***
"STOP GHOSTING
PEOPLE, STUPID!!!"
***
Kalo ada Typo Comen
Budayakan Vote sebelum baca kuy, biar author seneng dapet notif dari kalian. SIAP COMENT DISETIAP PARAGRAF?!!!
_ M Y P O S S E S I F L E O N_
Malam ini terlihat balkon kamar terbuka dengan lebar, biasanya pintu dari kamar itu selalu saja tertutup disetaip malam, Dikamar yang bernuansa putih terlihat seorang pria sedang memetikan senar gitar yang sda di pangkuannya dengan suara yang begitu indah untuk didengar. Bara Arazela, kakak sekaligus sahabat bagi Yuri, Seorang kakak yang selalu sigap pasang badan paling depan untuk adik kesayangannya. Entah seberapa sayangnya Bara kepada Yuri, rasa sayang dan keinginan untuk melindungi adiknya begitu besar.
"Tidur Yur, udah malem" sedari tadi Bara melirik adiknya yang belum juha memejamkan matanya, padahal jam sudah menunjukan pukul jam Sebelas malam, Yuri seakan lupa jika besok harus bangun lebih awal agar tidak terlambat seperti pagi tadi.
"Yuri bakal tidur kalo Abang ga disamping Yuri" ucap Yuri membuat Bara terkekeh, kebiasaan adiknya ini tidak pernah hilang, Yuri harus ditemani jika tidur, di dongengi sepanjang malam agar bisa tertidur dengan pulas, entah kenapa kebiazaan kecil itu masih melekat.
"Yaudah"
Yuri membaringkan tubuhnya disamping Bara dengan tersenyum, memeluk tubuh kakaknya. Bara tersenyum geli melihat tingkah adiknya yang begitu mengemaskan, Dulu Bara selalu berfikiran jika Yuri bukan adik kandungnya Yuri mungkin sudah menjadi pacarnya sekarang. Namun sayang seribu sayang, kenyataannya memang Yuri adalah adik kandung dari Bara.
" Abang mau minta maaf gara gara tinghalin kamu kemarin malem, dikampus abang sibuk banget, abang jadi panitia dievent kampus, acara besar jadi gak bisa abang tinggal. Abang tuh ya disana cowok paling keren dan juga ganteng parah, sampe dosen sama mahasiswi dikampus pada naksir sama abang, efek cowo ganteng hidupnya agak ga Tenang"
"Masa sih?"
Bara memganguk antusias, tangannya mengusap usap rambut Yuri dengan lembut. "Iya! pacar abang juga sampe cemburu liat cewek-cewek pada naksir sama abang"
"Kak Rara cemburu? Emang Kak Rara udah terima abang? Kok Yuri gak tahu sih!?" kesal Yuri kepada abangnya yang sudah jadian dengan Rara, Yuri memang sudah tidak asing lagi dengan nama 'rara' nama perempuan itu sudah dianggung anggungkan oleh Bara sedari zaman Bara masih menduduki bangku SMA, Abangnya pun sering bercerita betapa cantik dan anggunnya Perempuan yang bernama rara.
"Udah dong!!! Kemarin baru jadian hehe... Oh iya, Katanya Rara mau main lagi kerumah, kira kira lo ada waktunya kapan?"
Krik krik
Tidak ada sautan dari Yuri, Bara menengok kearah sang adik dan benar saja adiknya ini sudah tertidur pulas dengan posisi nemeluk bantal guling bukan tubuhnya. Bara tersenyum, lalu mengecup pipi Yuri dengan gemas, Bara langsung menyelimuti badan sang adik menggunakan selimut tebal, Bara tidak berani mematikan lampu kamar adiknya ini tidak menyukai kegelapan, pasti Yuri akan terbangun saat menyadari tidak ada cahaya dikamarnya.
"Good night my heart"
****
Pagi ini, Yuri benar-benar semangat untuk pergi kesekolah. Pelajaran sekolah yang ringan seperti, Bahasa Indonesia dan pelajaran olahraga membuat mood hari ini begitu baik. Ditambah dengan info grup kelas bahwa hari ini guru guru akan mengadakan rapat, kemungkinan pulang sekolah akan dipercepat untuk hari ini.
"Kenapa, seneng banget keliatannya?"
Elin, bunda Yuri. Melihat anaknya pagi pagi sudah memperlihatkan senyuman indah, tumben anak gadisnya ini bersemangat di pagi hari, biasanya Yuri akan mendumel jika hari ini akan ada pelajaran matematika, hari ini dirinya piket kelas, atau hari ini terdapat jam ekstrakulikuler sampai sore.
"Bunda kepo ih" jawab Yuri lalu melahap habis roti selai kacang kesukaannya.
"Abang kamu mana?" sekarang pertanyaan dari sang papah, Farhan.
Yuri mengeleng tidak peduli, "Eh tahu engga pah. Akhirnya abang jadian sama Kak rara, yang sering abang ceritain itu loh"
Elin dan Farhan tercengang, kenapa anak lelakinya ini sering gonta-ganti pasangan disetiap harinya, setiap malam minggu Bara selalu menemui para kekasihnya untuk dikenalkan namun tidak ada Elin restui, Elin melihat para gadis yang anaknya kenalkan hanya cantik luarnya saja, untuk sikap dan sopan santun bukan tipe menantu idaman nya.
"Pagii!!"
Semua pasang mata tertuju kearah Bara dengan seorang wanita disampingnya. Bara cengengesan melihat ekspresi kedua orang tuanya, seperti mata mereka akan copot saja.
"Kenalin Bun, Pah. Dia Melda pacar baru aku" ujar Bara kepada kedua orang tuanya dan adiknya Yuri.
"Katanya pacar abang kakak Rara, kok sekarang kaka Melda!" celetuk Yuri, yang membuat Melda kebingungan mendengarnya.
"Bara! Kamu belum putusin dia?!"
"Belum kan baru jadian kak" bukannya Bara yang menjawab kini malah suara Yuri yang menjawab pertanyaan wanita berambut panjang itu.
"Jahat kamu! Masa aku jadi yang ketiga sih!! Udah Rara, Celsi, Laras nanti siapa lagi, mbok siti kamu pacarin juga?!"
"Mampus!"
***
Yuri memandang sekelompok pemuda sedang berlatih basket dilapangan pagi buta seperti ini. Seorang lelaki yang sangat dikagumi banyak orang, tubuhnya yang kekar, mata tajam, wajah yang tampan dan katanya siswa yang cukup pintar dalam bidang akademik maupun nonakademik. Lesya, teman sebangkunya pernah bercerita, jika Leon adalah anak yang cukup berpengaruh disekolah, penghargaan dan piala emas yang Leon raih sudah tidak terhitung jumlahnya, lihat saja pialanya terpampang jelas diruang kepala sekolah.
"Idaman bangett" celetuk Lesya yang tiba-tiba wiujydnya disamping Yuri.
Yuri tersenyum sambil menganguk pelan, benar kata Lesya, Leon memang masuk list cowok idalam disekolah.
Yuri memeprhatikan lekat gerak-gerik Leon yang loncat kesana loncat kemari dan pada akhirnya melempar bola basket tepat pada keranjang bola diatas sana. Mata elang milik Leon dengan tidak sengaja menatap mata coklat milik Yuri, tatapan itui hanya beberapa detik sampai Leon memutuskan kontak mata dengan sepihak, jangan ditanya bagaimana keadaan hati Yuri sekarang.
"Kok deg-degan ya?"
Leon berjalan menghampiri Yuri, bukannya Yuri geer atau gimana. Memang nyatanya seperti itu, mata tajam milik Leon pun memerhatikan Yuri dengan seksama.
"Sini!"
Leon menarik tangan lembut milik Yuri untuk menjauh dari arena lapangan bola basket, Leon membawa Yuri kedalam kelas yang terlihat pra murid belum berdatangan saking paginya, sepi hanya ada 1 murid lelaki berkacamata, itu pun langsung keluar dari kelas tanpa mengucapkan sepatah katapun.
"Kenapa sih kak? Sakit tahu tangan Yuri" kesal Yuri dengan nada bicara yang sangat polos.
"BH lo warna item keliatan"
***
Hayy ketemu lagi dengan Author imut nan cantik. Jangan lupa Vote and coment disetiap chapter, gimana cerita versi barunya, seru ga? Semoga makin seru dan jelas deh ya... Hahahaha
Udah ah. See you next chapter😻
Sudah direvisi⚠⚠⚠
KAMU SEDANG MEMBACA
Possessif Leon (SELESAI)
Novela Juvenil📢📢SEGERA TERBIT BACA SEBELUM PART DIHAPUS UNTUK KEPENTINGAN PENERBITAN FOLLOW AKUN ME cerita ini sedikit mengandung umpatan umpatan kasar, jadi bijak dalam membaca. Yuri itu lucu. Yuri itu lugu, sangat lugu Yuri itu bodoh, gampang juga dibodoh-bod...
