Make It Right

161 19 0
                                    


Taehyung baru tahu Sohee itu adalah dokter psikiater. Awalnya Jimin yang menawarkan agar Taehyung konsul. Dan saat Jimin yang mengantarnya, ternyata Sohee adalah dokternya. Saat ini Taehyung merasa lebih baik saat sudah konsul dengan Sohee. Masalah Jisoo, wanita itu sudah di seret ke penjara karena sudah menggelapkan uang perusahaan. Sekretaris Jang yang sudah berjasa soal itu, walau ada sedikit kerugian yang Taehyung dapatkan, tapi Taehyung tetap memberikan gaji lebih pada sekretaris yang sudah menolongnya itu. Yerin sudah kembali ke rumah orang tuanya dan semoga wanita itu tidak berulah lagi. Taehyung sudah menjami seluruh finansial, jika ada yang diperlukan Yerin bisa memintanya pada Taehyung. Dengan senang hati akan Taehyung berikan, bagaimana pun Yerin sedang mengandung darah dagingnya. Dan untuk Mirae, Taehyung tidak tahu lagi keberadaan wanita itu. Taehyung sudha mencari kesluruh penjuru kota di Korea, tapi wanita itu sepertinya sengaja bersembunyi. Padahal Taehyung sudah berangan-angan akan membantu Mirae saat persalinan sebisanya. Tapi, Taehyung terlalu buruk untuk itu. Dia menerima semua kesalahan masa lalunya yang ia ciptakan sendiri. Jika dipikir-pikir, Taehyung pantas ditinggalkan oleh Mirae.

Hari ini adalah hari terakhir Taehyung konsultasi mengenai mentalnya. Taehyung benar-benar berubah. Yang dulunya sangat suka pergi ke diskotik, sekarang sangat suka pergi ke panti asuhan. Wajah Taehyung terlihat lebih hangat dan teduh. Dia juga tampa lebih ramah saat bekerja. Jika dulu ia sangat keras dengan karyawannya, sekarang Taehyung sudah sering meneraktir karyawan-karyawan yang bekerja keras. Itu ia lakukan selama satu bulan. Taehyung juga sudah membeli rumah baru yang lebih megah dan hangat. Ia tidak mau tinggal lagi di apartment yang sebelumnya ia tinggali bersama Mirae sebelumnya. Tempat itu penuh duga, dan harus segera ditinggalkan.

Taehyung tersenyum saat melihat foto Mirae yang tampak tersenyum bahagia. Setelah selesai bekerja, Taehyung punya kebiasaan untuk berdiam diri di ruangannya dan melihat foto Mirae yang selalu ia letakan di meja kerjanya. Saat foto Mirae diambil, itu tepat saat hari kelulusan Mirae dan berhasil menjadi sarjana. Taehyung menghadiahkan satu unit butik untuk Mirae bekerja. Saat itulah mereka memutuskan makan malam bersama dan Taehyung mengabadikan foto Mirae yang tersenyum bahagia.

"Kau dimana sekarang? Kau tidak merindukanku? Ahh mana mungkin kau merindukanku, saat ini hanya aku yang merindukanmu," gumam Taehyung.

"Bulan ini adalah bulan kelahiranku, dan juga bulan kesembilan kau mengandung. Pasti rasanya sangat sakit, tapi aku percaya kau bisa. Hubungi aku jika kau mau melahirkan Mirae-ya. Aku ingin melihat anakku," gumamnya lagi dengan nada yang lebih lirih.

"Aku merindukanmu." Taehyung mencium foto itu seperti biasanya.

Tiba-tiba ponsel Taehyung berdering. Taehyung pun mengalihkan perhatiannya ke ponsel, disana ada nama Jimin yang tertera.

"Ya, ada apa Jimin-ah?"

"Kau tidak ikut mempersiapkan pernikahanku?"

"Apa yang perlu aku bantu?"

"Bantu aku mencari destinasi bulan madu terbaik."

"Ya! Apa-apan kau ini! itu tugasmu bodoh!"

"Ayolah... kau harus membalas semua kebaikanku."

"Dasar pria berengsek! Dimana kau sekarang?"

"Hahahah itu baru sahabatku. Aku ada di rumah."

"Baiklah aku akan sampai sepuluh menit lagi."

"Terima kasih Chinggu."

"Hmm."

Taehyung membereskan barang-barangnya dan pergi ke rumah Jimin. Pria Park itu akan menikah akhir bulan desember ini. wah beruntung sekali dia. Jimin bisa merasakan debar saat menikah, berbeda dengan Taehyung. Dia masih saja melajang, bahkan yakin tidak ada peluang untuknya menikah. Tapi hidupnya sudah seperti duda yang baru saja bercerai.

Decedent |✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang