saat ini yang...
... Serius gemesin banget. "Yaudah deh makasih, gue duluan deh." Ucap Junkyu lalu berlalu tanpa menutup pintu UKS sehingga Nad dapat melihat punggung Junkyu yang bergerak menjauhi ruangan.
"Itu Junkyu Junkyu yang pernah ketemu kita di mall itukan Nad?" Tanya Runa yang sebenarnya cuma basa-basi. Nad tau itu dan hanya dijawab dengan deheman singkat. "Lo beneran suka dia ya?"
Mampus.
—Nad!—
Jihoon menjerit kesakitan saat Junkyu memukul bahunya kencang. Anak ini sebenarnya agak berlebihan sih, soalnya tepukan Junkyu ngga sesakit itu. Drama King Park Jihoon. "Sialan kalian ninggalin gue di kelas sendirian, kalo gue diculik gimana?" Keluh Junkyu tak kalah dramatisnya. Ini mereka dari cover saja tampak seperti kumpulan cowok-cowok populer satu sekolah, tapi nyatanya sama saja.
"Lebay banget." Komentar nyinyir Mashiho sambil masih asyik memakan kerupuk udang kesukaannya dan scroll instagram.
Junkyu mengerucutkan bibirnya gondok. "Ben mana?" tanyanya tiba-tiba lalu menjawil Jihoon yang asik mengedit foto. Pria yang baru saja lepas behel bulan lalu itu kemarin habis hunting. Iya, Jihoon ini selain tukang balap liar juga mas-mas photogragher tanpa bayaran.
Jihoon sih bilang itu hanya hobi tapi serius foto jepretannya bagus banget. Setau Junkyu, temannya itu pernah sekali dua kali mendapat tawaran memotret untuk foto pra-wedding. Namun tentu saja ditolak.
"Ganti baju, habis kelar olahraga." jawab Yoshi singkat.
"Ohhhhh pantes tadi Nad pakai baju olahraga."
Setelah ucapan Junkyu tersebut, ketiga temannya menghentikan pekerjaan mereka dan tersenyum jahil namun mengalihkan pandangan dari Junkyu. Takut Junkyu tau kalau mereka sedang menertawakannya. Jihoon sebenarnya sudah tidak tahan ingin meledek, tapi ia harus sabar. Sumpah gatel banget Jihoon pengen melempar satu dua kata cie.
"Ketemu dimana lo sama Nad? Nad Nad yang itu kan Jun?" kali ini pertanyaan datang dari Mashiho. Mereka berempat, plus Ben, akhir-akhir ini jadi sering ngomongin Nad.
Ngga juga sih, hanya kalau ada momen kebetulan seperti ini.
Itu juga minus Yoonbin yang hanya mengangguk atau geleng-geleng saja.
"Tadi pas nyariin kalian di UKS. Iyalah emang ada berapa Nad di sekolah ini." jawab Junkyu yang hanya mendapat oh panjang dari Jihoon. Beneran ini Jihoon sedikit lagi mau ngakakin Junkyu sayang banget ia melihat Ben lagi jalan kearah mereka dengan muka lempengnya.
Jangan diledekin nanti gajadi suka mereka, pesan Ben beberapa hari lalu kepada teman-temannya. Ben ini tipe cowok ngomong sedikit tapi berfaedah. Idaman memang.
——Nad——
KAMU SEDANG MEMBACA
Nad! (ON HOLD)
Fiksi Penggemardisclaimer: cerita mengandung umpatan. memakai bahasa non-baku. Junkyu tau dia ga akan semudah itu buat suka sama seorang gadis. Begitu juga dengan kasusnya dengan Nad. Tidak semudah itu bagi dirinya mengakui kalau dia tertarik pada gadis seperti Na...
