Wanita itu di jaga dan di lindungi, bukan di perkakukan kasar. Sama hal nya seperti bunga, selalu di jaga dan di siram, bukan di rusak ~Apay
"Gi akuturun di sini aja" ucap Erna pada Anggi.
"Loh kan rumah lu masih jauh Na" ucap Anggi sambil menatap Alaika, dan memberi kode apakah dirinya harus menuruti kemauan nya.
Alaika pun mengangguk, dirinya tau bahwa dunia Erna sedang kacau, dan butuh ketenangan. Dan Anggi pun menuruti nya, dan langsung memarkirkan mobil nya di pinggir jalan.
"Makasih ya" ucap Erna dan langsung turun dari mobil Anggi.
Alaika, dan Anggi pun hanya bisa melihat Erna, yang tengah berjalan sendirian sambil menatap ke arah bawah, dengan tatapan kosong.
"Kasian" ucap Anggi yang tidak tega melihat temen nya.
"Mau gimana lagi, dia juga butuh waktu untuk nenangin" ucap Alaika. "Lagian juga Febi yang salah, dia terlaku ngekang Erna" lanjutnya sambil menatap Erna yang sudah jauh.
"Nama nya juga orang yang sayang Lai, pasti dia juga gak rela ngeliat Erna akrab sama cowok lain, selain diri nya dan temen-temennya" ucap Anggi dan langsung menancapkan gas menuju rumah Alaika.
Kini Erna pulang jalan kaki, dirinya tidak melanjutkan untuk pulang bersama Anggi, dirinya merasa kacau. Ntahlah apa yang ia pikirkan saat ini. Mungkin dirinya butuh waktu untuk bersendiri, agar bisa menghadapi dan meredakan ke egoisan nya.
Kini dirinya tengah duduk di Taman Ibu, Taman yang tidak jauh dari sekolah SMP nya. ya, dulu kebiasaan Erna saat SMP dan temen-temennya sehabis pulang sekolah, mereka selalu membiasakan untuk duduk dulu ketika mereka lengah atau membeli air minum, banyak sekali Ibu-ibu yang sering berkumpul disitu atau berjualan, makanya mereka sebut taman itu dengan Tamab Ibu.
Ia juga dari tadi sadar, bawa ada dua pria yang sedang mengikuti nya. Namun, ia tak menghiraukan nya, ia juga tau siapa pria itu. Erna pun kembali berjalan menuju rumah nya, ia tak memperdulikan seseorang yang sedang mengikuti nya.
Namun Erna sangat risih dengan mereka yang mengikuti nya, ia juga tak mengerti dengan diri nya sendiri. Kenapa dia sangat egois? Sejak kapan dia berkata lu gw?
"Culik aja aku!" teriak Erna sambil menatap ke arah belakang, yang dimana ada dua orang pria tengah menatap nya. "Kenapa liatin? Ayo culik aku lagi!" lanjutnya dengan nada tinggi, dan di usul air mata yang membasahi pipi nya.
"Lu balik markas" ucap salah satu Seorang yang mengikuti Erna itu. "Biar gw yang urus dia" lanjutnya yang membuat temen nya mengangguk.
Ya, dua pria yang tengah mengikuti Erna itu adalah Alfet, dan Angga. Mereka memang dari tadi mengikuti Erna ketika ia turun dari mobil merah yang bermerek AGYA milik temen nya.
"Gw gak akan culik lu" ucap Alfet sambil duduk di halte Bis, yang dimana ada Erna tengah menangis.
Hanya ada suara tangisan Erna, dan kendaraan. Alfet pun bingung, mengapa dirinya menangisi? Bukan nya Febi memperlakukan Erna dengan baik?
Alfet tau dengan sikap Febi yang sebenar nya, dan ia juga tau bagaimana Febi memperlakukan Seorang yang ia cintai. Banyak rasa sayang Febi ketika melihat kekasih nya di sekap di markas Patra.
"H-heyy" ucap Alfet sambil menepuk pundak Erna dengan lembut. "Kenapa?" tanya nya.
"Kenapa kamu gak culil aku! Kenapa kamu gak sekap aku lagi?! kenapa hah? Kenapa?!" teriak Erna sambil berdiri di depan Alfet yang tengah duduk dan menatap nya.
Alfet yang melihat kemarahan Erna pun terdiam, banyak anak SMA Angkasa yang tengah menatap ke arah Erna dan Alfet. Namun, Alfet dan Erna tak memperdulikan semua itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
G A R U D A
Fiksi RemajaErna Nurdiana, gadis yang memiliki mata coklat, dan di sukai banyak orang karna sifat nya yang rendah hati, baik, jujur, dan ramah. Erna memiliki seorang sahabat yang sangat menyangi nya, bahkan jika mereka bersamaan, selalu coupel dengan baju team...
