Scene terakhir...
"Ada!" pekik pria itu.
Hasa menggeleng, ia berniat menutup pintu namun Jungkook menahannya.
"Aku masih mencintaimu, Hasa!"
Terlambat.
So, enjoy it~(Jangan lupa tekan vote dan berikan komentar yaa, agar aku semakin semangatt! Sambil dengar lagu Arcade -Duncan Laurence)
____________________________
Hancur, berantakan, tidak tersisa, gugur. Jungkook berada di antara semuanya. Ikut melebur sampai rasanya kembali melakukan kesalahan besar dalam hidupnya yang semula sudah tidak tertata. Jungkook total berantakan.
Pintu apartment Hasa sudah tertutup sejak empat jam yang lalu. Bahkan Jimin dan Nara pun sudah pulang sedari tadi, mereka berpapasan namun tidak saling menyapa. Jimin sengaja, Jungkook perlu diberi pelajaran.
Si pemuda Jeon mulai menangis, air mata yang sudah ditahan sejak bertahun-tahun lamanya, terjatuh dan mengalir dengan deras. Bahkan telinganya berdengung hebat. Sekali lagi, Jungkook sudah hancur.
Gadis itu pergi, untuk yang kesekian kalinya. Dan entah sudah keberapa kali, Jungkook membiarkannya pergi.
"Mau masuk?"
Pria itu menoleh, Hasa tersenyum getir ke arahnya. Gadis itu juga sedari tadi duduk di lantai, bersandar di pintu utamanya sendiri. Mendengarkan isak Jungkook yang mengiris.
"Hasa."
Gadis itu kembali tersenyum, Jungkook bangkit dari posisi duduknya dan masuk ke dalam apartment Hasa. Jungkook mengikuti langkah Hasa menuju dapur.
"Minumlah," katanya sambil menyodorkan secangkir teh herbal. Jungkook mengambilnya dan meneguk minuman itu, tenggorokannya kering dan haus sekali.
"Berantakan, Kook" ujar Hasa pelan, gadis itu mengusap bibir Jungkook dengan tisu kering yang baru diambilnya. Jungkook menahan tangan Hasa.
"Iya, aku mencintaimu" jawabnya entah untuk pernyataan cinta Hasa yang keberapa kali. Mungkin untuk seluruhnya.
Jungkook kembali mengeluarkan sesuatu dari sakunya, kertas yang sama, keadaannya juga sama, terlipat-lipat hingga kecil ukurannya.
"Aku menggambar ini sudah lama sekali, entah sejak kau berumur berapa. Aku juga menggambarmu sebagai peri gulali dan aku adalah anak yang menyukai rasa manis," jelas Jungkook.
Kertas-kertas yang dikeluarkannya dan yang tadi sempat diberikan satu kepada Hasa adalah hasil gambaran Jungkook.
"Tidak perlu membawa ini," kata Hasa.
"Aku akan melakukan apapun agar kau memaafkanku, aku— Aku tidak tau kenapa jadi seperti ini, aku hanya ingin kau mendapat pelajaran dari sikapmu padaku, bukan ingin kau pergi, aku tidak mau kau pergi lagi, aku—"
Bibir Jungkook bungkam sebab Hasa menciumnya sekilas. Gadis itu menempelkan kening mereka lalu memejamkan mata. Sementara tangan Jungkook memeluk tubuh yang berdiri di depannya itu.
"Hasa, aku masih mencintaimu."
Relung hati Hasa terketuk keras, mengingat tidak sepenuhnya salah Jungkook. Kalau pria itu punya alasan untuk memberinya pelajaran, maka Hasa juga punya alasan untuk pantas menerima semuanya. Itu adalah ganjaran.
KAMU SEDANG MEMBACA
Under Shades ✓
Fanfiction[Be wise: Mature Content, Erotic] Sebagian diprivat, follow untuk membaca! -Agegap- Sebagai secret agent paling muda. Jungkook, sama sekali belum diberikan partner dalam misi. Awalnya, hanya menggunakan partner sementara, yang kerap direkomendasika...
