Seokjin in Words

565 55 8
                                        

Dear my lovely VV,

Aku harap, kamu baca surat ini dengan nyaman di rumah bersama Appa, Eomma, Yoonsek-imo, dan Yeontan yang bergelung di pangkuanmu.

Sebenarnya, aku ingin mengatakan semua ini langsung padamu, tapi keberanianku dan waktu yang membatasi kita

Kamu tahu babe, aku sangat gugup ketika Eomma memberitahuku kalau kami berdua akan pindah ke negara lain, tanpa Appa. Bagaimana kami bisa bertahan tanpa Appa? Bagaimana AKU bertahan di negara asing yang tak kuketahui sebelumnya, bersama orang-orang asing yang tak kukenal sama sekali? Bagaimana kalau mereka tidak bisa menerimaku dengan skandal keluargaku? Aku tahu kamu akan marah jika kamu mendengar ini, babe, mungkin aku hanya paranoid. Tapi inilah yang kurasakan.

Tapi, pagi itu benar-benar mengubah hidupku. Aku yang duduk sendirian di dalam ruang guru yang dingin, melihat senyum dan tawa seorang Kim Taehyung yang berjalan melewati depan jendela ruang guru. Aku belum mengenalmu babe, tapi aku bisa merasakan kehangatan dan ketulusan senyummu itu. Sesaat aku iri pada cowok di sebelahmu, Jimin :p, yang kamu peluk dan mendapat senyumanmu itu. Kamu terlihat tampan sekali, aku tak bisa menghitung berapa pasang mata yang juga berharap mendapat senyuman itu. Sampai kita bertemu di rooftop yang terpencil itu, tempat yang tak kuperkirakan sebelumnya untuk bertemu pertama kali dengan seorang Kim Taehyung yang sempurna. Aku masih menyesali pertemuan itu sampai sekarang, babe. Aku bodoh ya, meninggalkanmu begitu saja di sana. Maafkan aku ya, aku terlalu gugup, apalagi dengan reaksi anak-anak lain yang begitu heboh menyambutku dan ketika kamu bilang kamu adalah orang Korea. Saat itu, aku kembali paranoid. Cepat atau lambat, kalian pasti tahu skandal keluargaku dan meninggalkanku seperti yang dilakukan teman sekolahku dulu. Lebih baik aku cepat menghindar, agar aku tak sakit hati untuk kedua kalinya.

Rupanya, takdir kita tak berhenti sampai pertemuan canggung itu, ya. Aku menyadari betapa kamu membenciku ketika kita bertemu di pesta perusahaan. Kupikir itu yang kumau, tapi ketika kulihat senyum dan tawa lepasmu bersama Namjoon dan Jeongguk, aku meragukan diriku sendiri. Ternyata, aku masih menginginkan senyum itu untukku. Aku tak mau kamu membenciku, babe, aku juga ingin menjadi alasanmu tersenyum.

Mendekatimu bukan hal mudah baby, tapi aku sangat berterima kasih padamu ketika kamu mengulurkan doshirak lebih dulu. Terima kasih telah mengulurkan tanganmu lebih dulu untuk meraihku, terima kasih telah membuatku merasa seperti Icarus yang mendapatkan sayap untuk terbang ke langit.

Bersamamu aku merasa kembali hidup, baby. Kamu melengkapi hidupku, mengumpulkan semua yang telah berserakan, dan membuatku kembali berani untuk bermimpi dan memetakan tujuan hidupku sendiri, bukan sebagai Kim Seokjin putra Profesor Kim Minseok dan CEO Lee Ssanghwa dan calon penerus Chilsung Corp., tapi sebagai Kim Seokjin murid SMA yang berusia 18 tahun, yang sedang menikmati proses di masa remajanya.

Oh iya, ngomong-ngomong soal Appa, kemarin kami sudah mendapat kabar dimana dia sekarang. Aku akan segera mencarinya begitu tiba di Amerika. Kuharap kami bisa segera bertemu.

My adorable VV~

Bila kamu menanyakan apa yang paling kuinginkan sekarang, aku ingin Appa bersama kami lagi, selain itu, aku juga ingin selalu bersamamu. Aku memastikan hal itu. Tapi, Appa selalu berkata bahwa dunia ini beserta orang-orangnya tak dapat kita prediksi. Tak akan ada yang tahu akan bagaimana hidup kita esok hari dan bagaimana perilaku orang lain, tapi Appa menambahkan, ada pola yang harus kita cermati agar bisa mendapatkan pola dan gambaran untuk menyiapkan diri kita menghadapi hari esok dan orang lain.

Aku mencatat hal ini di dalam otak dan dasar hatiku, babe, dan aku benar-benar melakukan apa yang selalu Appa katakan. Tapi, kejadian yang menimpa Yoongi benar-benar di luar prediksiku. Aku menyayangi kalian semua yang begitu tulus dan baik padaku, kalian yang masih berada di sisiku meskipun kalian tahu apa yang orang itu bisa lakukan jika masih terus bersamaku. Aku sangat merasa bersalah pada Yoongi, dan aku tak mau siapapun dari kalian mengalami hal yang sama. 

Curse me because I'm a coward, but let's break up Taehyung-ah.

Maafkan aku yang mengatakan ini lewat surat, karena aku tak akan sanggup mengatakannya langsung padamu. Keluargaku sekarang sedang kacau balau. Saat aku menulis surat ini, Eomma sedang berbicara dengan Harabeoji dan ayah Yoongi, membahas bagaimana cara untuk membereskan Junpyo-samcheon. Keadaan akan menjadi lebih baik bila pihak Eomma bisa membereskan semua--dalam arti baik tentunya. Tapi bagaimana kalau pihak Samcheon yang menang? Bagaimana jika Harabeoji, Eomma, dan Younghwan-taepyo hilang sabar dan melakukan hal yang buruk? Bagaimana kalau mereka semua hilang kendali dan saling menyakiti orang-orang terdekat mereka semua? Money and pride are roots of all evil, babe.

Aku tak tahu sejauh mana mereka semua akan bertindak, dan selama itu aku tak mau kamu berada dekat-dekat denganku selama kami semua masih kacau balau. Aku tak mau kamu terlibat dan siapapun yang di sekitarku terkena imbas dari kekacauan ini. Duniaku terlalu suram untuk seseorang secemerlang dirimu, babe. 

Kuharap kita bisa bertemu lagi suatu saat nanti, Tae dengan situasi dan kondisi yang lebih baik dan terkendali. Bila saat itu tiba, dan kamu masih membenciku, aku bisa memahami itu. Aku memang layak kamu benci karena tak bisa memikirkan cara lain untuk melindungimu selain memutuskan kita untuk berpisah.

Waktu kita bersama sangat singkat Kim Taehyung, tapi selama berada di sisimu aku merasa ini adalah Hwayangyounghwa-ku, my best moment of my life.

Terima kasih atas segalanya, untuk cinta dan perhatianmu yang tak akan sanggup kubalas sampai kapan pun. 

Tetaplah bersinar dan menjadi sumber kebahagiaan semua orang, Tae. Dan sampai jumpa lagi, baby. Semoga kamu selalu bahagia di manapun kamu berada.

Always yours,

Kim Seokjin

______________________________

23.11.2020 bersama Blue and Grey yang mengalun sendu di headset

______________________________

Terima kasih sekali untuk semua vote dan comment-nya. Semoga kalian selalu sehat dan bahagia 😁

Sampai ketemu di chapter berikutnya 😁

We will Ship in the NightTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang