Junkyu meneguk es teh nya setelah menandaskan sepiring batagor hanya dalam waktu 15 menit. Beneran lapar. Habis ulangan harian Sejarah.
"Gue tau emang nomer lima pasti bener hasil ngintip ljk Lala." Bahasan mereka dari tadi adalah seputar soal ujian yang ternyata sama persis dengan materi minggu kemarin. "Tulisannya rapi banget." Komentar Jihoon sambil mengangkat kedua jempolnya.
"Keknya emang semua cewek tulisannya bagus." Ucap Yoshi menimpali sambil mengunyah soto. Hari ini dia makan soto. Setengahnya ia berikan Mashiho karena Yoshi bilang sedang usaha mengurangi berat. Diet. "Tulisan Dara cant relate." sanggah Mashiho ikutan. Cowok itu meminum es teh nya setelah berujar.
Dara itu teman sekelas mereka. Tulisannya amburadul tapi masih saja dipilih sebagai sekretaris kelas. Mau gimana lagi, orang ketua kelasnya saja macam Park Jihoon.
"Eh kok gue ga liat Nad ya?" Pertanyaan yang keluar dari mulut Junkyu secara tiba-tiba ini membuat Jihoon, Yoshi dan Yoonbin otomatis menoleh. Mashiho keselek es batu saking kagetnya. Agak lebay. Untung ngga papa.
Hening sebentar. Junkyu masih mengedarkan pandangannya disekitar kantin. Sejak ia duduk di tempat ini, dia memang mencari-cari gadis itu. Biasanya Nad makan berdua dengan Runa. Duduk di pojok dua meja dari tukang bakso isi bom cabe.
Junkyu hafal?
"Hngggg...."
"Tadi Runa makan sendirian." Ucap Junkyu dengan nada pelan. Semua mata teman-temannya masih menatap pria itu aneh. Kalau Jihoon pikir-pikir, Junkyu ini sekarang jadi sering banget keliatan bareng sama Nad. Apa bener dugaannya?
Junkyu menghela nafas dan kembali minum es teh nya yang tinggal sedikit. Kemudian mengunyah es batu untuk mendinginkan mulutnya. "Nad ga masuk." Jawab Ben tetiba. Otomatis pandangan dari Junkyu berputar ke arah Ben.
Junkyu mengangguk-anggukan kepala nya sambil ber-oh ria diikuti yang lain. Wajar Yoonbin tau, kan teman sekelas.
"Kenapa Ben? Sakit?" Tanya Jihoon sebenarnya basi-basi saja karena topik ulangan sejarah mereka berganti jadi Nad. Gara-gara siapa?? "Kok lo kepo sih hoon?" seloroh Mashiho sambil ccekikan ngga jelas. Yoshi juga.
"semalem Hyunsuk kecelakaan."
Mata Jihoon melotot sampai hampir jatuh.
-Nad-
Junkyu diam di depan layar ps nya. Haruto sedang main sama Jeongwoo. Teman-temannya juga sedang sibuk. Seperti biasa, ia selalu sendirian.
Mood nya jelek banget mau main ps. Ia kepikiran Hyunsuk. Meskipun mereka tidak dekat, tapi mengetahui fakta bahwa cowok itu jatuh saat lagi balapan sedikit membuatnya khawatir.
Ia pun naik ke atas kasur. Goleran. Menatap layar ponselnya. Mau main game online juga rasa-rasanya bosan. Mana besok tidak ada PR. Makin gabut saja.
Iseng, dia menelpon Nad. Tidak ada alasan sih sebenarnya cuman gabut aja. Tidak ekspektasi diangkat karena pasti cewek itu sedang sibuk mengurus kakaknya.
Beneran. Sampai dering ketiga belum juga dijawab. Junkyu benar-benar sudah rela kalau tidak diangkat. Namun,
"Halo??" Suara nyaring itu tiba-tiba memenuhi ruangan kamar Junkyu membuatnya kaget bukan main.
Hah kok diangkat???
"Halo kyu? ada apa?" Suara Nad kembali terdengar. Junkyu panik. Demi apapun ia hanya iseng menelpon Nad. Belum menyiapkan apapun. Maksutnya apa yang harus ia katakan.
"Kyu.... kepencet ya?"
Junkyu makin panik. Rasanya mau salto saja. Apa yang harus ia katakan pada Nad. Aduh ngapain diangkat sih.
"hmmmm..." dehemnya yang membuat Nad tertawa di seberang sana. Ngga tau kenapa ketawa. Hyunsuk lagi stand up comedy kayaknya. "... Kyu masa kata Jihoon lo cupu."
Junkyu mendelik. "Hah?? Jihoon? Jihoon disitu??" Tanyanya nge-gas. Kenapa juga sih harus nge-gas??
"Iya sama Yoonbin. Nyamperin Hyunsuk padahal mah anaknya udah sehat. Ngapain juga pake dijenguk." Jelas Nad diakhiri kekehan ringan. Renyah banget gemes. Sumpah Junkyu ikutan senyum dengar suara Nad. Imut.
KIM JUNKYU PLEASEEEEE.....
"oooooohhhhhh...." Timpal Junkyu panjang. Mereka diam-diaman sampai Junkyu dengar Nad pamit pada orang di dalam ruangan untuk keluar. Ia juga dengar suara Jihoon yang manggil manggil namanya. Norak banget sumpah. Awas aja besok!
"Gue udah di luar ruangan nih, kenapa lo nelpon gue?" Tanya Nad. Junkyu memukul-mukul kepalanya berharap menemukan alasan paling logis yang bisa ia temukan di otaknya untuk menjawab Nad. Butuh beberapa detik sampai Junkyu membuka suara.
"ooohhh... itu gue cuman mau nanyain keadaan Bang Hyunsuk. Ben tadi bilang dia kecelakaan."
Ish. Gugup banget Junkyu. Takut ketauan kalau itu boongan. Ya ngga bohong 100% juga karena ia tadi beneran kepikiran Hyunsuk. "Ohhh... Kenapa ga kesini aja bareng yang lain?" Tanya Nad yang yaampun kenapa dia jadi super soft begini.
"Eh, emang boleh?"
Nad ketawa pelan. Ampunan Junkyu gemes banget. Ini baru kali pertama mereka telponan. Ternyata suara cewek itu gemes juga. "Kenapa ga boleh coba?" Nad lembut banget ini kesambet apaan???
Junkyu terkekeh menjawab pertanyaan Nad. Garing banget bos.
Habis ia agak deg-deg an gini. Susah mikir jernih. Lagian bisa-bisanya dia nelpon Nad tanpa alasan. Aneh banget tau.
"Kalau ngga ada yang mau diomongin lagi gue tutup ya?" Tanya Nad yang bodohnya malah dijawab Junkyu dengan anggukan. Gimana Nad bisa tau coba kan mereka voice call. "Kyu?"
"Eh iya Nad iya.. Maaf ya ganggu hehehe."
Setelah telepon mati, Junkyu menghela nafas. Ia merutuki kebodohannya yang iseng banget nelpon Nad begitu. Yaampun malu banget.
—Nad—
KAMU SEDANG MEMBACA
Nad! (ON HOLD)
Fanfictiondisclaimer: cerita mengandung umpatan. memakai bahasa non-baku. Junkyu tau dia ga akan semudah itu buat suka sama seorang gadis. Begitu juga dengan kasusnya dengan Nad. Tidak semudah itu bagi dirinya mengakui kalau dia tertarik pada gadis seperti Na...
