"Apa kau senang? Apa kau senang akan menjadi lebih dekat dengan Jimin eoh?!"
"Kau keterlaluan Taehyung. Aku sama sekali tidak memikirkan itu."
"Lalu? Kenapa kau menolak untuk mengakhiri perjodohan itu?!"
"Karena dia pria yang baik."
Taehyung tertawa sangat keras. Tawa itu sudah seperti seorang psikopat yang senang karena berhasil menjebak sasarannya.
"Lihat. Kau bahkan bisa memujinya di depanku."
Taehyung bertepuk tangan sangat keras, "sangat penting sekali tenyata sososk Jimin di hidupmu."
"Hentikan Taehyung!"
"Dan. Kau berani membentaku?"
"BUKA MATAMU! TOLONG SADARLAH, JANGAN MENYIKSAKU SEPERTI INI!"
Mirae sudah memegang kepalanya yang sudah sangat sakit. tidak ada yang mengharapkan jika pria yang akan dijodohkan dengan Jieun itu adalah Jimin. Saat masih di rumah keluarga Taehyung, semuanya menyambut dengan hangat. Hanya Taehyung yang datang dengan amarahnya dan bersih keras mengakhiri perjohan Jieun dengan Jimin.
Mirae mencoba menenangkan Taehyung dan tidak membawa masalah pribadi mereka ke luar. Dengan usahanya, Mirae berhasil membawa Taehyung pulang. Mereka juga hampir tertabrak sebuah truk yang melintas. Taehyung benar-benar marah hingga menancap gas diatas rata-rata. Ia memukul stir dan terus saja bergumam akan membunuh Jimin.
"Kenapa? Kau tersiksa jika melihat nama Jimin itu sangat aku benci? Apa kau merasa tersakiti saat Jimin akan menikah dengan Jieun?"
"Jika aku tersiksa dengan itu, aku tidak akan membiarkan itu terjadi!"
"Ya. Aku tahu, setelah mereka akan menikah, kau akan berselingkuh."
"Hentikan."
"Dan kau akan menggugurkan kandunganmu agar aku tidak perlu mengembang tanggung jawab atasmu. Yakan?"
"JIKA KAU INGIN MENYIKSAKU. KENAPA KAU TIDAK LANGSUNG MEMBUNUHKU SAJA! KENAPA KAU MEMBIARKAN AKU HIDUP SEPERTI INI! BUNUH AKU SEKARANG!
AKU HANYA BEBAN BUKAN? KAU MALU MEMPUNYAI PACAR SEPERTIKU BUKAN? AKHH!"
Tiba-tiba Mirae berteriak kesakitan. Perutnya tiba-tiba sangat sakit tak tertahankan.
"Jangan berpura-pura."
"Dasar pria jahat," ucap Mirae di tengah rintihannya.
Mirae mencoba menghungi seseorang dari ponselnya. Namun ia sudah kehilangan kesadarannya.
"Mirae!"
Taehyung jadi merasa menyesal. Tidak seharusnya ia berpikir jika Mirae berpura-pura agar bisa mengalihkan pembicaraan mereka.
Ralatnya, itu bukan lagi pembicaraan. Tapi sebuah pertikaian.
Taehyung langsung membopong tubuh Mirae yang sudah tak sadarkan diri. Taehyung berlari menuju mobilnya dan membawa Mirae ke rumah sakit. ia khawatir terjadi sesuatu pada Mirae dan juga anaknya.
***
Jimin meneguk cairan ungu pekat. Ia tidak pernah menyangka reaksi Taehyung akan seperti itu saat melihat dirinya akan dijodohkan dengan adik pria itu. Kim Jieun.
"Apa kau yakin ingin tetap melanjutkannya?" tanya Sohee yang sudah menyilang kakinya sambil memerhatikan Jimin.
"Aku rasa harus."
"Kenapa?"
"Aku ingin melupakan perasaanku pada Mirae."
"Apa kau yakin mereka masih menerimamu?"

KAMU SEDANG MEMBACA
Decedent |✔️
FanfictionKim Taehyung membuat Hyu Mirae menjadi seorang Dewi yang selalu membuat wanita itu menjadi sempurna seutuhnya. Berbeda dengan Kim Taehyung yang tidak mengerti jalan pikir Mirae yang tidak mau dinikahi. "Semua karenamu. Segalanya. Cintaku, deritaku...