Scene terakhir...
"Berengsek," gumam Hasa.
"Kata sandinya, satu tujuh sembilan dua kosong" ujar Jungkook dan Hasa mengangguk.
Pintu terbuka, Hasa menarik nafas dalam dan ikut masuk bersama Jungkook.
So, enjoy it~(Jangan lupa tekan vote dan berikan komentar yaa, aku jadi makin semangat kalau baca komentar kalian)
____________________________
"Sebenarnya di sini ada dua kamar, tapi yang satunya belum dibersihkan masih berantakan. Biasanya Hyung yang tidur di sana kalau menginap, jadi—"
"Aku kemari hanya ingin mengobati lukamu setelah mandi dan sebelum tidur. Aku tidak menginap, Sir."
Jungkook membuka kancing yang ada di ujung lengan kemejanya, pria itu menyugar rambut ke belakang. Menatap Hasa cukup lama.
"Kau takut hal ini akan jadi skandal? Kau malu kalau muncul kabar bahwa seorang pianis ternama seperti Han Sarang, tertangkap menjalin hubungan dengan Jeon Jungkook?"
"Kau berpikir seperti itu?" tanya Hasa.
Gadis itu mendudukkan dirinya di sofa ruang tengah. Jungkook juga duduk di seberang Hasa. Sang lawan bicara melipat kakinya di atas kaki yang lain. Menatap angkuh ke arah si pemuda Jeon.
"Ya, tapi tadi pagi kau dengan senangnya mengumbar kedekatan dengan Taehyung. Sebenarnya aku ingin menunda pertanyaan ini, tapi tidak jadi. Kenapa kau bisa datang berdua dengannya?"
Hasa menimang. Gadis itu mengetukkan jemarinya di dagu. Ia mengulum senyum, dan itu membuat Jungkook tidak sabar, sampai rasanya ingin marah.
"Menginap, Taehyung menginap di apartmentku. Apa itu sudah menjawab semua? Atau dirimu ingin bertanya, apa saja yang kami lakukan. Kalau iya, memangnya kau membayangkan apa? Aku seks dengan Taehyung?"
"Hasa!" bentak Jungkook.
Gadis itu tersenyum puas. Jungkook sangat mudah dipancing. Dan itu membuatnya terlihat seperti orang pencemburu. Padahal, Hasa sendiri tau perasaan hanya berlaku di sebelah pihak. Hanya dirinya yang menyukai pria itu.
"Ya, Jungkook?"
Pria itu menghela nafas berat, lalu berjalan cepat menuju tangga, sepertinya ingin masuk ke dalam kamar. Hasa berniat mengikutinya, namun gadis itu memilih untuk ke dapur terlebih dahulu.
Tujuan Hasa adalah kulkas, setelah dibuka, gadis itu bernafas lega karena ada beberapa bahan yang bisa dibuat menjadi makanan untuk pria itu nanti malam. Maka, Hasa memutuskan untuk masak terlebih dahulu.
Membutuhkan sekitar satu jam, sampai tiga hidangan ada di depannya. Hasa tersenyum, dari aromanya, makanan itu jelas enak dan bisa dimakan. Semoga begitu. Jadi tidak perlu delivery.
Hasa melirik ke arah ponselnya, sudah pukul enam. Maka ia memilih menyusul Jungkook dan ketika sampai di depan pintu kamar yang paling besar, gadis itu mengetuk pintu. Tidak mendapat jawaban, Hasa memilih untuk langsung membukanya dan melihat kamar begitu gelap.
Ia meraba dinding dan menemuka tombol lampu, setelah dinyalakan. Kedua matanya menatap Jungkook yang tertidur di atas ranjang dengan posisi meringkuk, sepertinya kedinginan. Ac menyala, namun pria itu masih memakai bathrobe.
KAMU SEDANG MEMBACA
Under Shades ✓
Fanfiction[Be wise: Mature Content, Erotic] Sebagian diprivat, follow untuk membaca! -Agegap- Sebagai secret agent paling muda. Jungkook, sama sekali belum diberikan partner dalam misi. Awalnya, hanya menggunakan partner sementara, yang kerap direkomendasika...
