5. Menunggu Langkahnya

235 7 3
                                        

Aku tidak mampu menahan lara ini lebih lama. Jika kamu memang tidak akan menyadari perasaan ini alangkah baiknya aku kehilir dan tidak lagi bersinggah di hati mati mu itu_______Keyra Glamoera.

" Key!" Teriak Jena di lorong koridor siang itu. Gadis dengan jam tosca itu berlari kecil menghampiri Keyra yang saat itu menunggunya di ujung lorong.

" ada apa Jen?" Tanya Keyra ramah pada gadis itu. Keyra tidak bisa bersikap kasar pada Jena seperti yang lainnya saat lelaki yang ia taksir justru di rebut.

" lo deket ya Key sama anak anak W21?"
Tanya Jena dengan sangat antusias.

Siapa yang tidak tertarik dengan anak anak W21 penguasa SMA Pelita yang berisikan lelaki gagah juga bermateri tingkat atas itu. Pertanyaan Jena sedikit mengejutkan Keyra, gadis itu lalu melanjutkan langkahnya yang diikuti Jena. Keyra tidak heran dengan pertanyaan Jena, pasti gadis itu tau kejadian tadi sore dari kekasihnya.

" jawab Key, lo deket ya sama mereka?  kok lo ngga kasih tau gue sih kalo lo deket sama mereka?" Tanya Jena di lorong itu membuat Keyra sedikit terganggu dengan guyuran pertanyaan dari Jena. Sangat ketara sekali jika Jena menaruh ketertarikan khusus pada anak W21.

" kok lo segitunya sih Jen? lo suka sama mereka?" Keyra sedikit sensi, ia tidak suka saja saat Jena menunjukan.ketertarikannya pada lelaki lain saat ia masih menjadi pacar Juna. Keyra tidak ikhlas jika Juna di sakiti.

" siapa sih yang ngga suka mereka di sini? Gue rasa semua cewe suka sama mereka, dari tampang sama materi mereka nyaris sempurna Key. Bayangin kalo lo jadi pacar salah satu dari mereka, lo yang tadinya ngga di kenal bakal viral mendadak" Ucap Jena panjang lebar membuat Keyra menghentikan langkahnya lalu menatap serius wajah Jena membuat Jena kebingungan.

" apa?" Tanya Jena heran saat Keyra menatap lekat dirinya di koridor itu.

" lo masih pacar Juna kan?!" tanya Keyra lalu melanjutkan jalannya.

" jelas lah, kok lo tanyanya gitu? Lo berharap gue putus sama Juna ya? Jahat banget lo Key" jawab Jena cepat dan mengekori laju kaki Keyra. Gadis itu selalu bersikap manja pada semua orang, ia terbiasa bersikap kekanak kanakan.

" ngga!" Ucap Keyra jujur, sesuka apapun Keyra pada Juna ia tidak pernah memiliki harapan seperti yang di katakan Jena padanya. Keyra tidak seegois itu, memaksa kehendak hanya demi keinginannya.

" kok lo tanyanya kaya tadi sih? harusnya kan lo doain gue sama Juna biar langgeng" Ujar gadis itu.

" iya gue doain" Kata Keyra jengah pada keadaan ini. Bisakah sekarang ini Jena enyah dari hadapannya.

Sabar yang sesungguhnya itu memang tidak terbatas namun rasa jengkel, marah, kesal, dan juga benci tidak bisa tertahan lama.

______________________________

" Will! cewe yang kemarin itu cewe lo?".tanya Fatah penasaran.

Sejak perjumpaan dengan Keyra, Willy tidak bosan bertingkah aneh di hadapan teman temannya. Hal yang tidak biasa itu membuat semuanya heran, jarang sekali Willy bersikap seperti itu. Ia yang biasanya datar dan dingin kini simpul senyum mulai muncul meski itu sangat jarang.

" liat aja nanti" jawab Willy menggantung membuat Fatah semakin penasaran di buatnya.

" main rahasia rahasian lo sama gue?" lini giliran Devan yang bertanya. Ketiganya tengah duduk di bawah AC kelas.

" sejak kapan lo baperan Van? lo juga Tah, sejak kapan lo kepo'an gini?" tanya Willy pada dua sahabatnya itu.

" secara gitu jarang banget kan lo deket sama cewe, yah gue kepo lah kemarin ada adik kelas nyamperin lo trus minta maaf, kan aneh" jelas Fatah panjang lebar.

PHUBERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang