Scene terakhir...
"Pria yang ada di meja sepupumu itu orang berbahaya, suruh dia menjauh kalau tidak bisa dibawa pergi seperti banyak kejadian. Orang yang dibawa tidak akan kembali, dan sampai sekarang totalnya sudah ratusan."
Oh, Jungkook sudah tau itu. Dan sialnya saat ia kembali melihat ke arah Hasa, gadis itu hanya diam ketika wajahnya dicium.
So, enjoy it~ (Jangan lupa tekan bintang untuk vote dan berikan komentar yaa)
__________________________
Setelah mendengar cerita wanita itu. Jungkook menghampiri Hasa, pria itu tanpa sadar memasang wajah kurang bersahabat, padahal seharusnya tidak boleh seperti itu, akan memancing perhatian, baik si target ataupun teman-temannya.
"Hasa."
Merasa terpanggil, gadis itu menoleh, juga dengan Harry. Mereka menatap bingung ke arah Jungkook, namun setelahnya Hasa memberi isyarat dengan keningnya yang berkerut serta tangan yang mengepal di samping tubuhnya.
"Siapa kau?" tanya Harry, pria itu bangkit dari duduknya dan menghadap Jungkook.
"Aku sepupunya."
"Oh, kau tidak bilang kalau ke sini berdua. Kupikir kau sendirian, tadi sudah berniat mengantarmu pulang. Dan, Hasa itu apa, nama panggilanmu sejak kecil?"
Jungkook mengerutkan keningnya. Hasa tersenyum manis, ia memegang tangan Harry dan memijat jemarinya dengan sensual. Mendapat perlakuan manja, pria blasteran itu luluh.
"Iya, aku ini memang tinggal di Seattle, tapi keluarga ibuku berasal dari Korea. Jadi ketika di rumah, aku akan dipanggil dengan nama korea, kalau di luaran seperti ini, Scarlet" jelas Hasa. Bibirnya tidak henti memberikan senyum. Membuat Harry mengulurkan tangannya untuk mengelus rambut Hasa.
"Nah, sepupuku ini sudah terbiasa dengan nama rumahanku. Jadi, Harry bagaimana menurutmu?"
"Kedua-duanya terdengar cocok untukmu. Dan, siapa namamu, Bung?"
"Justin," ujar Jungkook dan mereka berjabat tangan.
"Harry."
Setelah berjabat tangan, Jungkook berkata ingin pulang lebih dulu dan Hasa memberikan kecupan singkat di pelipis Harry. Pria itu terlihat sudah termakan tipu muslihat. Dan Hasa memuja bakat manipulasinya sekarang.
Tarikan Jungkook semakin terasa, gadis itu mengikuti langkahnya yang besar dan cepat. Setelah masuk ke dalam mobil, pria itu tidak langsung menyalakan mesin, melainkan memijat keningnya.
"Kau sakit, Sir?"
"Aku tidak masalah jika kau memang ingin mencari teman tidur, tapi kau harus profesional! Kita sedang dalam misi."
"Teman tidur?"
Jungkook meliriknya. Pria itu tertawa meremehkan.
"Iya, orang sepertimu ini memang tidak tau situasi. Kalau bukan untuk mencari teman tidur, kenapa kau biarkan target menyentuhmu, Kid?"
Gadis itu tertawa lalu ia mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan melempar benda itu ke arah Jungkook.
"Sekadar informasi untuk orang angkuh sepertimu, aku tidak butuh teman tidur, aku bukan orang yang tidak profesional dan ya! Aku pianis, hal seperti ini di luar kemampuanku, tapi aku melakukannya karena aku yakin aku bisa, kenapa? Karena ada kau, Sir! Berhentilah menyudutkanku dengan cercaanmu itu, Berengsek."
KAMU SEDANG MEMBACA
Under Shades ✓
Fanfiction[Be wise: Mature Content, Erotic] Sebagian diprivat, follow untuk membaca! -Agegap- Sebagai secret agent paling muda. Jungkook, sama sekali belum diberikan partner dalam misi. Awalnya, hanya menggunakan partner sementara, yang kerap direkomendasika...
