1997ー, "kita nggak tau siapa yang udah bunuh dia!"
...
terlalu banyak hal terjadi akhir-akhir ini. mulai dari teror surat kaleng yang diterima seorang gadis padahal baru saja mendapat pacar, kapten futsal yang tiba-tiba jatuh di tangga hingga kakiny...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•••
jumat, 14 februari
iii; di rumah jaehyun
rose mengikat ulang tali sepatunya yang terlepas ketika ia berada di halaman rumah jaehyun sementara june sudah lebih dulu masuk ke dalam.
gadis itu memandang lamat-lamat bangunan bertingkat yang dominan bercat putih di hadapannya. halaman depan rumah jaehyun sangat luas, rumahnya juga besar, dan katanya di dalam masih ada kolam renang.
rose tahu orang tua jaehyun sangatlah kaya. mereka lebih dari sekedar mampu untuk merayakan ulang tahun ke-17 putra tunggalnya di sebuah hotel bintang lima seperti orang kaya pada umumnya tapi lihat, jaehyun hanya mengundang sahabat terdekatnya untuk barbeque-an di halaman belakang rumah? sederhana sekali.
rose melangkahkan kakinya masuk ke rumah jaehyun. meski ini sudah yang kesekian kalinya, ia tetap saja dibuat kagum dengan lukisan-lukisan artistik yang dipajang rapi di sepanjang jalan yang ia lewati menuju halaman belakang.
"woy, ini kayu bakarnya mana?!" teriakan seokmin menyambut rose yang baru saja sampai.
"lo kata mau bikin api unggun pake kayu bakar segala ha?!" balas eunha tak kalah keras.
"iya buat berlindung dari beruang laut,"
"mending lo aja seok yang kita bakar." ujar june yang sedang membantu membersihkan char broil grill baru milik jaehyun.
selanjutnya terdengar seokmin masih adu mulut dengan eunha dan june tentang masalah yang tidak penting. rose memilih tak ikut campur.
"rosie!" seruan jiho membuat rose menoleh. ia kemudian berjalan mendekati jiho yang berada di gazebo dekat kolam renang.
"yang cewek baru elo sama eunha doang?" tanya rose mengamati sekeliling. jiho mengangguk.
"emang siapa aja yang diundang?" tanya rose sambil mengambil mangkok berisi bumbu yang harus ia oleskan.
jiho menghentikan kegiatannya, ia terlihat sedang mengingat-ingat.