"Astagrirullah Erna lu tuh kemana aja sih hah?! Lu tau kita-kita tuh khawatir sama lu" ucap Anggi yang melihat kedatangan Erna, dan memberikan Erna kursi untuk duduk.
"A-aku a-ku- abis di suruh bersihin ruangan laborotarium, iyaa tadi" ucap Erna berbata-bata dan berbohong..
"Di suruh sama siapa?" tanya Padilah pada Erna.
"Ee-enggk di suruh sih, aku cuman di hukum sama Pak Toha" ucap Erna dengan berbata-bata+berbohong.
"Teruss hape lu kenapa di matiin? Kenapa lu nggak kekelas dulu?" tanya Alaika yang sudah penasaran sama sikap Erna, mungkin hanya Alaika saja yang tahu, bahwa Erna menyembunyikan seseuatu pada mereka.
"Ha-hape aku di-ditaro di tas, truss aku juga mau nyimpen tas dulu, cuman ruangannya kotor banget, karna bekas praktek anak X IPA II jadinya aku nggk kekelas dulu" jawab nya dengan bohong.
"Lain kali kalau kaya gitu lagi kabarin kita-kita jangan bikin ki khawatir, lu bolos satu pelajaran" ucap Anggi yang memberitahukan bahwa dirinya telah di alpakan.
"Iyaa maaf" ucap Erna pada temen-temennya.
"Yawdah lu pasti capekan? Laperkan? Kita kek kantin yu, sekalian balikin hape anak-anak Garuda" ucap Padilah yang melihat Erna kelelahan.
"Hah? Hape anak garuda ada di kalian semua?" tanya Erna pada temen-temennya.
"Iya tadi kita-kita ngambil hape mereka, karna lu gak balik kelas sama si Febi, jadi gw ambil mereka untuk ancaman sampe lu ketemu, ehh taunya lu nyosor sendiri" jawab Anggi yang sedikit menjelaskan.
Jujur sih Erna memang berbohong pada temen-temennya, karna ia memang bolos bareng Febi di ruang kosong, yaa mau gimana lagi diakan sudah berjanji sama Febi bakalan nurutin semua kemauannya. Namanya juga kesalahan berani buat berani tanggung jawab, jadi Erna mau gak mau bakalan nurutin semua kemauan Febi.
Flashback on
"Selesainya harus istirahat banget ya?" tanya Erna pada Febi.
"Iyaa" jawab Febi yang tidak melihat pada Erna, dan fokus pada gamenya.
"Gabisa besok?" tanyanya lagi.
"Gak bisa" jawabnya dengan santai.
"Inikan tugas kamu ko jadi aku yang nuliss sih?" kesal Erna pada Febi.
"Heh inget ya janji lu sama gw!" ucap Febi dengan menatapnya tajam.
"Tapi hari ini aku ada persentasi ke depan sama bu aisyah Feb" ucap Erna sambil memberitahu, memang bener hari ini dia persentasi PKN pelajaran bu aisyah.
"Lu bisa bolos satu pelajaran kan?" tanya Febi pada Erna dan menyimpan handphone mahalnya kedalam saku celananya.
"Tapi aku gak mau bolos, kalau aku bolos nanti aku dimarahin sama mamah aku" ucap Erna dengan memasang wajah sabar untuk menghadipi sikap orang yang ada di depannya ini.
"Gak usah bilang kemamah lulah" ucap Febi dengan menyalipkan tanganya ke saku celananya.
"Ishh, iya deh iya akau bolos, tapi ada syaratnya" ucap Erna dengan pasrah, sambil memberikan syarat pada febi.
"Syaratnya?" tanya Febi pada Erna.
"Kamu juga harus ikut belajar sama aku, sampe pinter" jawab erna dengan menyimpan tangannya di depan dada.
"Oke" ucapnya dengan cepat.
Kini Erna terpaksa bolos karna ulah Febi, andai dirinya tidak mempunyai janji dengan Febi, pasti ia sudah mengikuti pelajaran hari ini, bahkan ia juga pasti akan dapet nilai yang bagus.
"Nihh jadi yang ini di kali sama ini, nahh trus itung jumlahnya ada berapa terus di tambah sama yang ini nah nanti tentuin jawabannya berapa" ucap Erna sambil memberitahukan soal yang ada di buku paket matematika.
"Nah kalau yang ini kamungertiin adjecktive nya" ujar nya lagi sambil menunjuk kan tugas Inggris.
"Kaya gini?" tanya Febi pada Erna amberitahukan jawaban Matematika.
"Tahh iya kaya gini" jawab Erna sambil tersenyum senang karna murid tengil yang dipinggirnya ini mengerti atas soal-soal yang di buku paketnya.
"Kalau yang B.Inggris gw kurang ngerti anji" ucap Febi sambil memberikan buku paket pada Erna.
"Ishh, makan nya pinter itu yang di pliara, bukan bpdoh yang di pliara" ucap Erna yang nampak kesal. Mau tak mau ia yang harus mengerjakan nya.
Belajar merekapun sudah selesai Erna dan Febi sedang membereskan buku-bukunya masing-masing dan beranjak untuk keluar dari ruangan dan menemui temen-temennya mungkin yang sudah menunggunya, kini mereka berjalan agak berjauhan cuman satu arah, Erna tidak mau ada orang-orang yang mencurigainya maka dari itu mereka berjalan dikasih jarak yang agak jauh.
Flashback off
Padilah, Anggi, Erna, dan alaika mereka berempat berjalan berjejeran menuju kantin, dan menemui meja anak-anak Garuda. Sesampainya mereka melihat 6 laki-laki yang sedang berbincang di meja pojok. banyak wanita-wanita yang baper, karna gombalan Latif dan Athur.
"Nihh ponsel lu pada" ucap Anggi yang tiba-tiba datang dan memberikan ponsel mereka yang sudah ia ambil sebagai jaminan.
"Ko ponselnya bisa di lusih?" tanya Febi pada Anggi sambil meminum es jeruknya.
"Tadi gw jadiin jaminan, abisnya lusih tadi main narik-narik tangan Erna segala, jadi bikin kita khawatir ywdah gw kekelas lu, truss mereka lagi pada main game yawdah sebagai jaminan Erna belum balik ponsel meraka yang gw ambil" ucap anggi dengan memperjelaskan.
"Lu pada makan di sini aja, gabung kita lagian juga gak ada meja lagikan?" ajak Faisal pada mereka, memang benersih gak ada meja yang kososng semuanya rame seperti biasa.
"Mau disini?" tanya Padilah pada mereka yang melihat kesekeliling penjuru kantin, dan ternyata memang bener tidak ada meja kosong. Jadi, mau gak mau mereka istirahat bareng anak-anak Garuda.
"Yawdah iya, lagian gak ada tempat duduk lagi" jawab Erna yang langsung duduk di sebelah Gustin.
"Teteh Anggi sini teh, deket aa Latif" ucap Latif yang mengajak Anggi duduk di sebelahnya, mau gak mau dia duduk di situ. Sama seperti Padilah yang duduk di pinggir Athur.
"Mau pesen apa bep, biar aku yang pesenin" ucap Athur pada Padilah
"Bap bep bap bep weh, emangnya lu siapa hah manggil gw bebep?!" tanya Padilah dengan galak.
"Calon pacar kamukan? Kamu belum nerima aku juga gapapa, yang penting kamu belum dimiliki sama prang lain" ucap Athur yang membuat Faisal dan Gustin tertawa dengan renyah.
"Ishh, najiss" ucap Padilah dengan jijik atas gombalan Athur padanya.
"Gak papa atuh, yang pentingkan sayang" ucap Athur dan dibisukan oleh Padilah
Tingg...
Notofikasi dari handphone Febi yang menjadi pusat perhatian anak Garuda dan menjadi raut wajah yang serius.
Alfet Nico
Gw tunggu lu di lapangan benteng pulang sekolah, kalau lu gak datang lu pengecut
Febi febrianto
Oke
Balas Febi dengan cepat. Memang, hari ini anak Patra mengajaknya untuk duel. Tapi, ntahlah masalahnya dari mana mungkin mereka hanya mencing-mancing emosi anak Garuda, tapi bagi Geng Garuda itu adalah hal pemanasan untuk berolahraga.
"Dari?" tanya Apay pada Febi.
"Alfet Nico" jawab nya
KAMU SEDANG MEMBACA
G A R U D A
Подростковая литератураErna Nurdiana, gadis yang memiliki mata coklat, dan di sukai banyak orang karna sifat nya yang rendah hati, baik, jujur, dan ramah. Erna memiliki seorang sahabat yang sangat menyangi nya, bahkan jika mereka bersamaan, selalu coupel dengan baju team...
