Heyyoo
Udah tau kan kebiasaan Kesh Grey? Ada bonus setiap end gaesss catat ya klo lupa diingetin heheheh
Happy reading!"Sayang ayo bangun... hari ini kau harus pergi, kan? Mau terlambat?"
Aku tidak menyangka akan sesulit ini membangunkan suamiku. Hari ini adalah hari dimana Taehyung harus segera terbang ke Australia untuk perjalanan bisnis. Dan ini adalah hari pertama ia terbang seorang diri.
"Taehyung-ah! Ayolah..."
Tampak Taehyung sedikit menggeliat mencari posisi ternyaman. "Lima menit," ucapnya dengan suara berat yang purau khas orang bangun tidur. Suara itu selalu saja membuatku gila setiap pagi.
"Aku tidak mau anak-anakku akan mengikuti Appa-nya yang tidak disiplin." Mungkin bisa saja ia mengundur waktu. Bukan hanya lima menit, mungkin hingga besok pun bisa. Karena pesawat yang akan membawanya terbang adalah miliknya, tapi anak-anaknya––oh! Bukan! Anak-anakku itu sangat cerdas dan sangat cepat meniru sesuatu apapun yang mereka lihat.
Aku jadi khawatir jika mereka melihat sesuatu yang merusak. Seperti saat ini. Appa mereka yang mengulur waktu dan bermalas-malasan tidak tepat pada waktunya.
"Taehyung-ah..." Aku menggoncang tubuhnya agar lekas bangun.
"Siapa yang suruh membuatku harus berjaga semalaman huh?"
Walau mulutnya mengomel, tapi matanya masih saja tertutup. "Ahh kau menyalahkanku? Baiklah. Aku tunggu sampai kau puas tidur."
Seharusnya dia tahu kondisiku saat ini. Kenapa aku sangat sensitive?
Aku hendak beranjak dari tempatku berdiri. Daripada lelah membangunkan beruang di musim dingin yang berhiberbasi seperti Taehyung, lebih baik aku menemani anak-anak sarapan.
Saat aku hendak pergi, tiba-tba tanganku ditahan. Aku tahu pemilik tangan besar yang sangat hangat itu. Dengan seenaknya Taehyung menarik tanganku hingga kembali ke hadapannya. "Apa lagi?" tanyaku dengan nada tidak bersahabat.
"Duduklah sebentar," ucapnya dengan nada yang tenang. Makin kesini, Taehyung semakin tenang dan dewasa. Bahkan setelah satu tahun menikah, hanya sekali pertengkaran hebat diantara kami.
Aku pun menurutinya. Aku duduk di bibir ranjang. Perlahan Taehyung membuka matanya dan tersenyum tipis. Sejenak ia terdiam, mungkin saja pria itu sedang mengumpulkan nyawanya kembali sambil membiasakan matanya dengan etensitas cahaya matahari yang menorobos kamar bernuansa pastel ini di pagi hari.
Setelah cukup lama aku menunggu, Taehyung bangun dari posisi tidur menjadi setengah duduk dan bersandar kepala ranjang. "Anak-anak sudah bangun?" itulah pertanyaan setiap kali aku membangunkannya. Dia selalu menanyakannya walau sudah tahu apa jawabannya.
"Mereka sedang sarapan."
"Katakan pada mereka aku minta maaf karena mencuri perhatian Eomma mereka setiap pagi untuk membangunkan Appa-nya ini."
Aku tersenyum dan tanganku selalu spontan mengacak-acak rambut Taehyung yang memang sudah berantakan. "Mereka juga mengerti jika aku juga istri dari Appa mereka."
Ahh jika sudah seperti ini kekesalanku hilang dalam hitungan detik.
"Lalu bagaimana kabar anakku di dalam sana? Apa dia baik-baik saja?"
Taehyung menatap perutku yang membuncit dan mengelusnya penuh sayang. Itu sangat membuat hatiku menghangat seketika. "Selamat pagi anak Appa. Cepatlah keluar dari perut Eomma-mu supaya tidak ketular cerewetnya."

KAMU SEDANG MEMBACA
Decedent |✔️
FanfictionKim Taehyung membuat Hyu Mirae menjadi seorang Dewi yang selalu membuat wanita itu menjadi sempurna seutuhnya. Berbeda dengan Kim Taehyung yang tidak mengerti jalan pikir Mirae yang tidak mau dinikahi. "Semua karenamu. Segalanya. Cintaku, deritaku...