"Keadaannya Nyonya Mirae sangat tidak baik. Stress yang ia derita membuat kandungannya melemah. Saya harap anda lebih memerhatikan nyonya Mirae."
"Baiklah. Terima kasih."
"Baiklah tuan, saya harus kembali."
Sang dokter membungkukkan badannya kearah Taehyung setelah mengundur diri, di susul dengan Taehyung yang ikut membungkukkan badannya.
Setelah dokter itu pergi, Taehyung mengusap wajahnya kasar. Ia jadi cemas dengan keadaan Mirae. Taehyung rasa ia terlalu keras dengan Mirae hingga membuatnya membahayakan janin yang dikandung Mirae.
Wajah Mirae memucat, ia terkulai lemah tak sadarkan diri di bangsalnya. Taehyung yang melihatnya sudah iba, Mirae terlalu baik untuknya.
Taehyung mendekati Mirae dan duduk di dekat ranjang rawat milik Mirae. Ia mengambil tangan Mirae yang terbebas dari jarum infus.
Berkali-kali Taehyung mengcup tangan lemah itu. Ia juga membelai rambut panjang Mirae dan mencium kening wanitanya itu.
"Maafkan aku," gumamnya.
"Aku selalu keras padamu, aku tahu aku salah. Kau terlalu baik untukku Mirae, tapi aku tidak bisa melepasmu."
"Kau tahu? Aku juga frustasi dengan sikapku yang tak menentu ini, aku sering mabuk untuk menghilangkan pikiranku soal sikapku yang tak menentu."
"Andai saja wanita sialan itu tidak datang dalam kehidupanku, mungkin ini semua tidak akan terjadi."
Taehyung terus saja berbincang dengan Mirae yang tidak sadarkan diri. Taehyung menangis seolah Mirae benar-benar mendengarkannya. Hingga tak sadar ia tertidur dengan posisi duduk dan kepala diletakkan di atas tangan Mirae.
***
Jam menunjukkan pukul 03.00 dini hari. Taehyung terbangun dari tidurnya. Ia mengusap wajahnya dan meregangkan otot-ototnya.
Ia kembali menatap wajah Mirae sendu. Wanita itu sudah sadar, namun wajah Mirae membuat hati Taehyung tersayat akibat kesalahannya sendiri.
Mirae sudah tersadar satu jam sebelum Taehyung terbangun dari tidurnya. Wanita itu mantap langit-langit kamar berwarna putih dengan tatapan kosong. Air mata layaknya gerimis yang turun satu persatu.
Jujur saja. Mirae hanya merasa bodoh dengan apa yang ia lakukan selama ini, ia sudah menghamburkan banyak waktu hanya untuk bersama Taehyung.
"Mirae-ah," panggil Taehyung sendu. Pria itu mengambil tangan Mirae, namun Mirae menjauhi tangan Taehyung yang akan menyentuh tangannya.
"Hentikan. Taehyung hentikan semua ini," lirih Mirae tanpa memandang pria yang tak kalah kacau.
"Apa maksudmu?" tanya Taehyung.
"Berhentilah mencintaiku, cintamu sangat kejam untukku."
Mirae mengeluarkan isak yang tertahan.
"Sayangnya aku tidak bisa," ucap Taehyung menunduk. Taehyung tetap duduk di bangkunya, bangkau yang dekat dengan Mirae. Namun sosok itu terasa sangat jauh darinya, hingga terasa sangat sulit ia sentuh.
"Lakukanlah apapun yang bisa membuatmu melupakanku."
"Aku tidak bisa."
Mirae berdecih ringan. "Bukannya tidur bersama Yerin itu sangat nyaman? Bukannya hal itu bisa membuatmu lupakan aku? kumohon Taehyung lupakan aku."
Taehyung terkesiap. Darimana Mirae tahu jika ia tidur bersama Yerin?
"Apa yang akan kau lakukan jika aku melupakanmu?"

KAMU SEDANG MEMBACA
Decedent |✔️
FanfictionKim Taehyung membuat Hyu Mirae menjadi seorang Dewi yang selalu membuat wanita itu menjadi sempurna seutuhnya. Berbeda dengan Kim Taehyung yang tidak mengerti jalan pikir Mirae yang tidak mau dinikahi. "Semua karenamu. Segalanya. Cintaku, deritaku...