Chapter 9

2.1K 292 22
                                        

◻️◻️◻️Happy Reading ◻️◻️◻️

.

.

.

****

Siang itu, Taehyung memutuskan untuk mengikuti saran Hyeri untuk masuk ke ruang kerjanya. Barang-barang terlarang yang akan dijualnya telah tertata rapi dan siap kirim. Melihat hal itu, tentu sudah tidak ada yang perlu mereka khawatirkan.

"Semua sudah rapi, apa yang perlu diperiksa?" tanya Taehyung sembari menatap datar ke arah Hyeri.

"Tuan, besok kita akan pergi ke Jepang. Kau tidak akan membawa wanita itu bersama kita, kan?" tanya Hyeri dengan tatapan tegasnya.

"Memangnya kenapa? Aku bisa membawa anak buah untuk melindunginya,"

"Itu akan mempersulit caramu menghilang, ingat! Dia adalah wanita buta!" tegas Hyeri. Namun, Taehyung hanya diam tanpa memperdulikan
"Itu terlalu beresiko, anda juga tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di Jepang, bukan?" lanjut Hyeri kembali.

Kim Taehyung yang mendengar itu hanya masih diam dengan wajah datar. "Tuan, kau tidak akan jadi lemah hanya karena wanita, bukan? Dia akan memperlambat gerakmu, dan aku akan mudah tertangkap polisi!" tegas Hyeri kembali meyakinkan.

"Aku akan mengantarnya pulang nanti," ucap Taehyung dengan nada terpaksa, sembari berjalan mendahului, akan tetapi Hyeri langsung mengejarnya.

"Tuan, kau harus istirahat cukup dan menyiapkan persenjataan kita besok. Biar aku saja yang mengantar nona itu pulang malam ini," tawar Hyeri.

"Kau atur saja," lanjut Taehyung tanpa rasa ragu.

Ia pun kembali berjalan pergi mengunjungi Hana di dalam kamarnya. Saat itu, Hana sedang terlelap dengan posisi sama seperti sebelumnya, tanpa bergeser sedikit pun. Tubuhnya terbungkus selimut dalam posisi miring. Taehyung yang telah masuk di kamarnya, menatap Hana sejenak dan memperharikan seluruh tubuhnya sembari melamun.

Bayangan dimasa lalu pun terus melintas di pikirannya dan itu membuat Taehyung sangat tersiksa.

___________________________
"Taehyung ... maafkan ibumu, nak,"

"Ibu ... jangan tinggalkan aku!"

Seutas tali telah melingkar di leher seorang wanita paruh baya yang tengah mengandung anak keduanya. Dengan tersenyum serta air mata yang terus mengalir wanita itu mulai menendang kursi menyangga tubuhnya. Lalu, kejadian gantung diri itu tergambar jelas dalam benak Taehyung saat remaja. Melihat sang ibu tewas bunuh diri dalam keadaan hamil, membawa luka kesedihan mendalam di hatinya."
________________________________

Tangisnya pun pecah saat melihat Hana di atas ranjangnya.

"Haaaaaaaaaaaah!" pekiknya. Tubuhnya pun lemas dan badannya ambuk. Taehyung yang awalnya baik-baik saja, menjadi rapuh saat kembali diperlihatkan gambaran masa lalunya yang kelam setiap kali melihat Hana, wanita yang kini dicintainya.

"Tae?" Hana yang terbangun langsung duduk dengan wajah bingung mencoba memahami situasi.

Taehyung semakin menangis terisak saat melihat surai panjang Yuka menutupi separuh wajahnya dan menggambarkan sosok sang ibu yang juga tersenyum padanya sebelum kejadian gantung diri itu.

"Tae? Gwencana?" tanya Hana yang tambah panik, tanpa tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi. Ia mencoba bangkit, sembari terus menahan selimut sebagai satu-satunya penutup tubuhnya. Namun, karena kurang berhati-hati, Hana tak sengaja menyenggol sebuah guci hias yang ada di meja hingga pecah.

Your Eyes Tell - [Ongoing]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang