Under Series -1

8.5K 1.1K 92
                                        

Scene terakhir...

Hasa keluar dari ruangannya sendiri, sedangkan Jimin menggeleng melihat kelakuan gadis itu. Pantas saja, berani mengguyur orang seperti Taehyung.

Apa jadinya, jika Jungkook harus memiliki partner seperti Han Sarang. Jimin tidak mau membayangkan itu. Sudah pasti, hancur sekali jadinya.

So, enjoy it~
___________________________


Sebuah mobil Mercedes berwarna sehitam jelaga, berhenti di depan sebuah gedung apartment. Pria di dalamnya menghela nafas sebentar sebelum memasuki basementnya lalu kembali menatap secarik kertas yang tadi sore diberikan Jimin. Kalau dipikir, kurang ajar juga adiknya Hana ini. Kenal saja belum, sudah meminta yang aneh-aneh.

Tapi Jungkook juga tidak punya kekuatan untuk menolak. Satu-satunya orang yang sedikit banyaknya bisa dijadikan partner adalah, adik Hana itu. Beruntung dia sangat dibutuhkan Jungkook, kalau tidak, pria itu sudah memilih uang hangus saja.

Setelah keluar dari mobil mahalnya. Jungkook buru-buru masuk ke dalam lift dan berhenti di lantai tujuh belas. Pria itu melirik jam tangan yang dipakai. Sudah hampir jam tujuh. Ia mempercepat langkahnya dan berakhir di pintu paling ujung. Sepertinya, lebih besar di banding yang lain.

Ingin selalu tepat waktu, Jungkook menekan bel yang ada di samping pintu. Sementara itu Hasa terkejut. Bisa saja itu Jungkook yang dimaksud Park Jimin, atau bisa saja itu penyusup yang berniat menculiknya.

"Sial, aku masih muda padahal" gumam gadis itu sambil menyembunyikan pistol di balik punggungnya, setelah pintu terbuka, Hasa hampir saja berteriak kalau tidak disuguhi wajah yang mulai dikenalinya itu.

"Jeon Jungkook, benar?"

"Cepat," kata pria itu tanpa menyapa terlebih dahulu. Kening Hasa berkedut dibuatnya. Sialan, atasannya ternyata robot bernyawa.

"Kau harus mengenali partnermu terlebih dahulu, Sir Jeon."

Hasa mengangkat tangannya, bermaksud agar Jungkook mencium punggung telapak tangannya sama seperti yang Park Jimin lakukan hari ini.

"Kalau begitu, aku pulang" setelah mengatakannya, pria itu berbalik dan mulai berjalan menjauh. Hasa buru-buru membawa high heels lalu keluar dari apartmentnya untuk berlari menyusul Jungkook dengan kaki telanjang. Akhirnya, mereka berdiri di depan pintu lift yang menutup.

"Pakai alas kakimu" kata Jungkook.

"Berisik!" jawab Hasa.

Gadis itu mengikuti Jungkook dengan kaki telanjang. Setelah masuk ke dalam mobil pria itu, Hasa hanya diam dan memberikan Jungkook lokasi pesta diadakan. Pria itu tidak menjawab, namun mobilnya sudah berlalu meninggalkan apartment Hasa.

"Aku Han Sarang. Panggil saja, Hasa."

Jungkook melirik.

"Aku Jeon Jungkook. Jungkook saja."

"Sir Jeon."

"Ya?"

"Tidak, hanya memastikan saja kalau panggilan itu cocok" ucap Hasa. Setelahnya, tidak ada percakapan apapun di antara mereka. Sampai mobil Mercedes itu berhenti di depan sebuah gedung besar.

"Bawa pistol?" tanya Jungkook.

Hasa mengangguk, gadis itu menyentuh simpulan dasi Jungkook.

"Ada pisau lipat ya dibaliknya?" tanya gadis itu dengan senyum miring yang terpatri. Jungkook menjauhkan tangan Hasa lalu keluar dari mobil, gadis itu buru-buru menyusul.

Pun, Hasa tersedak nafas sendiri rasanya, ketika Jungkook merangkul pinggangnya dengan erat. Gadis itu menoleh ke samping. Ekspresi Jungkook, masih sama, datar, seperti papan bangunan.

Under Shades ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang