Minggu ini minggu ujian kelulusan bagi siswa kelas 12. Time flies! Keluh Taehyung tanpa sadar menggebrak meja tempatnya, Alice, dan Kiara mengerjakan tugas di kafe dekat sekolah mereka.
"Hey! Calm down, dude!" teriak Kiara yang terlonjak kaget.
"I'm calm!" teriak Taehyung.
"You're not." sahut Alice amat sangat kalem.
Taehyung menarik nafas dalam-dalam, memejamkan mata, dan memijat-mijat pangkal hidungnya.
"Sorry."
Alice dan Kiara mengangguk-angguk paham sambil mengelus dan menepuk lengan Taehyung.
"Kumaafkan, Tae." kata Kiara, "Hari ini hari terakhir ujian kelulusan dan aku tak bisa membayangkan bagaimana perasaanmu saat pacarmu akan lulus."
Alice mengarahkan sedotan gelas Taehyung yang berisi cokelat dingin ke mulutnya. Taehyung menyedot cokelatnya tanpa mengambil gelasnya dari tangan Alice.
"I don't want him go." Katanya pelan.
"No one wants Kim Seokjin to go. Such a big loss." Kiara mengedikkan bahu, "Tapi Stanford, Tae! That's insane!"
Taehyung menatap nanar ke langit biru yang berhiaskan awan-awan putih. Mereka terlihat cerah sekali, tak seperti hatinya.
"Partmu sudah selesai?" tanya Alice melirik laptop Taehyung.
Taehyung menggeser laptopnya agar Alice bisa melihat pekerjaannya dengan jelas. Selama anak kelas 12 ujian, anak kelas 10 dan 11 libur, tapi mereka diberi seabrek tugas yang harus dikumpulkan tiap harinya. Hari ini, Mr. Perlman guru seni mereka menyuruh mereka berkelompok untuk membuat makalah yang membahas seorang seniman legendaris dan menganalisa salah satu karya mereka. Taehyung, Alice, dan Kiara memutuskan untuk membahas Vincent Van Gogh kesayangan Taehyung dan membahas karyanya yang paling melegenda 'Starry Starry Night.'
"Taehyung pintar sekali kalau pelajaran seni," gumam Kiara setelah membaca analisa Taehyung yang mendalam, "Lanjutkan, Tae."
Dari kejauhan, bel sekolah mereka terdengar. Ujian telah selesai. Seokjin berjanji akan menemuinya setelah selesai ujian hari ini.
"Ouh, your Prince Charming is coming." Bisik Kiara begitu melihat Seokjin berjalan keluar dari gerbang sekolah mereka bersama teman-teman 12 Sapphire-nya.
Taehyung menoleh, mereka semua terlihat ceria, mau tak mau Taehyung ikut tersenyum melihat para seniornya. Sebagian dari mereka sudah diterima di universitas ternama, sebagian lain memilih melanjutkan perusahaan orang tua mereka atau berkarir sesuai minat mereka, sebagian lagi masih berusaha mengikuti tes umum universitas.
Seokjin melambai pada teman-temannya, memisahkan diri untuk menemui Taehyung, Alica, dan Kiara, sementara anak-anak lain pergi ke bowling alley di sebelah kafe.
"Hey girls." Sapanya, kemudian mengelus kepala Taehyung, "Hello, babe."
Taehyung tersenyum padanya.
"Halo Seokjin." Balas Alice dan Kiara.
Seokjin menarik kursi dan duduk di sebelah Taehyung.
"Bagaimana ujiannya?" tanya Taehyung.
"Fine," Seokjin tertawa lega, "Akhirnyaaa.. semua ini selesai sudah."
Taehyung, Alice, dan Kiara mencecar Seokjin dengan pertanyaan-pertanyaan bagaimana ujian berlangsung dan soal apa saja yang keluar, mereka bertiga juga akan ujian tahun depan, jadi lebih baik siap-siap dari sekarang. Setelah bertanya detail, mereka kemudian mengobrol ringan, Seokjin sambil bermain game di ponselnya sementara Alice, Kiara, dan Taehyung lanjut mengerjakan tugas mereka. Sesekali Seokjin menambahkan pendapatnya tentang Vincent van Gogh dan karyanya yang dia ketahui.
KAMU SEDANG MEMBACA
We will Ship in the Night
FanfictionTaehyung yang ceria, bersemangat, fotografer majalah sekolah, vokalis band sekolah, dan memiliki banyak teman dan fans. Tiba-tiba, seorang cowok Korea luar biasa tampan datang dengan bahu lebar dan bibir merah merona. Seokjin dengan cepat mendapat p...
