|| 10 ||

185 24 0
                                    

Ternyata itu hanya kontraksi ringan. Ada rasa lega saat melihat Mirae tertidur pulas malam ini. ibunya sudah disana mendampingi Mirae, Taehyung sejak awal sudak yakin jika ibunya pasti belum tidur malam-malam begini. Ibu Taehyung adalah penderita insomnia berat, walau tidak ada beban lagi yan harus ia pikirkan, nyatanya tidur nyeyak di malam hari belum bisa ia rasakan.

Taehyung tetap menunggu di luar ruang rawat Mirae. Permintaan ibunya mengenai hubungannya dengan Jimin yang harus diselesaikan mengganggu pikirannya. Taehyung benar-benar tidak sudi melihat wajah Jimin, dan yang paling menyebalkannya lagi, pria itu malah di jodohkan dengan adiknya. Ibunya bilang itu agar memperlurus hubungannya dengan Jimin dan juga perusahaan yang Jimin bangun agar mau berinvestasi bersama perusahaan Taehyung dan ayahnya.

Taehyung bingung, seberapa pentingnya pria itu hingga ayahnya harus menjodohkan adiknya dengan Jimin. Taehyung mengibaskan rambutnya kebelakang, rasa kantuk belum melandanya. Daripada hanya beridiam-diam disini, Taehyung rasa lebih baik ia jalan-jalan ke taman yang ada di rumah sakit ini. mungkin akan membuatnya lebih tenang dan memutuskan untuk tidur lagi.

Taehyung menyusuri ruangan demi ruangan, ia berhenti sebentar di ruang bayi-bayi baru lahir di rawat. Wajah merah mereka menghangatkan hati Taehyung. Ia bisa melhat jelas dari dinding kaca yang menjadi pembatasnya. Tampak ada bayi yang mencoba menggaruk wajahnya sendiri dengan tangan munyilnya.

"Sebentar lagi aku jadi ayah," gumam Taehyung dengan dirinya sendiri.

Perhatian Taehyung saat ini memandang anak bayi yang tampak terbangun dari tidurnya. Bayi itu menyadari kehadiran Taehyung, tatapan mereka beradu dan sulit bayi itu melepaskannya. Taehyung tersenyum sambil melambaikan tangannya pada bayi itu. Bayi yang Taehyung rasa masih beberapa minggu itu tersenyum kearahnya. Taehyung jadi terhibur dan hendak berlama-lama disana.

Setelah satu jam lebih ia melihat para bayi-bayi munyil itu, Taehyung hendak pergi untuk membeli makanan. Untuknya, Mirae, dan tentu saja ibunya. Mirae sangat suka memakan jajanan seperti kripik kentang dan sejeninsnya. Mungkin Taehyung harus beli itu.

Beberapan lorong harus ia lewai untuk menuju pintu keluar. Namun saat melewati satu ruangan kakinya membeku dan tidak bisa berjalan lagi. Ia melirik kearah samping kanannya. Disana ada kamar rawat yang sedikit terbuka pintu kamarnya. Dari sana Taehyung bisa lihat siapa pemilik kamar itu.

"Yerin sakit?" gumam Taehyung.

Ia pun melangkahkan kakinya kearah kamar itu dan membuka pintu itu lebih lebar hingga tubuhnya bisa masuk kedalam.

"Taehyung?"

Tampaknya Yerin terkejut dengan kehadiran Taehyung yang sangat mendadak.

Taehyung hanya menatap wanita itu dengan tatapan datar. "Kau sakit?" tanya Taehyung seperti acuh tak acuh.

"Hmm."

"Sakit apa?"

"Bukan apa-apa hanya kelelahan."

Taehyung menatap nakas yang ada di dekat ranjang yang Yerin gunakan. Ia menyerengit saat melihat obat yang sepertinya ia kenal. Yerin yang menyadari itu langsung mengambil obat yang Taehyung tatap tadi.

"Katakan yang sebenarnya."

"Taehyung pergilah, ini bukan urusanmu," ucap Yerin gugup.

"Anak siapa itu?"

[]

Nah loh! Apa ini?! APA?! AKU JUGA ENGGA NGERTI HUAAAAAA

Sorry kalo dikit. Engga kuat aku nulisnya.

Coba dong kasih pesan singkat untuk Mirae kesayangan... 

Aku tunggu reviewnya kawan kawan!

Night!

To my Luv

Pocies

Decedent |✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang