Scene terakhir...
"Katakan apa yang kau mau?" tanya Jungkook. Hasa mencuri ciuman di bibirnya. Hal itu tentu tidak luput dari pandangan Jimin.
"Kau."
So, enjoy it~ (Jangan lupa tekan bintang untuk vote dan berikan komentar kalian yaa, bacanya buat aku semakin semangatt. Lalu coba sambil dengar lagu The Hills -The Weeknd)
____________________________
Jungkook tertawa, tubuh Hasa semakin memanas dibuatnya. Pria itu mengeluarkan tangannya dari dress Hasa, lalu menarik tangan gadis itu untuk segera pergi.
Taehyung melirik ke arah samping, baru menyadari kalau Hasa tidak lagi berdiri di sana. Ia menatap ke belakang dan menemukan Hasa bersama Jungkook. Langkahnya mendekat ke arah mereka, menahan tangan Hasa.
"Mau ke mana?" tanya si pemuda Kim. Hasa menoleh, Jungkook memasang wajah tak suka.
"Ada sesuatu yang tertinggal di mobil," ujar gadis itu dan Jungkook langsung melingkarkan tangannya di pinggang Hasa. Pemandangan itu tidak luput dari mata rajawali milik Taehyung.
Baru akan kembali mengeluarkan protes, Jimin menahan tubuh sahabatnya itu, dan Jungkook membawa Hasa menjauh dengan cepat.
"Jim!"
"Biarkan mereka pergi."
"Kau ini kenapa?! Aku akan mengantar Hasa pulang nanti."
Jimin menyipitkan matanya, berlagak sedikit meringis. Ia menepuk pundak Taehyung dengan konstan.
"Lihat, Haera datang."
Dari arah Hasa dan Jungkook pergi, Haera mendekat ke arah Taehyung. Gadis itu bingung melihat ekspresinya, lalu memberikan tatapan penuh pertanyaan ke arah si pemuda Park.
Mencengah keributan, Jimin memilih pura-pura tidak tau. Taehyung juga sepertinya tidak menjawab ketika ditanya, apa penyebab wajahnya ditekuk, lalu terlihat sedang marah.
Sedangkan, Hasa dan Jungkook masih berada di dalam lift. Jungkook diam-diam melirik ke arah Hasa berulang kali. Sementara gadis itu menggigit bibirnya dan meremat ujung dressnya yang entah kenapa terasa tidak nyaman dipakai.
"Kau basah sekali tadi," ujar Jungkook. Kurang ajar, tapi Hasa tidak protes dibuatnya.
"Jangan lakukan itu lagi di depan umum."
"Melakukan apa? Fingering dirimu hingga basah?"
Shit. Hasa mengumpat berulang kali di dalam hati. Telinganya panas mendengar kata-kata Jungkook sejak mereka belum masuk ke dalam lift.
"Mulutmu seperti kotak sampah," kata Hasa. Jungkook tersenyum miring.
"Pujian yang bagus untuk bibir kecilmu itu, kalau ditaruh milikku di dalamnya. Kau masih bisa berkata seperti tadi?"
Hasa menjilat bibir, pintu lift terbuka. Ia berjalan di depan Jungkook, menuju mobil mereka yang berada di paling ujung. Langkahnya semakin cepat, sesuai dengan langkah Jungkook di belakangnya.
Lalu lama kelamaan, gadis itu melepas heelsnya dan berlari menuju mobil Jungkook. Pria itu mengejarnya, dan menghimpit tubuh Hasa di pintu mobil yang masih tertutup. Posisi Hasa, membelakangi Jungkook.
KAMU SEDANG MEMBACA
Under Shades ✓
Fanfiction[Be wise: Mature Content, Erotic] Sebagian diprivat, follow untuk membaca! -Agegap- Sebagai secret agent paling muda. Jungkook, sama sekali belum diberikan partner dalam misi. Awalnya, hanya menggunakan partner sementara, yang kerap direkomendasika...
