Scene terakhir...
"Hisap rokok ini, dan aku akan berhenti, katanya kau peduli padaku, Kid" perintah Jungkook. Hasa menelan air liur, ia mengambil puntung rokok itu dari jemari Jungkook dan mendekatkannya pada bibir namun pria itu dengan sigap menarik rokok dan membuangnya.
"Bodoh, jangan kotori bibirmu dengan ini, Kid."
So, enjoy it~(Jangan lupa tekan vote dan berikan komentar yaa)
___________________________
Setelah memarahi Hasa karena benar-benar berniat menghisap rokok, Jungkook meninggalkan balkon lebih dulu. Gadis itu mengerutkan kening, mencoba berpikir bahwa yang salah sebenarnya siapa, lagi pula Hasa juga tidak akan menghisap rokok itu, dia hanya akan mengambilnya dan membuangnya tadi.
"Kau akan tetap di sana?!" ujar Jungkook dari dalam. Hasa buru-buru masuk dan menutup pintu menuju balkon. Gadis itu menatap bingung ke arah Jungkook yang tengah membongkar kopernya.
"Sir, mau pergi?"
Jungkook tidak menjawab, tapi pria itu mendekat ke arah koper Hasa dan menunjuk ke arah benda itu.
"Ganti pakaian, aku tidak suka dibuat menunggu."
Dengan langkah cepat, Hasa mengambil pakaian yang akan dikenakannya, gadis itu masuk ke dalam kamar mandi. Jungkook menggeleng, namun diam-diam ada senyum tipis di bibirnya yang sedikit pucat, pengaruh terlalu lama terkena angin malam di balkon.
Pintu kamar mandi terbuka, Hasa langsung berdiri di depan Jungkook, pria itu mengerutkan keningnya, bingung. Tapi tangannya terjulur untuk memasangkan topi ke arah Hasa.
Tanpa berbicara satu kata, Jungkook berjalan keluar dan Hasa mengikutinya dengan sumringah. Mereka berjalan berdampingan.
"Kau mengajakku jalan-jalan, Sir?" tanya Hasa.
"Tidak usah banyak bertanya."
"Aku senang, nanti kalau sudah di Seoul, aku juga bisa diajak jalan. Kau hubungi saja lewat Kakao," jelas Hasa. Pantang menyerah.
Hasa pikir, Jungkook akan mengajaknya jalan-jalan dengan mobil atau apapun itu, tapi nyatanya mereka sekarang tengah berjalan kaki dan itu tidak buruk.
"Kau berpikir aku akan membawa mobil? Kau menyesal?" tanya Jungkook tanpa melihat ke arah si lawan bicara. Hasa menoleh ke arahnya.
"Tidak, Sir. Selagi denganmu, aku akan senang. Jalan kaki tidak apa, yang penting ada kau."
"Kau ini—"
"Iya, aku suka padamu" potong Hasa lebih cepat. Jungkook sempat menoleh dengan pandangan tidak percaya lalu kembali menatap lurus ke depan.
Pria itu menarik tangannya tanpa aba-aba, membawa Hasa masuk ke dalam taksi yang memang berhenti di pinggir jalan.
"Distrik Distillery," ujar pria itu dan mobil taksi mulai melaju. Hasa melirik ke arah tangan mereka yang masih bersentuhan, lalu ia mengulum senyum.
Bahkan sampai di tempat tujuan pun, Jungkook tetap tidak melepas pegangannya terhadap tangan gadis itu. Ia membawa Hasa untuk duduk di salah satu restoran.
KAMU SEDANG MEMBACA
Under Shades ✓
Fiksi Penggemar[Be wise: Mature Content, Erotic] Sebagian diprivat, follow untuk membaca! -Agegap- Sebagai secret agent paling muda. Jungkook, sama sekali belum diberikan partner dalam misi. Awalnya, hanya menggunakan partner sementara, yang kerap direkomendasika...
