Scene terakhir...
Jungkook diam. Pria itu mengepalkan kedua tangannya.
"Kau lupa, dirimu itu tidak tau diri?" tanya Jungkook.
"Taehyung menemuimu kemarin?!" cerca Jungkook lagi.
So, enjoy it~(Jangan lupa tekan vote dan beri komentar yaaa. Sebelum lanjut, ayo tarik nafas dalam-dalam)
___________________________
Hasa menertawakan Jungkook, gadis itu berjaan menuju meja kerja si lawan bicara, mengambil beberapa dokumen lalu menjatuhkannya ke lantai.
"Lihat tumpukkan kertas yang berantakan ini. Itu semua adalah gambaran atas apa yang kau perbuat, Sir."
"Ya, dan yang ini adalah akibat dari hal yang kau perbuat."
Pria itu berjalan mendekat, Hasa meremat pinggiran meja yang ada di belakangnya. Wajahnya diraih, bibirnya ditaut oleh Jungkook. Kedua tangan pria itu beralih untuk memberi afeksi lebih dengan cara mengelus leher Hasa.
Pun, gadis itu menutup matanya, membalas ciuman Jungkook. Wajahnya terus mendongak, karena tingginya yang tidak setara dengan pria itu, Hasa mengerutkan kening saat Jungkook menggigit bibirnya. Ciuman terlepas. Hasa menahan tubuh Jungkook agar mereka berjarak.
"Luka," ujar Jungkook, sorot matanya menatap ke arah bibir bawah gadis itu yang terdapat setitik cairan merah. Hasa meringis, Jungkook menatap sendu, lalu ia mengusap luka itu dengan jemarinya.
"Maaf, membuat bibirmu luka" gumam pria itu, pelan sekali. Baru saja akan merespon kata maaf Jungkook, pintu ruangan diketuk dan pria itu langsung menjauh dari Hasa. Ia duduk di kursinya dan gadis itu melirik ke arah pintu yang perlahan terbuka.
"Hasa," ujar Jimin. Pria itu menutup pintu dengan cepat lalu menghampiri si gadis Han, mengerutkan keningnya saat melihat bibir Hasa yang luka. Sangat kentara sekali karena hari ini gadis itu memakai lipstick berwarna pink muda.
Si pemuda Park melotot ke arah Jungkook. Ia menarik kerah kemeja yang lebih muda, mengundang Hasa untuk terkejut bukan main. Gerakannya sangat cepat.
"Kau memukul perempuan?" tanya Jimin, sorot matanya tajam, nada suaranya tinggi. Sedangkan yang ditanya hanya memasang wajah datar, seperti tidak tertarik dan tidak bersalah, kenyataannya memang tidak bersalah. Luka itu bukan karena pukulan.
"Hyung, akhir-akhir ini emosimu naik turun. Bukankah kita tidak boleh berburuk sangka?"
"Kau!"
"Jim!" panggil Hasa. Gadis itu menahan tangan Jimin, lalu bernafas lega saat pria itu menjaga jaraknya dari Jungkook.
"Wow, semua orang membelamu. Memangnya kau memberi janji-janji palsumu juga pada mereka?" tanya Jungkook ke arah Hasa, senyum meledek dan tatapan tidak suka diberikan.
Hasa memicingkan mata, ia meminta Jimin untuk keluar lebih dulu. Sempat menolak, namun pemuda asal Busan itu memilih menurut dan keluar dari sana tanpa mengatakan apapun. Tapi pintu tertutup dengan kuat.
Hasa kembali mengikis jaraknya dengan Jungkook, gadis itu membuka tas miliknya dan mengeluarkan sebuah kotak berukuran sedang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Under Shades ✓
Fanfiction[Be wise: Mature Content, Erotic] Sebagian diprivat, follow untuk membaca! -Agegap- Sebagai secret agent paling muda. Jungkook, sama sekali belum diberikan partner dalam misi. Awalnya, hanya menggunakan partner sementara, yang kerap direkomendasika...
