◽️◽️◽️Happy Reading◽️◽️◽️
.
.
.
*****
Di rumah, Yoongi telah menyiapkan makan malam khusus berdua dengan Hana. Sementara sang ibu sepertinya masih marah lantaran pertengkaran kemarin, hingga memutuskan tetap di kamar seharian.
Sudah ada hiasan bunga, makan malam, dan beberapa lilin sebagai penyambut. Namun, di jam 20:00 KST masih belum juga ada tanda-tanda kemunculan Hana. "Kemana Hana, sudah malam kenapa belum pulang?" gumamnya. Ia pun menunggu sambil menarik ulur layar ponselnya hingga ia mendapat notifikasi breaking news berita kebakaran diatas gedung. Awalnya Yoongi biasa saja, akan tetapi setelah melihat satu gambar jepretan dari CCTV pun ia langsung terperanjat dari duduknya.
"Itu seperti—,"
Ia pun segera mengambil jas kulitnya lalu mengambil kunci motor dan juga helm.
Dari rumah ia tancap gas dengan kecepatan tinggi bahkan menerjang lampu merah. Hal itu tentu membuat beberapa pengguna jalan marah, dan ia pun diikuti petugas lalu lintas yang bertugas. Tak memperdulikan itu, Yoongi tetap melaju dengan kecepatan tinggi hingga sampai pada gedung yang ada di berita tadi.
Yoongi terbengong sesaat melihat keadaan gedung yang masih utuh. Hanya ada asap kecil yang muncul di atas gedung, dan sudah mulai meredam.
Disaat ia hendak turun motor, disaat itu pula ia melihat Kim Taehyung sedang menggunakan ponselnya berjalan kesana kemari. Dengan emosi yang membakar jiwa, pria berambut halus hitam itu pun langsung memukul kepala Taehyung dengan helm hingga terjatuh ke lantai.
Braaaak*
Belum selesai, ia pun masih memukul dan menginjak-injak tubuh Taehyung melampiaskan semua amarahnya.
"Tuan Min!" cegah Seokjin.
Disaat bersamaan pun team kepolisian lalu lintas datang juga membantu meredam perkelahian.
"Dimana Hana!" sentak Yoongi dengan nada marah. Emosinya menggebu terdengar dari suaranya yang sedikit bergetar.
"Yoongi-ssi, tenanglah dulu," lerai Seokjin.
"Tenang katamu? Kau pikir aku harus tenang jika berurusan dengan si brengsek ini?"
"Masalah tidak akan selesai jika kau sedang emosi begini,"
Tanpa pikir panjang, Yoongi yang masih tersulut emosi itu pun mengambil pistol dari saku pinggangnya, akan tetapi dengan sigap ditepis Seokjin hingga membuat pistol itu pun terjatuh.
"Hentikan!"
"Berikan padaku!" sentak Yoongi saat mengetahui pistolnya kini sudah berpindah tangan ke Kim Seokjin.
"Kau adalah seorang polisi, lakukan sesuatu jangan dengan hati yang emosi," ujar Seokjin sambil mengusap-usap punggung Yoongi. Perlahan pria berkulit putih itu pun mulai mengatur napasnya yang terengah-engah lalu menurunkan sedikit emosinya.
"Tolong jangan gunakan emosi, kali ini kita harus bekerja sama menolong Hana," lanjut Seokjin saat kini ketiganya sudah berada di suatu ruangan. "Aku tahu siapa yang menculik Hana, kita punya waktu tiga puluh menit sebelum Jimin tiba di bandara Seoul," imbuhnya.
"Jimin?" tanya Taehyung dengan nada bingung.
"Jimin memiliki dendam dengan Hana perihal kasus terakhirnya, sangat berbahaya jika mereka bertemu," lanjut Seokjin sambil menarik napas panjang.
"Biar aku yang mencari Jimin dan membunuhnya dengan tanganku sendiri," ujar Taehyung dengan nada geram.
"Jangan gegabah, mata-mataku bilang dia sulit dikenali sekarang, Jimin sudah merubah total penampilannya jadi kita mungkin akan sulit menemukannya," ungkap Seokjin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Your Eyes Tell - [Ongoing]
Fiksi PenggemarPreview ________________________________ "Dia adalah gadis yang memiliki cahaya indah dimatanya. Seorang gadis yang memiliki cerita dibalik sorot matanya yang kosong. Suatu hari, ia dipertemukan dengan sosok pria dari masa lalunya. Cinta tumbuh begi...
![Your Eyes Tell - [Ongoing]](https://img.wattpad.com/cover/233292018-64-k94910.jpg)