Ketika ditanya oleh Appa dan Eomma ingin hadiah apa untuk ulang tahunnya yang ke-17, Taehyung sebenarnya hanya ingin merayakan bersama-sama dengan keluarganya, sahabat-sahabat terdekatnya, Yoonseok-imo, Yeontan, dan tentunya Seokjin. Namun, semua sahabatnya sekarang sedang di luar kota menikmati liburan dengan keluarga masing-masing. Sejak pukul 12.00, messanger app Taehyung tak berhenti memberikan notifikasi adanya puluhan pesan dari teman-teman sekolah baik yang dia kenal baik atau yang dia kenal sekadarnya, juga dari teman SD, SMP di Korea dulu, keluarga besar, dan banyak orang yang sebenarnya tak dikenalnya sama sekali.
Jimin, Namjoon, dan Jeongguk sudah menelepon sesaat setelah Appa, Eomma, dan Yeontan bersama-sama memberi Taehyung sebuah kue ulang tahun kecil, dan kemudian berdoa bersama untuk kebahagiaan Taehyung. Seokjin sendiri menelepon lewat jam 1 malam, terdengar sangat lelah mengucapkan selamat pada Taehyung yang kemudian memutuskan mengakhiri percakapan, karena tak tega mendengar suara Seokjin yang kelelahan. Besok siang, Taehyung akan menelepon Seokjin lagi dengan harapan pacarnya itu lebih bisa diajak berbicara banyak dengan keadaan yang lebih fresh. Taehyung memandangi Starry Night, menikmati suara hujan yang kembali turun. Taehyung sangat merindukan Seokjin, berharap minggu depan segera tiba agar mereka bisa kembali bertemu.
Paginya, Taehyung terbangun kaget mendengar gonggongan gembira Yeontan dan teriakan ibunya di lantai bawah. Taehyung cemberut, huh! Entah apa yang membuat mereka begitu berisik.
Cklek!
Taehyung sedang berusaha kembali tidur ketika pintu kamarnya dibuka. Apa lagi? Batin Taehyung sebal, meski tetap pura-pura tidur, berharap siapapun yang masuk kamar segera keluar karena melihatnya masih tidur pulas. Dirasakannya sesosok tubuh mendekat dan mengelus lembut kepalanya. Seketika dahi Taehyung berkerut, karena tangan Eomma tidak selebar ini, sontak Taehyung membuka mata dan melihat Seokjin sudah duduk di samping tempat tidurnya, sedikir terkejut juga karena Taehyung membuka mata tiba-tiba.
"Hyuuuuung..." Taehyung menatapnya tak percaya, "Am I dreaming?"
Seokjin menggeleng, mengeluarkan senyum mempesonanya yang langsung membuat Taehyung meleleh. Taehyung segera bangkit, mengalungkan lengannya ke leher Seokjin yang disambut pelukan erat dari Hyung tampannya.
"Happy birthday, baby."
Seokjin mengecup lembut pipi pacar tampannya, Taehyung mengerang dan makin mengeratkan pelukannya, melekatkan wajahnya ke ceruk leher Seokjin berusaha keras menahan air mata yang sudah akan tumpah begitu dilihatnya Seokjin berdiri di sampingnya. Ini hari bahagianya, dan kedatangan Seokjin yang tiba-tiba membuat emosinya bercampur aduk. Khawatir, sedih, bahagia, lega, rindu membuncah jadi satu sehingga dia kehilangan kata-kata. Mencengkeram jaket Seokjin sebagai upaya agar pacarnya mengerti perasaannya tanpa harus ia katakan.
"Maaf, babe. Aku membuatmu khawatir, ya?" tanya Seokjin sambil mengelus-elus punggungnya, "I'm okay right now. Don't worry."
Taehyung melepaskan pelukannya dan memandang wajah Seokjin.
"Thank you so much for coming, Hyungi."
Taehyung mengelus pipi lembut Seokjin, kemudian beralih ke bibir penuhnya.
"I miss you so much, baby." Bisik Seokjin, membiarkan jemari Taehyung bermain-main dengan bibirnya, "Aku memikirkanmu tiap hari, berharap saat seperti ini akan segera tiba."
Taehyung mendekatkan hidung mancung mereka hingga saling bersentuhan,
"I miss you too, Hyung-ah. So much. So.. So much!"
Seokjin tersenyum, mengecup bibir Taehyung gemas, "I miss you more."
"I miss you more than you miss me." Taehyung balas menggigit bibir Seokjin.
KAMU SEDANG MEMBACA
We will Ship in the Night
FanficTaehyung yang ceria, bersemangat, fotografer majalah sekolah, vokalis band sekolah, dan memiliki banyak teman dan fans. Tiba-tiba, seorang cowok Korea luar biasa tampan datang dengan bahu lebar dan bibir merah merona. Seokjin dengan cepat mendapat p...
